Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 52


__ADS_3

Erin telah sampai dirumah nya, langsung masuk karena pintu pun terbuka namun langkahnya terhenti saat hendak masuk kamar karena sang ibu yang menegurnya.


" Erin kamu darimana saja nak... kemana kamu semalaman kenapa gak pulang. " tanya Tante Meri khawatir menghampiri putrinya.


Grepp...


Bukan nya menjawab tapi Erin malah memeluk sang ibu dan menangis dengan tiba tiba membuat Tante Meri heran atas sikapnya.


" hei hei ada apa hmm.. kenapa kamu nangis... apa yang terjadi.. sayang.. " ucap Tante Meri mengelus rambut anaknya.


" hiks... mama... hiks.. "


" iya nak iya... cerita sama mama.. jangan nangis begini... sayang.. ada apa.. "


" hiks.. hiks... " mana mungkin Erin berani cerita sedangkan ia sendiri belum bisa memastikan apakah perkiraan nya itu benar.


Disaat Erin masih nyaman dipelukan ibunya, Eisya pun mendekati kesana karena juga heran apa yang telah terjadi.


" eh Erin kamu sudah pulang.. syukur lah.. kamu gak papa kan.. " tutur Eisya walau dalam hati tak yakin kalau Erin memang baik baik saja.


Mendengar suara Eisya, Erin pun semakin membencinya karena menyimpulkan kalau Eisya yang menjadi penyebab semua hal ini. Karena kesal ia pun melepas pelukan ibunya lalu menjambak Eisya dengan emosi.


" kamu... KAMU SENGAJA KAN NINGGALIN AKU HAAA.. BANJINGAN KAMU... SIALAN.. INI SEMUA GARA GARA KAMU.. " marah Erin menjambak rambut Eisya walau sudah dihalangi ibunya.


" akkhh... lepaskan.. apa sih maksud mu.. lepaskan.. sakitt... " karna tak tahan Eisya melepas paksa tangan yang menjambak rambut nya dengan menghempas kan nya.


" GARA GARA KAMU-


" Erin tenang.. ini ada apa sih.. jangan begini.. sayang.. " Tante Meri mulai menenangkan putrinya.


" maaaa... hukum dia maaa.. cepat hukum diaa... cepat maaa.. " mohon Erin menarik narik tangan ibunya.


" iya sayang tapi kenapa apa alasan nya. " tanya Tante Meri yang masih penasaran.


" maaa... dia udah ninggalin aku semalam dan udah ngejebak aku maaa... percaya sama aku... dia itu licik maaa.. " dusta Erin karena panik jika ibunya tau yang sebenarnya.


" apa... maksud kamu... "


" iya maaa... dia udah ninggalin aku dan pulang duluan.. " adu Erin.


Sejenak Tante Meri diam dan melirik Eisya dengan raut wajah yang sulit diartikan sedangkan gadis itu sendiri tertunduk takut tidak tau bagaimana membela diri disaat Erin memojokkan nya dan pastinya Tante nya itu tidak akan percaya pada dirinya.


Setelah mengamati Eisya dengan puas Tante Meri kembali memandang lurus kedepan.

__ADS_1


" bicara apa kamu Erin, jangan menuduh sembarangan.. "


Deg...


Erin terkejut dengan kalimat yang dikeluarkan ibunya barusan, apa ini kenapa ibunya malah membela Eisya yang katanya gadis itu sangat dibencinya.


" m-mama... mama.. kok ngomong nya-


" kamu kan yang malah ninggalin Eisya.. kenapa kamu seperti itu.. katanya kamu udah baikan.. tapi kenapa-


" STOP MAAA... MAMA.. INI KENAPA SIH.. ADA APA SAMA MAMA.. " bentak Erin.


" ssssttt... jaga bicara mu tidak usah teriak teriak seperti itu.. kamu yang salah.. " Erin semakin naik darah melihat mamanya yang masih membela Eisya.


Sedangkan Eisya juga merasa aneh sendiri kenapa tiba tiba dibela seperti ini namun ia bersyukur setidaknya tidak ada hukuman untuknya atas kesalahan yang tidak ia perbuat.


" maaa... plis.. maaa.. mama kerasukan apa sih..ini salahnya Eisya bukan aku... heh kamu.. katakan pada mama kalo kamu yang ninggalin aku cepat katakan... ini semua salah kamu.. SIALAN... " tunjuk Erin tepat diwajah Eisya.


Dengan pelan Eisya mengangkat wajahnya dan menatap Erin tajam lalu menepis telunjuk Erin yang mengarah ke wajahnya.


" maaf.. aku tidak bisa mengakui kesalahan yang tidak aku perbuat.. " ucapan Eisya barusan membuat Erin melotot tak percaya.


" Ap-apaaa... k-kamu.. "


" hah... k-kamu... Dasar Bajin-


" stop Erin tidak usah marah marah tidak jelas, bersihkan dirimu sana setelah itu kita sarapan.. " final Tante Meri bergegas darisana meninggalkan mereka.


" beraninya kamu... "


" Erin.. masih untung aku tidak mengadukan yang sebenarnya... kamu menyuruhku datang kesana ingin menjebak ku kan dengan memasukkan sesuatu ke minuman itu dan setelah itu... akhh.. sungguh jahat sekali jalan pikiran mu itu.. " terang Eisya.


" kamu-


" yaa.. aku sudah tau yang sebenarnya.. kamu itu cuma pura-pura baik dengan ku agar bisa menjebak ku.. " tambah Eisya semakin kelihatan tegas.


" apa... ada yang mau kau katakan lagi... Erin.. sepupu ku.. " seringai Eisya seperti bukan dirinya sendiri saat ini membuat Erin takut dan memilih pergi masuk ke kamarnya meninggalkan Eisya.


" hah.. memang benar.. jika mau melawan antagonis.. kita juga perlu memainkan peran antagonis juga... " senyum Miring Eisya lalu bergegas darisana menuju dapur.


Selesai sudah drama dipagi hari ini dan sekarang sudah mau memasuki waktu siang.


Saat ini lain lagi ceritanya karena rumah Tante Meri kedatangan tamu istimewa khususnya untuk Eisya.

__ADS_1


Siapa lagi kalau bukan Arzan dan keluarga nya karena kali ini mereka ingin ngomong serius.


Disofa itu terdapat orang tuanya Arzan dan Arzan sendiri dan di depannya terdapat Tante Meri dan Eisya sedangkan Erin mana mungkin ia mau bergabung disana.


Setelah menikmati hidangan dan mengobrol ngobrol beberapa kata pembukaan barulah saat nya menyampaikan niat mereka datang kemari.


Arzan tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya begitu juga Eisya dengan wajahnya yang memerah merona.


" eee... begini... maksud kedatangan kami kemari... untuk menyampaikan niat Arzan yang ingin melamar keponakan anda untuk dijadikan istri.. " ujar Tuan Rahendra.


" benar sekali.. sudah lama memang anak kami mengidamkan sosok gadis cantik dan baik hati ini.. dan hari ini kami bermaksud untuk menyampaikan nya... " tambah Nyonya Rahendra.


" jadi bagaimana... " tanya Tuan Rahendra ramah.


" kalau itu saya serahkan sendiri pada Eisya bagaimana tanggapannya.. " ucap tante Meri tak kalah ramah dan kalo dipikir pikir beliau berbuat begini karena memang sudah dibayar dari awal waktu itu dan bagaimana mungkin ia menolaknya dan satu hal lagi dengan begini beliau tak akan lagi melihat wajah sial anak itu.


" Eisya... bagaimana tanggapan mu mengenai hal ini.. apakah kamu menerima lamaran keluarga ini.. " tanya Tante Meri pada Eisya dengan ramah.


Dengan malu malu Eisya mengangguk pelan berulang kali menundukan wajahnya sambil tersenyum.


Melihat Itu seakan Arzan ingin meloncat tapi mengingat umur tidak jadi karena takut encok.


" alhamdulillah... diterima... " ucap Tuan Rahendra.


" akhirnya... mama punya mantu dan kamu tidak sendiri lagi... sudah lama mama menantikan hal ini.. " tutur Nyonya Rahendra sambil mencubit gemas lengan Arzan.


" au.. mama... bahagia sih bahagia tapi jangan cubit cubit dong... atit.. "


" halah manja.. " cibir Tuan dan Arzan mencibikkan bibir kesal membuat semua tertawa.


Arzan terus memerhatikan wajah Eisya tanpa melunturkan senyum manisnya membuat Eisya tak bisa menahan diri dengan salah tingkah.


" jadi kapan pernikahan mereka akan dilaksanakan... " tanya Tuan pada semua.


" lebih cepat lebih baik.. " ucap Nyonya.


" yaa kalau bisa secepatnya tidak usah ditunda tunda lagi.. " imbuh Arzan.


" yaaa... tidak masalah.. kalau hal itu kami serahkan pada kalian.. apa pun ketentuannya kita akan ikut dan benar sih lebih cepat lebih baik.. hmm.. " ujar Tante Meri.


" baiklah.. kalau begitu saya akan memilih tanggal yang cocok... " final Tuan dan semua mengangguk mantap.


Belum hari H saja rasanya sudah sebahagia ini apalagi kalau sudah... aahhh.. sungguh ini adalah kebahagiaan yang di idam idamkan, semoga saja hal ini berjalan dengan lancar tanpa kendala dan mereka hidup bahagia..... selesaiii..... hehe.. 😁😄

__ADS_1


__ADS_2