
Hari ini setelah sarapan seperti biasanya Tuan dan Arzan akan berangkat kekantor namun sepertinya mereka berbelok tidak jadi ke kantor dulu tapi ke suatu tempat yang lain.
Merasa arah kantor nya berbeda, Arzan yang duduk disamping kemudi pun bertanya pada papinya yang terlihat santai saja.
" padahal belum setua amat lho pi masak udah pikun aja... arah kantor kesana pi.. papi gimana sih udah ku bilangkan tadi biar Arzan yang nyetir... " ucap Arzan dan Tuan hanya menanggapi nya dengan santai.
" diam kamu... " balas Tuan membuat Arzan tak terima.
" yeeee... papi udah salah nyolot lagi.. tau ah terserah... " kesal Arzan.
Keduanya pun tak ada yang mengeluarkan suara lagi terlebih Arzan yang berusaha tak peduli tapi masih penasaran sama papinya yang jelas jelas udah tau salah arah kok gak putar balik.
Sampai pada akhirnya mobil mewah berwarna putih itu pun memasuki area perkarangan rumah yang tidak terlalu besar dari rumah Tuan namun terlihat mewah dan indah apalagi ditambah air mancur didepan halaman rumah itu.
Warna yang tidak terlalu mencolok juga model rumah yang benar benar pas untuk orang berkelas seperti Arzan.
" turun.... " perintah Tuan dan Arzan turun dari mobil secepat mungkin walau masih kesal sama papinya.
Diikuti Tuan yang juga turun mendekati Arzan yang berada disebelah pintu mobil.
" gimana menurut kamu rumah ini. " tanya Tuan Rahendra sekaligus meminta pendapat anaknya.
" oke sih tapi emangnya kenapa.. " balas Arzan balik bertanya.
" kira kira apa yang kurang... kamu suka gak rumah ini... " tanya Tuan lagi membuat Arzan semakin bingung.
" ck apa sih pi bertele tele ngapain juga aku ngomentarin rumah orang.. " Arzan terlihat sebal.
" ahahah... bodoh apa gimana sih kamu.... dasaaarrr.... udah lupa kamu sama permintaan kamu yang kemarin waktu diruangan sama papi.. "
Deg
Arzan membulatkan matanya dan baru ingat, pria itu dengan cepat mengubah ekspresi wajah yang awalnya murung jadi ceria level tinggi dan memeluk papinya kegirangan.
" s-seriusss ini piiii... " Tuan Rahendra mengangguk tersenyum dan Arzan tanpa merasa beban langsung memeluk erat papinya yang membuat sang ayah hampir kehilangan nafas.
__ADS_1
" assyyyiiiiiikkkkk memang ayah terbaik... makasih papiku sayang yang ganteng dan tampan... " puji Arzan.
" sekarang senangkan... tadi yang kesal didalam mobil siapa.... " ucap Tuan menggoda.
" heheh.... " pria itu hanya bisa nyengir.
" terimakasih banyak pokoknya pi, jadi aku bisa segera tinggal disini kan bersama istri ku... " Tuan mengangguk dan menyunggingkan senyum menanggapi ucapan putranya.
" rumah nya bagus banget aku yakin Eisya juga pasti akan suka.. " gumam Arzan.
" mau lihat kedalam... " Ajak Tuan.
" tentu... " jawab Arzan bersemangat.
Sekitar 30 menit mereka menghabiskan waktu untuk melihat lihat lokasi rumah itu, maunya sih lebih lama lagi berada disini tapi karena menyangkut soal pekerjaan menjadikan mereka meninggalkan rumah itu dan kembali kekantor.
Tapi setelah pulang nanti Arzan berencana kembali kerumah itu dan mengajak Eisya untuk tinggal disana mulai besok.
Dirumahnya Tuan Rahendra dan nyonya.
Karena punya banyak waktu kosong, nyonya pun berinisiatif untuk mengajak menantu nya masak bersama sekaligus untuk mempererat hubungan mereka.
Memasak bukan lah hal sulit bagi Eisya karena dari dulu ia sudah terbiasa memasak dirumah tantenya.
" wah pandai sekali menantuku ini... Arzan memang tidak salah pilih... malah dia beruntung sekali... " puji nyonya membuat Eisya tersipu.
" saya juga beruntung menjadi bagian dari keluarga baik ini... terimakasih banyak mama... " balas Eisya tak kalah memuji.
Keduanya pun saling melempar senyum dan melanjutkan acara masaknya sambil berbincang bincang menukar cerita.
" euumm... makanan kesukaan suamiku apa ya maaa... " tanya Eisya membuat gestur berpikir.
" nasi goreng ayam tepung dan sup daging sapi... kalo makanan luar dia sukanya pizza dan sushi.. dan masih banyak yang lainnya... lalu kalo minuman dia sukanya kopi manis dan benci kopi yang pahit... " jelas nyonya membuat Eisya mengangguk paham.
" satu hal lagi makanan yang paling dia benci adalah bubur ayam, durian, dan makanan pedas... " lanjut nyonya.
__ADS_1
" makanan pedas??.. " bingung Eisya.
" sebenarnya bukan benci tapi tidak bisa dia makan... perutnya itu sensitif terhadap makanan pedas dan juga dia punya lambung yang tidak sehat... jadi pola makannya itu harus benar benar dijaga... telat sedikit saja dia bisa sakit perut.. " terang nyonya membuat Eisya merasa kasihan padahal dirinya itu sangat menyukai makanan pedas bahkan itu adalah kesukaan nya.
" eumm.. gitu... " jawab Eisya mengangguk paham.
" kalo kamu sendiri sukanya apa.. " giliran nyonya menanyai makanan kesukaan menantunya.
" eeee.... Eisya sukanya nasi putih dan telur dadar juga sayur sayuran... eumm enaknya... dan yang paling Eisya suka adalah..... eee....eee.. " gadis itu terlihat ragu ragu sekaligus malu untuk mengungkapkan makanan kesukaan nya.
" apa itu sayang... " tanya nyonya lembut.
Gadis itu senyum senyum sendiri dan menggoyang goyangkan tubuhnya pelan lalu mendekatkan mulut nya ke telinga mertua nya alias ingin membisikkan sesuatu.
" ikan bakar dan sambel terasi... " bisik Eisya membuat nyonya terkekeh tapi bukan tentang makanan kesukaan nya namun karena tingkahnya yang menggemaskan itu.
" manis sekali... menantuku ini.. " ucap nyonya mengelus pelan rambut gadis itu.
" jangan bilang pada siapapun ya ma tentang ituuuu.... " ujar Eisya malu malu.
" ahahah... sayang... kau ini lucu sekali... setiap orang itu pasti punya selera jadi tidak usah malu.. " ucap nyonya tersenyum lebar.
" hehe... iya ma tapi janji jangan bilang pada siapapun ya ma apalagi suami ku.. nanti aku malah ditertawai... " tutur gadis itu memohon.
" kenapa harus ditertawai itukan selera masing-masing... tenang saja kalo sampai Arzan menertawai biar mama yang menendangnya.. ahaha... " canda nyonya.
" ahh mama... " Keadaannya pun semakin ramai karena cerita itu.
Eisya terlalu sering berhadapan dengan makanan yang disebutkan sebagai makanan kesukaan nya menjadikan ia menyukai makanan tersebut dan lagi ia belum pernah mencoba makanan makanan mewah lain sebelum menikah, hanya itu itu saja yang ia makan maka dari itu ia tidak tau makanan kesukaan apa yang harus ia katakan selain itu sedangkan mencicipi nya kadang jarang bahkan tidak pernah.
Lain dengan Arzan yang semua makanan telah ia coba dan hampir semua bisa dikatakan makanan kesukaan nya hanya beberapa saja yang tidak disukai seperti yang mamanya katakan tadi.
Dan makanan pedas ia punya masalah dengan makanan itu bahkan bisa dikatakan tidak akan bisa berbaikan dikarenakan berhubung kondisi perutnya yang tidak memungkinkan.
Pria itu punya lambung yang sensitif dan mudah sakit perut bila melanggar hal itu.
__ADS_1
Maka dari itu ingatkan Eisya sebagai sang istri agar selalu membantu mengingat kan pola makan suaminya itu.