
Haris dan Erin telah sampai di sebuah restoran tempat yang mereka tentukan.
Setelah memarkirkan mobil, keduanya pun melangkah memasuki restoran tersebut.
Erin sedari tadi terus berjalan dibelakang Haris entah merasa canggung atau bagaimana.
Menyadari hal tersebut, Haris menghentikan langkahnya seketika membuat Erin juga ikut berhenti.
Pria itu menghela nafasnya lalu menggandeng tangan Erin kesamping nya membuat gadis itu terkejut.
" bisakah jangan terus mengekor seperti itu, aku ingin kau disamping ku bukan dibelakang ku... " ucap Haris dan melanjutkan langkahnya diikuti Erin.
Keduanya duduk ditempat yang masih kosong dan menunggu sang pelayan untuk menanyakan pesanan mereka.
" pesanlah sesukamu tapi ingat juga kondisi mu oke.. " peringat Haris sambil memberikan beku menu yang terletak dimeja pada Erin.
Gadis itu mengangguk pelan lalu mengambil buku menu itu dari Haris.
Karena merasa canggung Erin tak bisa memilih makanan dan membuat dirinya bingung. Tanpa disadari sedari tadi Haris terus tersenyum memperhatikan dirinya.
Ditengah tengah kecanggungan tersebut sang pelayan pun datang menyelamatkan keadaan itu.
Haris langsung mengatakan pesanannya tanpa melihat menu karena sudah sering kesini dan Erin ikut menyamakan pesanan karena tak bisa memilih.
kini kecanggungan kembali berada diantara mereka setelah pelayan itu pergi.
" ekhemm... " Haris menggerhem agar keadaan tak begitu canggung untuk memulai obrolan.
" bagaimana keadaan mu, apa kandungan mu baik baik saja.. " tanya Haris mengetuk ngetukkan kedua jarinya saling bersentuhan.
" hmm.. yaa aku dan calon bayiku baik baik saja.. " jawab Erin sembari menyelipkan beberapa helaian rambut ke belakang telinga nya.
Haris mengangguk paham dan tersenyum pada Erin saat keduanya bertemu tatap.
" kenapa ya akhir akhir ini Om sering membuang buang waktu bersama saya. " Giliran Erin memberanikan diri untuk bertanya.
Mendengar itu Haris terkekeh dan juga sempat bingung dengan perasaan nya sendiri entah bagaimana bisa berubah secepat ini.
Awalnya ia sangat membenci wanita yang ada di depannya ini namun sekarang rasanya tak tenang jika sehari tak bertemu dengan wanita ini.
" aku sendiri pun bingung, ah sudahlah ohya setelah ini kita ke mall ya. " Haris berusaha mengalihkan pembicaraan.
" untuk apa.. " tanya Erin.
" untuk membeli keperluan si kecil.. " ucap Haris sembari tersenyum pada Erin.
Mendengar itu Erin menyunggingkan senyum tipisnya lalu mengusap perutnya yang sudah terbentuk itu.
__ADS_1
" waktunya masih panjang.. " lirih Erin.
" lalu apa salahnya kita mempersiapkan semuanya sekarang..? " sarkas Haris.
" tidak perlu-
" hei aku papanya dan aku akan menanggung semuanya dan bertanggungjawab... " Haris memotong pembicaraan Erin.
Bertanggungjawab semuanya kecuali bersedia menikahi untuk apa..??
Setelah nya tak ada lagi pembicaraan yang terdengar sampai sang pelayan menghidangkan pesanan mereka.
Kecanggungan itu terus berlangsung sampai acara makan selesai.
Singkat nya setelah membayar semua tagihan, mereka pun pergi darisana.
Sesuai perkataan Haris tadi, kini mereka akan menuju ke mall.
Erin tak lagi membantah karena percuma saja Haris akan tetap keras kepala.
Setelah menempuh perjalanan yang jarak nya lumayan memakan waktu, mereka pun sampai.
Seperti biasa memarkirkan mobil terlebih dahulu dan berjalan beriringan masuk ke mall.
Keduanya terlihat seperti sepasang suami istri meski terpaut usia yang begitu jauh.
Namun Haris terlihat begitu kentara saat dipasangkan dengan Erin.
Diibaratkan seperti Arzan dan Eisya begitulah terlihat Haris dan Erin yang sama sama cocok.
" masuk ke perlengkapan bayi yok.. " ajak Haris tanpa menunggu anggukan Erin.
Keduanya pun menuju ketempat perlengkapan bayi.
Bagi Erin ini adalah pertama kali tapi bagi Haris ia sudah sering kali ketempat ini bersama Anita saat mengandung Angga dan Chika.
Waktu itu Haris terlihat ogah ogahan karena paksaan dari orang tuanya tapi sekarang adalah keinginan dari hatinya sendiri.
Terlihat Haris yang begitu sibuk memilih dan Erin hanya diam saja memandangi.
" beli mainan juga ya.. " ucap Haris masih sibuk memilih.
" kita kan belum tau jenis kelamin nya apa, masa langsung beli. " ujar Erin sejenak menghentikan kegiatan Haris.
" beli untuk jenis kelamin keduanya aja siapa tau kembar cewe cowo.. hehe.. " Percayalah Haris hanya menebak.
" besok besok kita USG dulu biar tau jenis kelamin nya apa dan sekarang beli yang ringan ringan aja dulu kalo bingung, lain kali kita kembali kesini lagi.. " lanjut Haris kembali sibuk memilih.
__ADS_1
" liat deh topinya lucu... " Haris memperlihatkan sebuah topi bayi pada Erin.
" gak us-
" sssstttt aku yang beli.. " sela Haris.
Haris mengumpulkan begitu banyak barang yang dibeli untuk calon bayinya tak tinggal dengan mainan mainan yang beraneka ragam.
Erin yang melihatnya begitu terharu sampai sampai menitikkan airmata.
Selesai dengan perlengkapan tersebut, kini mereka menuju ketempat makanan.
Kembali lagi Haris begitu sibuk memilih makanan bergizi untuk dikonsumsi Erin juga beberapa susu hamil yang dibelinya.
" jangan lupa diminum susu nya.. " peringat Haris sembari menaruh kotak susu itu didalam keranjang.
Saat sibuk dengan kegiatan memilih barang tersebut, tiba tiba tiga orang gadis mendekati mereka karena melihat Erin disana.
Dan ternyata tiga gadis itu adalah teman kampusnya Erin.
" Eriinn..?? loh kok... hah..!! " ucap salah satu gadis yang bernama Erna merasa terkejut melihat perut Erin yang membuncit.
" jadi... ja-jadi lo selama ini gak masuk kampus... O May Got.. Erin.. lo..!! " tambah Vira selaku bagian dari mereka.
" dan itu siapa.. " tanya Elvi menunjuk Haris.
Deg...
Erin terdiam menundukkan kepalanya juga begitu merasa sangat malu akan kondisinya.
Melihat Erin yang seperti itu mana mungkin Haris merasa tega apalagi pandangan tiga gadis itu seakan memandang remeh kearah Erin.
Seketika Haris berulah, ia merangkul Erin membawa ke dalam pelukan nya membuat para gadis itu terkejut terlebih lagi Erin sendiri.
" dia istriku sekarang... " ucap Haris tersenyum pada ketiga gadis itu.
Glupp..
Erin meneguk ludah kasar dan membelalakkan kedua matanya. Tapi sesaat kemudian dirinya berpikir bahwa Haris melakukan ini semata mata hanya untuk melindungi dirinya dari para teman temannya.
" O May Gottt... ya ampuuuun.. Erin lo serius udah nikah.. kok gak ngundang kita sih.. " ucap Vira sedikit merasa iri melihat keromantisan suami istri ini.
" ah pernikahan kami dilangsungkan hanya untuk para Undangan Undangan yang terhormat.. maaf yaa.. " tutur Haris sebut saja sombong.
Mendengar kesombongan itu para gadis tersebut merasa kesal dan langsung pergi darisana.
Haris menertawai kepergian mereka sedangkan Erin sedang bergelut dengan pikiran nya sendiri.
__ADS_1
Tak ingin terbawa suasana, Erin bersikap seperti biasa dan sekarang gantian dirinya yang terlihat sibuk memilih.
Haris tau dan menyadari bagaimana perasaan Erin namun dirinya memilih diam karena tak tau harus berkata apa lagi.