
" lepas... lepaskan aku... hei siapa kamu... lepaskan aku.. " kesal Eisya di gendongan orang tak dikenal nya membawa nya keluar dari sana.
Mereka sudah berada diluar area perhotelan, Arzan menurunkan Eisya yang sedari tadi memukul dadanya.
" dasar brengsek... siapa kamu... " geram Eisya melihat pria dihadapan nya.
Arzan lalu melepaskan topi beserta kacamata nya dan terakhir membuka maskernya membuat Eisya terkejut melihat dirinya.
" o-omm.... om ngapain disini.. yang tadi nabrak aku juga om kan... ngapain sih ngikutin aku.. " kesal Eisya.
" dan sekarang ngapain gendong aku segala keluarin aku darisana... aku lagi sama Erin om... nanti dia nyari aku gimana.. " lanjut nya.
" dia gak akan nyari kamu.. justru dia punya niat jahat sama kamu.. " kata Arzan.
" maksud om apa sih... masih aja berpikiran negatif sama orang. "
" minuman itu tadi telah dicampur sesuatu oleh dia... dia ingin menjebak kamu disini.."
" hah... "
" aku sudah ikutin kamu dari awal kamu sampai direstoran.. saat dia pergi ke toilet aku pun mengikuti nya dan melihat apa yang ia lakukan... dengar Eisya.. dia tidak benar-benar tulus padamu.. dia ingin menjebak kamu dengan laki laki lain dihotel ini.. tujuannya agar kamu ditiduri.. " jelas Arzan dan Eisya masih mencerna setiap perkataan itu.
" benarkah... "
" untuk apa aku bohong... "
Eisya terdiam tak habis pikir pada Erin yang ternyata hanya ingin menjebak nya bukan benar-benar tulus.
" lain kali hati hati... kalau saja aku tidak mengikutimu pastinya kamu sekarang sudah menjerit ditempat tidur itu... "
" ihhhh gak usah diperjelas lagi.. " ucapnya sambil menghapus airmata di pipinya yang entah sejak kapan turun.
Menyadari Eisya menangis Arzan pun memilih diam dan tak mau memanas manaskan suasana lagi.
Grepp.....
Tiba tiba Eisya menumbruk ke pelukan Arzan menduselkan kepalanya didada bidang pria itu sambil menangis.
Melihat itu Arzan heran namun memilih diam dan mengelus rambut gadisnya itu.
__ADS_1
" hiks... terimakasih... hiks... kalau saja om tidak datang aku pasti sudah hancur malam ini... aku tidak bisa membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi... hiks.. terimakasih. "
" hei.. bagaimana mungkin aku membiarkan calon istriku dijahati orang lain.. aku sebagai calon suami mu pasti akan melindungi mu sebisa mungkin... aku janji.. aku akan mempercepat pernikahan kita agar kamu benar-benar bisa bebas darisana.. " tutur Arzan lembut sambil mencium pucuk kepala Eisya berkali kali.
" sekarang... kamu pulang yaa... ini sudah malam.. besok tunggu saja kejutan akan menantimu.. " lanjut Arzan.
" iyaa... " lirih nya pelan lalu melepaskan pelukan nya dari Arzan.
" ayo aku antar.. "
" tunggu lalu Erin dimana.. "
" kau ini masih saja memikirkan dia... bilang saja kalau sampai rumah nanti dia yang meninggalkan mu.. "
" kenapa begitu... "
" dasar bocah... katakan saja.. hmm.. yasudah ayo.. "
Mereka pun sudah berada dimobil menuju jalan pulang kerumah Tante Meri tanpa Erin.
Didalam mobil Eisya tertidur dan tak sengaja merebahkan kepalanya dibahu Arzan karena kelelahan.
" hah... Nadia... persis sekali... heemm.. " gumamnya lalu menoel lembut pipi Eisya yang sudah tertidur pulas.
Tak lama kemudian mobil itu sampai ditempat tujuan, Arzan turun lebih dulu lalu membuka pintu sebelahnya dan memilih tidak membangunkan Eisya namun menggendong nya.
Kini ia sudah berdiri dihadapan pintu sambil menggendong Eisya yang sama sekali tidak terusik dalam tidurnya.
" permisiiiii..... " teriak Arzan sedikit meninggikan suara agar terdengar dan setelah itu melirik Eisya memastikan ia tidak terbangun.
" permisiiiiii...... " teriaknya lagi dan selang beberapa detik kemudian pintu terbuka menampilkan Tante Meri dari dalam.
" iyaaa... eh Tuan.. ayo masuk.. " ucap Tante Meri mempersilahkan dan Arzan masuk menuju ke kamar Eisya untuk menidurkan gadisnya.
Sampai dikamar langsung ia tidurkan Eisya dengan posisi yang benar lalu menyelimutinya sebatas dada.
" tidurlah yang nyenyak.. mimpi yang indah.. aku keluar dulu yaa... "
Cupp....
__ADS_1
Tepat setelah memberi kecupan dikening gadisnya, Arzan pun keluar tak lupa menutup pintu kamar.
Diruang tamu Arzan bertemu dengan Tante Meri yang menunggunya dari tadi seperti meminta penjelasan.
" eh Tuan... a-ada apa ya.. kok bisa Eisya bersama Tuan... bukannya tadi dia pergi bersama Erin lalu kenapa sekarang dia bersama anda dan dimana Erin. " tanya Tante Meri sesopan mungkin.
" saya menemukan nya sendirian dijalan sepertinya Erin meninggalkan nya dengan sengaja... saya yakin anak anda pasti ingin menjebak Eisya dan meninggalkan nya begitu saja.. untung saja saya disana... dan membawanya pulang... tolong katakan pada Erin nanti kalau dia pulang jangan mengulangi kesalahan ini lagi.. kalau tidak... ah.. tolong katakan jangan macam macam dengan calon istri saya. " tegas Arzan.
" b-baik akan saya nasehati dia.. maafkan atas kesalahan nya kali ini... "
" ya.. kalau begitu saya permisi.. soal anakmu yang belum pulang jangan salahkan Eisya karena Erin duluan yang meninggalkan nya.. mengerti.. "
" i-iya saya mengerti.. "
Dan Arzan bergegas meninggalkan rumah itu menuju mobilnya.
Sedangkan Tante Meri merasa cemas pada Erin yang belum pulang.
" terkadang peran antagonis itu juga diperlukan untuk membalas antagonis lain.. hah.. " smirk Arzan sambil menyetir dengan santai.
Dan keesokan harinya.
Pagi ini Erin terbangun ditempat yang asing dan yang lebih terkejut lagi apakah ia tertidur tanpa sehelai kain karena ia merasa tubuhnya hanya ditutupi selimut tebal.
Setelah mengumpulkan kesadaran nya ia baru ingat dan berteriak keras melihat dirinya yang seperti ini.
Pasti semalam ada kejadian yang membuatnya seperti ini.
" Aaaarrrrrrrrgghhhhh.... apa ini... kenapa aku disini... dan kenapa aku telanjang begini... AAARRRRRHHH.... ADA APA DENGAN KU... APA YANG SUDAH TERJADI.... HIKS... MAMAAAA..... " Teriaknya sambil menjambak rambutnya sendiri karena yakin sesuatu yang buruk telah menimpanya berhubung penampilan nya yang kacau begini apa lagi mengingat ini hotel.
" gak mungkin.... gak gak mungkin... aaaarrrrrrrrgghhhhh sialan... ini pasti gara gara minuman yang diberikan pria itu... karena setelah meminumnya aku langsung tidak ingat apa apa dan sebelum itu aku juga sempat pusing... aaaahhkkk... bedebah sialan.. kenapa aku yang kemakan jebakan sendiri... hiks... "
" dan ini... siapa yang melakukannya pada ku... aku yakin.. pasti aku sudah diapa apa kan semalam.. dan jangan bilang kalau orang itu adalah... AAAARRRRHGHHH.... TIDAAAAAKKKKK.... ANJING SIALAN.. " Murka Erin sambil melempar bantal bantal ke segala arah.
Setelah meratapi nasibnya ia pun bangun dan memakai kembali pakaiannya yang sudah kusut tergeletak di lantai, membersihkan dirinya dahulu lalu pulang.
Dalam hati ia selalu was was dan tidak bisa tenang mengingat apa yang telah terjadi semalam.
Dan satu hal lagi apa yang harus ia katakan pada ibunya ketika pulang nanti, lalu Eisya dia kemana kenapa ia meninggalkan nya dan bagaimana mungkin ia langsung pulang begitu saja.
__ADS_1
Gara gara minuman itu semuanya jadi kacau, siapa sih orang yang memberikan minuman itu yang seperti sengaja menjebak dirinya dan menyelamatkan Eisya. Semua itu berkecamuk dipikiran Erin saat ini.