
Di sebuah cafe sebut saja cafe cinta.
Haris telah berhasil mengajak Erin bertemu dan sekarang mereka mengobrol ngobrol untuk permulaan Haris menyampaikan maksudnya.
" ayo nikmati lah hidangan nya. " ucap Haris mempersilahkan.
" ah iya terimakasih banyak om. " jawab Erin dengan perasaan senang karena ditraktir dengan makanan mewah dan sebanyak ini.
" iya tidak usah sungkan sungkan. " sahut Haris.
Erin menikmati makanan itu dengan senang tanpa curiga dengan orang dihadapan nya sekarang pasti ada maunya.
" ohya saya mau nanya sesuatu boleh. " tanya Haris memperlancar maksudnya.
" iya silahkan tanya saja. " jawab Erin sambil menyeruput spagetinya.
" kau tau seorang pria bernama Arzan. " sejenak Erin terdiam.
" iya tentu dia adalah orang yang mencintai Eisya dan orang yang berhasil merampas Eisya darimu kan om. " jelas Erin.
" benar sekali.. " sahut Haris.
" lalu kenapa om menanyai oh.. aku tau apa om sedang merencanakan sesuatu. " tebak Erin menunjuk Haris dengan garpu yang dipegangnya.
" ow hati hati garpunya. " tegur Haris hampir terkena matanya.
" ah maaf.. hehe.. "
" iya tidak apa apa... tapi tebakanmu benar sekali.. "
" benarkah.. lalu rencana apa dan kenapa om mengajak ku ketemu disini. "
" hmmm... menurutmu Arzan itu tampan atau tidak.. "
" tentu.. ah.. kenapa anda bertanya begitu. " Erin menutup mulutnya karena hampir keceplosan.
" ahaha... kata hatimu itu.. aku tidak bisa dibohongi.. aku tau kau menyukainya. "
" percuma kan aku mencintai nya lagipula ia mencintai Eisya.. sia sia.. "
" sssssstttt... apa kamu akan membiarkan begitu saja.. ayo semangat lah mana usahamu.. harusnya kamu bangkit merebut cinta mu itu.. "
" maksud om.. "
" heuh.. " smirk Haris.
" mau kerja sama nya.. " lanjut Haris.
" a-apa.. " bingung Erin.
__ADS_1
" sini saya beritahu sesuatu.. " kemudian Haris membisikkan beberapa kalimat ke telinga Erin dan gadis itu manggut manggut paham.
Begitulah kedua nya tertawa setelah menemukan sebuah cara untuk merebut hak nya.
" kapan akan kita laksanakan om.. "
" langsung besok malam aku tidak sabar lagi.... "
" oke... aku siap.. "
" ingat jalani rencana kita dengan mulus jangan sampai ketahuan siapa pun termasuk ibumu sekalipun.. "
" beres om.. "
Keesokan harinya.
Hari ini seperti biasa Eisya menjalani kehidupan aman damai setelah Tantenya berbaikan dan dia akan melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti membersihkan halaman karena ia sudah tak lagi kuliah.
Setelah sarapan Tante Meri keluar untuk belanja dan Eisya sedang menyiram bunga di halaman rumah sambil bersenandung merdu.
Tengah asyik bersenandung tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Erin dan yang lebih mengejutkan lagi gadis itu menyapanya dengan ramah.
" haii.. " sapa Erin melambaikan tangannya.
" eee.. h-haii.. " Eisya juga menyapa ikut melambaikan tangannya.
" t-tidak usah.. tidak apa apa.. ini juga sebentar lagi selesai.. " jawab Eisya tak enakan.
" kalau begitu boleh aku minta waktu kamu sebentar untuk mengobrol. " tanya Erin memohon.
" eee.. b-baiklah.. tapi tunggu aku menyelesaikan ini sebentar lagi. " balas Eisya masih belum mengerti dengan keadaan Erin yang tiba-tiba baik begini.
" oke.. aku tunggu diteras yaa.. "
" i-iyaa.. "
" cepatlah.. " ucap Erin tersenyum dan pergi ke teras rumah duduk disana menunggu Eisya.
" ada apa dengan nya kenapa tiba-tiba jadi ramah begini.. ah mungkin ia memang mau berbaikan.. kalo itu benar syukur lah aku senang sekali.. " gumam Eisya lalu cepat cepat menyelesaikan tugas nya.
15 menit berlalu Eisya telah duduk diteras rumah berdua dengan Erin yang dari tadi senyum ke arahnya.
" ada yang m-mau kau sampaikan.. " tanya Eisya masih kaku.
" hmm.. iya.. dan pertama tama.. aku mau menyampaikan maaf ku.. maaf selama ini sudah bersikap gak baik sama kamu.. maaf maafkan aku dan sekarang aku sadar betapa baiknya dirimu.. tolong terimalah permintaan maaf ku ini aku tulus aku benar-benar ingin berbaikan dengan mu.. " jelas Erin memohon maaf memegang tangannya Eisya yang diletakkan diatas paha.
Kedua sudut bibir Eisya tertarik membentuk senyum dan balas memegang tangan Erin.
" benarkah.. "
__ADS_1
" hm.. iya aku sungguh sungguh.. " ucap Erin meyakinkan.
" hah.. terimakasih.. aku senang sekali kamu mau berbaikan dengan ku.. " kata Eisya menangis bahagia.
" jadi mulai sekarang kita baikan.. " ulang Erin.
" tentu.. ahaha.. aku senang sekali.. terimakasih.. " dan mereka pun berpelukan.
" hah mudah sekali menipu dia.. dasar bodoh.. sampai matipun aku tidak mau berbaikan dengan mu.. kamu itu pembawa sial bagi keluarga ku.. ibumu telah merebut pria yang dicintai ibuku dan sekarang kamu melakukan hal yang sama.. hah.. tidak akan kubiarkan.. lihat saja malam nanti adalah malam kehancuran mu dan aku akan merebut kembali milikku.. " batin Erin.
" ohya Eisya nanti malam kamu ikut aku yaaa.. plis.. "
" kemana.. "
" kita dinner untuk merayakan hari berbaikan kita.. gimana mau yaa.. " bujuk Erin.
" ahaha.. kamu ini.. tentu saja aku mau tapi ajak Tante sekalian.. "
" eh jangan gak usah... "
" lhoh kenapa.. "
" inikan untuk kita berdua.. dan nanti malam mama pasti gak bisa datang karena kamu tau sendiri kan mama gak suka keluar kalau gak ada papa.. " terang Erin.
" iya sih tapi gak papa kalau nanti Tante ditinggal sendirian.. "
" udah gak usah khawatir nanti aku yang akan minta izin kamu tenang aja.. yang penting nanti malam kita dinner oke.. " Eisya tersenyum menanggapi dan sama sekali tak mencurigai Erin yang punya niat jahat.
" ohya kamu gak kuliah hari ini.. apa masuk jam siang nanti.. " tanya Eisya.
" sebenarnya aku gak mau masuk hari ini. "
" kenapa.. " tanya Eisya.
" karena aku mau menghabiskan waktu bersama kamu.. "
" uuuhhh sampai segitunya haha.. "
" iya dong.. hehe.. " nyengir Erin dan tersenyum sinis diakhir tanpa diketahui Eisya.
" jangan lupa ya nanti malam.. jangan bikin janji sama orang lain.. awas lho.. " peringat Erin.
" iya iya beres... " ucap Eisya mengangkat kedua jempol.
" iuhh kalau bukan karena rencana itu menjijikkan sekali aku bersikap seperti ini padanya.. sabarr.. hanya untuk sekarang dan setelah itu ia bisa jauh jauh dariku hidup menderita dan aku akan menggantikan posisinya menjadi istri tuan Arzan yang tampan mempesona. " Erin membantin busuk.
Begitulah Erin bermuka dua dan berbicara tak sesuai kata hati.
Dan Eisya begitu polos tak menyadari kalau dirinya sedang dijebak.
__ADS_1