Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 94


__ADS_3

Malam ini merupakan malam perkumpulan yang sudah direncanakan tadi siang lewat handphone.


Dimeja berukuran besar ini terdapat Arzan bersama istrinya, lalu diisi Yanza bersama sang istri dan kedua anak sambung nya dan terakhir terdapat keluarga Emma yang juga semakin akrab dengan mereka semua.


Benar benar makan malam yang mewah dan direstoran yang juga mewah.


Meja makan itu telah diisi penuh dengan berbagai macam makanan yang begitu menggugah selera.


Mereka menunggu seseorang terlebih dahulu baru memulai, yaitu kedatangan Rayyan dan Angga yang juga mereka ajak.


Pesan Rayyan yang dikirimkan ibunya telah terbaca namun Angga belum juga melihat pesan yang Anita kirim bahkan Handphone nya mati saat ditelpon.


" ututuuu... bayi lucu ini siapa namanya. " Sedari tadi Eisya terus menggendong Ezraf dan ia sangat menyukai bayi lelaki itu.


" cuuupp.. " Arzan juga tidak bisa menahan kegemasan dan mencolek pipi gembul bayi itu.


" Heh Rafa mau punya adik gak...?? minta dong sama mama dan papa tuuu.. " goda Arzan selalu senang saat menjahili Rafa.


" heh kamuuu... " Emma memerah malu dan yang lainnya tertawa.


" gak mau punya adik nanti mainan ku diambil sama dia.. " ucap Rafa lucu dimata semua orang.


" pelit amat sih kalo cewe mau gak..?? tuu disamping ada cewe imut lhoo.. " Sekarang Chika juga digoda oleh Arzan membuat gadis kecil itu bersembunyi didada bidang ayahnya.


" kamu itu, masih kecil udah diajarin begituan... tapi kalo Rafa, Papa mertua ini akan menerima dengan senang hatii.. " sambung Yanza membuat semua orang dimeja itu menyoraki mereka.


" mau gak sayang.. " Wilson juga ikut menggoda putra bungsunya.


" namanya siapa pa.. " si kecil Rafa malah semakin membuat semua orang tertawa dengan tingkahnya.


Sedangkan Chika sudah malu malu di dekapan sang ayah sambung.


Ditengah tengah keributan mereka, seketika terhenti saat melihat kedatangan Rayyan dan menyambut remaja itu dengan senang.


Sebelum duduk Rayyan menyunggingkan senyumnya pada semua orang lalu menarik kursi yang masih kosong yang berada didekat adiknya.


" sayang sendirian aja Angga mana, katanya kamu tadi dirumah teman kamu itu.. " tanya Emma.


" iya nak kok Angga gak bareng sama kamu. " tambah Anita mencari keberadaan sang anak.

__ADS_1


" dia udah pulang duluan tante lagian saya baru liat pesan mama setelah ngantar Angga pulang.. " jawab Rayyan.


" kalian emangnya pergi kemana.. " tanya Emma.


" tadi sore makan juga disini terus keliling keliling sebentar dan pulang.. " jawab Rayyan tak mungkin mengatakan kejadian yang menimpa temannya.


" ouuhh tapi kok Angga Handphone gak aktif ya dari tadi Tante telpon.. " Anita kembali mengecek ponselnya dan pesan yang dikirim ke Angga belum juga terbaca.


" eee tadi sih Angga dia bilang ngantuk banget dan mau istirahat, masalah handphone mungkin batre nya habis dan mati... " bohong Rayyan karena tak mungkin mengacaukan makan malam ini dengan mengatakan masalah Angga.


" ouuhh... " Anita mengangguk lesu sedikit kecewa tanpa kehadiran anak sulung nya itu.


" eeeee... yasudah mungkin lain kali kita berkumpul lagi dan Angga pasti akan ikut, sekarang ayo kita mulai makan sebelum keburu dingin... " Arzan berusaha memperbaiki suasana.


Makan malam kurang satu orang itu pun berlangsung dengan meriah ditambah candaan dari para bapak bapak semakin membuat suasana ramai.


Rayyan hanya menyentuh sedikit makanan saja sebab perutnya sudah tidak kuat menampung setelah diisi penuh tadi sore.


Selebihnya ia menyuapi sang adik yang sangat suka makan.


Eisya juga makan sambil menggendong Ezraf yang begitu anteng digendongan bumil tersebut.


Meskipun kecil namun sedari tadi Rafa terus memperhatikan Chika tanpa disadari semua orang bahkan Chika sendiri tak sadar jika sedang diperhatikan.


Benar benar makan malam yang memuaskan.


Disaat semua orang sedang bersenang senang namun remaja yang menyedihkan ini terus menghapus airmata dikamarnya.


Angga bahkan mematikan Handphone nya saat panggilan sang ibu tertera dilayar HP nya.


Kejadian tadi masih begitu jelas terekam dikepalanya, rasa kecewa nya terlalu besar saat melihat sang ayah malah menghabiskan waktu bersama wanita lain. Dan fakta yang lebih menyakitkan, wanita itu sedang mengandung anak ayahnya.


Dirinya saja masih belum cukup mendapatkan kasih sayang dari orangtua dan kini ayahnya malah punya anak lagi dari wanita lain.


Selama ini ia juga banyak mengalah demi adik nya.


Apa yang harus ia lakukan, kemana ia akan pergi..?? sang ibu sudah disibukkan dengan keluarga barunya meskipun kasih sayang ibunya tak pernah luput, namun ia tak punya banyak waktu dengan sang ibu karena ada adik kecil lagi yang harus terus diperhatikan.


Baiklah ia bisa mengerti keadaan ibunya, sekarang ia tinggal bersama sang ayah yang ia pikir awalnya bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari ayahnya.

__ADS_1


Namun... apa lagi ini...?? apakah ia juga harus berbagi kasih sayang dengan adiknya yang lain meski belum lahir..!!


" AAAARRRRRRGGGHHHHH.... "


PRANGGG....!!!


Angga berteriak dalam tangisnya sambil membanting beberapa barang yang mudah pecah dikamarnya bahkan melempar vas bunga dari kaca membuat serpihan nya berkeliaran kemana mana.


" AAARRRRHHHH... HIKS.. HIKS.. AKU INGIN MATI SAJAAA.... HIKS.. AAAAAHHH.. " Angga menjatuhkan dirinya kelantai tak peduli lagi dengan kondisi kamar yang seperti kapal pecah.


Di sela sela tangisnya ia dapat mendengar ketokan pintu kamar dan teriakan dari sang ayah memanggilnya.


Angga tak peduli bahkan mengabaikan teriakan ayahnya.


Sekarang ia butuh waktu sendiri ingin menangis sepuas hati.


Sedangkan di luar kamar Angga, Harus juga ikut menangis dan dapat didengar teriakan frustasi dari anaknya.


Ia salah dirinya sungguh merasa bersalah, entah berapa hati yang sudah ia sakiti. Karena ego ia telah menghancurkan rumah tangga nya bahkan menggores luka besar pada hati anaknya.


Untuk apa melepaskan yang pasti demi mengejar yang tidak pasti.


Seandainya ia bertahan dengan sang istri yang tidak dicintai, tak ada hati yang akan tersakiti.


Sekarang apa..? Anita telah pergi dan Eisya takkan pernah menjadi miliknya.


Haris telah terjebak dalam masalahnya sendiri, antara Erin atau Angga yang pasti tidak mungkin bisa memilih keduanya.


Saat hatinya telah sadar disitulah ujian terberatnya ia dapatkan.


" hiks.. maafkan aku nak.. maafkan aku hiks... maafkan akuu.. maafkan papa hiks.. " Haris ikut menangis dibalik pintu kamar putranya.


" aku adalah ayah dan suami terburuk hiks.. maafkan aku... hiks.. maafkan aku karena telah menyakiti hati kalian semua.. " racaunya.


Sekarang baru terasa bagaimana penyesalan itu datang, ego yang terlalu besar telah menghanguskan sisa kebahagiaan yang masih ada.


" buka pintunya sayang papa ingin meminta maaf padamu dan menjelaskan semuanya padamu tolong dengar kan papa sekali ini saja.. hiks.. " Haris terus memohon meskipun pintu itu tak kunjung terbuka.


Haris tidak menyerah hanya saja bukan sekarang, tapi lain kali ia akan menjelaskan semuanya pada Angga.

__ADS_1


__ADS_2