
Pagi menjelang siang, terlihat pasangan yang tak lain dan tak bukan yaitu Arzan dan Eisya kini sedang menunggu hasil tes dirumah sakit.
Ya seperti yang dikatakan semalam, Arzan meminta Eisya untuk memeriksa kondisi nya meskipun gadis itu ogah ogahan namun pada akhirnya disinilah mereka berada.
Mereka telah duduk berhadapan dengan seorang dokter perempuan yang tidak muda lagi yang barusan memeriksa Eisya.
Degup jantung terasa lebih kencang pada keduanya dan tak sabar mendengar hasil nya.
Dokter perempuan itu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan suami istri tersebut.
Sebelum berucap sang dokter menyempatkan untuk menyunggingkan senyum agar tak begitu terasa kaku.
" selamat yaa.. istri bapak saat ini tengah mengandung.. dan usia kandungan nya baru satu minggu.. dan gejala seperti itu memang umum dirasakan oleh para ibu hamil.. " jelas sang dokter seketika membuat pasangan itu meledakkan kegembiraan.
Sungguh inilah yang dinanti nantikan, Arzan tersenyum lebar beberapa kali mencium sang istri begitu juga dengan Eisya yang tak kalah merasa bahagia.
" b-benarkah dokter...?? sungguh..?? " tanya Arzan seakan tak percaya.
Dokter itu mengangguk sembari tersenyum pada keduanya.
" terima kasih ya Tuhan.. engkau telah mempercayakan hal ini pada kami.. aku sangat bahagia.. " ucap Arzan memeluk sang istri.
" jaga kandungan nya dengan baik.. dan kalau bisa jangan lakukan hal hal yang bisa membuat kandungan tidak sehat.. " peringat dokter itu.
" jangan lupa juga konsumsi makanan makanan yang bergizi. " lanjut dokter tersebut.
Singkatnya, setelah menyelesaikan urusan nya dirumah sakit. Mereka berniat menuju kerumah orang tua Arzan ingin memberitahukan berita yang membahagiakan ini.
Di perjalanan Arzan tak henti hentinya mengoceh bahagia dan bersi keras akan menjaga sang istri, membuat Eisya terkekeh dan juga senang.
Hari dimana ia akan menjadi calon ibu telah datang, didalam perutnya telah dititipkan calon manusia disana. Eisya tersenyum mengelus perutnya yang masih rata itu.
" terimakasih ya sayang.. telah memberiku kesempatan untuk menjadi seorang ayah. " ucap Arzan tersenyum sesekali melirik Eisya disampinnya karena kini ia tengah menyetir dan tak bisa memfokuskan pandangan nya terhadap sang istri.
" ini juga karena mu.. ini adalah kerja keras kita berdua.. " balas Eisya membuat Arzan tersenyum malu.
" aku akan secepatnya mencarikan pembantu agar bisa mengurangi kegiatan mu dirumah..... " ujar Arzan.
__ADS_1
" kalau untuk sekarang sih aku setuju saja kalau itu mau mas.. tapi jangan larang aku untuk melakukan apa-apa.. " balas Eisya.
" ya tapi jangan lakukan hal yang berat, jaga baik baik anak kita.. " senyum Arzan.
Eisya juga mengulas senyum pada suaminya. Dan tak terasa mereka telah sampai didepan rumah Tuan Rahendra.
Seperti biasa memarkirkan mobilnya terlebih dahulu setelah itu dirinya menuruni mobil dan tak lupa membukakan pintu mobil yang disebelahnya untuk sang istri.
" ah mass... aku bisa sendiri tau.. " ucap Eisya merasa diperlakukan terlalu berlebihan.
" terima saja perlakuan suami sayang.. ayo kita masuk.. " Arzan menggandeng tangan sang istri dan melangkah kan kaki memasuki rumah yang sangat besar itu.
Jam segini Tuan Rahendra pasti masih di kantor, tapi tidak apa apa karena Nyonya Rahendra pasti ada dirumah.
Sembari menunggu Tuan Rahendra pulang sekalian ingin memberitahu berita bagus itu, kini beralih ditempatnya Nicki.
Didalam kamarnya lelaki itu sibuk memasukkan beberapa baju kedalam kopernya, menulikan telinga akan teriakan sang ibu di luar pintu kamarnya.
Jangan salahkan Nicki bertindak seperti ini karena ia awalnya meminta baik baik tapi tetap saja sang ibu keras kepala.
Tak hanya ibunya, ayahnya juga ikut berteriak diluar sana menyuruh Nicki membuka pintu kamarnya karena dikunci.
Orang tua Nicki akhirnya setuju setelah pemaksaan yang kesekian kali.
Tapi saat Nicki menyampaikan maksudnya, respon yang ia dapatkan adalah berupa amarah dan cacian membuat lelaki itu semakin nekat.
Dirinya memantapkan hati untuk pergi hidup mandiri meninggalkan keluarga nya yang egois itu.
Ceklek...
Pintu kamar Nicki terbuka menampilkan lelaki itu yang sudah siap dengan kopernya.
" mau kemana kamu.. " tanya sang ayah dengan wajah tegas.
" mau kemana lagi, aku akan pergi jauh dari rumah ini.. " jawab Nicki tak kalah tegas.
" huh.. jangan bertindak bodoh Nicki, mau hidup dengan apa kau diluar sana. " ucap sang ayah.
__ADS_1
" naak.. dengar kan kami... jangan bertingkah seperti ini, kenapa kau ini sangat keras kepala, apa gadis itu telah mencuci otakmu.. haa... " tambah Nyonya Hana.
" bukan karena dia ma, tapi karena otakku sendiri yang telah menunjukkan jalan hidupku sendiri.. " tukas Nicki.
" heuh.. dasar bocah ingusan, kuliah saja belum tamat mau kebelet nikah kamu ha.. pakai otak cerdas mu jangan pakai otak bodoh mu itu, sesiap apa ketika kamu jadi sosok suami nanti.. " ledek Tuan Pram.
" yang pasti bukan seperti papa, yang hanya tau pekerjaan sedangkan memerhatikan anak pun tidak sama sekali.. " jawab Nicki setelah nya dihadiahi tamparan pemberian ayahnya sendiri.
PLAK...
Nyonya Hana membelalakkan matanya sedangkan Nicki merasakan sensasi perih di pipi kanannya.
" JANGAN LEBAY KAMU NICKI.. AKU BANTING TULANG JUGA UNTUK KEBUTUHAN MU.. SUPAYA KITA KAYA DAN KAU BISA MENIKMATI ITU SEMUA.. KENAPA PARA ANAK HANYA MEMIKIRKAN TENTANG KASIH SAYANG... SESEKALI BUKA MATAMU SELELAH APA KAMI SETIAP HARI BEKERJA... HAA.. " Tuan Pram telah meninggikan suara nya didepan wajah Nicki.
" LALU APAKAH SETIAP HARI HARUS BEKERJA, PAPA AKU JUGA MERINDUKAN KASIH SAYANG MU... SETIDAKNYA BERTANYA BAGAIMANA KEADAAN KU.. TAPI ITU TIDAK SAMA SEKALI, BAHKAN TEGUR SAPA PUN TIDAK PERNAH SEMENJAK PAPA NAIK JABATAN... " Nicki juga ikut meninggikan nada suaranya.
" MAMA JUGA SAMA..PADAHAL DENGAN PAPA BEKERJA SAJA SUDAH CUKUP UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN KITA, HIKS... kenapa mama juga ikutan sibuk... hiks... aku butuh mama... hiks.. iya kebutuhan kita sekarang memang sudah lebih dari cukup tapi rumah ini serasa hampa.. hiks.. meja makan yang besar itu hanya diisi oleh ku sendiri.. hiks.. sedangkan mama dan papa lebih memilih makan diluar bersama rekan rekan kalian.. hiks.. " tak peduli dikatai cengeng yang jelas lelaki itu tengah menangis sekarang.
" nak tolong mengerti lah.. " Ucap Nyonya Hana menyeka airmata yang hampir terjun itu.
" sudah beberapa tahun ini aku mencoba untuk mengerti ma.. dan sekarang biasakah kalian mengerti aku dengan satu hal ini. " pinta Nicki.
" pekerjaan itu penting untuk masa depanmu ketika nantinya kau menikah dan punya anak agar mereka tidak terlantar dan kelaparan, sekarang masih ada waktu untuk kau raih itu kenapa kau sia siakan dengan menikah di usia muda, mau kau kasih makan apa anak dan istri mu nanti.. modal sabar doang tidak akan mempan.. pikir Nicki berpikir.. " geram Tuan Pram.
" Yah harta yang berlimpah tidak bisa menjamin kebahagiaan, tapi belum tentu juga kemiskinan bisa menjamin kebahagiaan.. bukan hanya sabar tapi usaha juga. Uang tidak bisa menjamin kebahagiaan namun tanpa uang kau juga tidak bisa memiliki kebahagiaan.. Sekarang apa apa perlu uang, kebahagiaan juga butuh modal.. " lanjut Tuan Pram.
" Kami sudah pernah merasakan bagaimana hinanya hidup tanpa uang, nak.. berdiri lah dikaki sendiri karena ketika kau jatuh, kaki orang lain tidak bisa membantu mu berdiri. Hidup ini keras sayang, kalau bukan milik sendiri itu tiada arti... orang orang hanya melihat kita ketika sukses dan mereka tidak peduli bagaimana perjuangan kita untuk meraih kesuksesan.. kau paham kan maksud kami. Persiapkan dulu dirimu setelah itu baru ambil keputusan. " tambah Nyonya Hana.
" nak.. mama janji.. setelah kau sukses kau bisa memilih hak mu sendiri, mama tidak akan melarang mu lagi. " lanjut Nyonya Hana dan ucapan itu berhasil membuat Nicki menatap nya seakan memastikan.
" benarkah.. " lirih Nicki.
" iya sayang... " Nyonya Hana mengangguk mengeluarkan airmata nya.
" mama janji akan merestui hubungan kami.. mama janjiii kann.. " ujar Nicki meminta penjelasan sekali lagi.
" iya sayang iyaa.. tapi ketika kehidupan mu sudah matang untuk membangun sebuah rumah tangga. " jawab Nyonya Hana.
__ADS_1
" baiklah deal, mulai sekarang papa akan menguliahkan mu diluar negeri agar kamu bisa fokus disana. " ucap Tuan Pram namun sekarang Nicki tak membantah lagi.
" percuma aku memberontak untuk menikah kalau papa dan mama tidak pernah merestui, aku janji aku akan belajar sungguh sungguh agar bisa cepat meraih kesuksesan dan setelah itu aku akan langsung menikahimu Erin... dan maaf jika harus membuat mu menunggu... " batin Nicki.