
Terhitung sudah tiga hari Arzan dan Eisya menghabiskan bulan madunya dinegeri orang, dan tiga hari itu tiada kata tidak bahagia yang dirasakan oleh mereka.
Dan tiga hari itu juga membawa perubahan besar pada Nicki dan Erin yang semakin hari semakin akrab saja.
Semakin besar harapan dihati Nicki untuk menikahi Erin.
Ya selama ini tak pernah sekalipun terbayangkan olehnya untuk mencintai wanita itu namun akhir akhir ini hatinya benar benar berkata untuk segera memiliki gadis tersebut meskipun tak lagi perawan.
Seperti sekarang ia sudah siap dengan pakaian nya yang rapi di dalam kamar sembari bercermin.
" semoga lamarannya lancar dan semoga saja mama dan papa bisa menerima Erin dengan baik. " ucap nya di depan cermin.
Dirinya lalu keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana ibunya sudah menunggu disana.
Meski begitu tak terlihat raut wajah bahagia sedikit pun dimata ibunya dan malah sangat kecewa pada sang anak yang lebih memilih menikah muda daripada mengejar impian nya. Bisa dibilang Nicki dengan usaha keras membujuk orang tuanya meski mendapatkan tamparan dari sang ayah semalam.
" kenapa kau begitu keras kepala Nicki.. kau itu masih muda.. mama dan papa mengharapkan mu menjadi seorang yang sukses bukannya memilih jalan nikah muda seperti ini.. " ujar Nyonya Hana ibunya Nicki.
" apa peduli mu maaa... selama ini mama dan papa cuma sibuk masing masing tanpa melihat aku.. kesuksesan...???? untuk apa jika tidak ada kebahagiaan.. " tutur Nicki.
" lalu apa dengan nikah muda kamu bisa mendapatkan kebahagiaan.. " tanya Nyonya Hana.
" setidaknya aku tidak kesepian dan punya seorang istri untuk mengurus ku.. " jawab Nicki datar.
" mama tidak mengerti dengan jalan pikiran mu.. dan lihatlah karena ulahmu, papa mu sampai tidak mau melihatmu lagi... secantik apa sih gadis yang ingin kau nikahi itu. " cibir Nyonya Hana.
" ayo ma kita sudah terlambat ini.. " ucap Nicki mengalihkan pembicaraan.
" ingat Nicki... kalau bukan karena ancaman mu untuk bunuh dirii.. mama tidak akan sudi untuk menemanimu pergi kesana.. " kecewa Nyonya Hana.
Beralih ditempatnya Arzan dan Eisya.
Di Jepang.
Kedua insan itu sedang berjalan jalan kaki menyusuri kota yang indah ini menggunakan pakaian hangat berhubung udara disana sangat sejuk.
Tak henti hentinya Eisya berceloteh riang melihat pemandangan didepannya dan meloncat kegirangan saat melihat salju. Arzan yang melihat itu tak bisa melewati momen tersebut sehingga memotret sang istri dengan handphone miliknya.
" hei lihat kemari... ayo senyum... " Arahan Arzan yang akan memotret istrinya.
Eisya dengan gaya andalan berusaha berpose sebagus mungkin.
Cekrek..
__ADS_1
" siipp istrikuuu... uuhhh... " goda Arzan melihat gambar istrinya yang begitu lucu.
" lagi lagiii... " ucap Eisya berpose dengan gaya lain.
" hemm... tukan.. gak cukup satu kali memang... yaudah sini... satu dua... "
Cekrek..
" giliran aku dong masa kamu mulu. "
Kini giliran Arzan yang difoto berpose dengan gaya aneh nya sampai membuat Eisya tak kuasa menahan tawa.
Indahnya kebahagiaan dua insan tersebut, namun tanpa disadari keduanya sedari tadi seseorang nampak memperhatikan mereka dengan gelagat aneh.
Orang itu terus melihat Arzan dan Eisya dengan tatapan aneh seperti tak asing melihat pasangan tersebut terlebih lagi wajah Eisya.
" tidak mungkin.... kenapa bisa begitu sama... sudah dua puluh tahun... dan lelaki ituuu... diaaa... aku tidak akan pernah melupakannya.... " ucap sosok lelaki itu.
Terlihat dari wajahnya ia bukanlah kelahiran dari negara ini karena ia pun menguasai bahasa Indonesia dengan lancar tidak terdapat kekakuan sedikit pun.
Dan lagi ia memang kelahiran dari Indonesia.
" aku harus menyelidiki mereka. " lanjutnya tak sedikitpun melepas pandangan nya terhadap mereka.
Kini ia sudah berada dirumah Erin, disambut begitu ramah oleh si pemilik rumah meskipun didalam hati mereka penuh dengan tanda tanya.
" mohon maaf kalau kedatangan kami tiba tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu. " Ucap Nicki memulai pembicaraan.
" tidak apa apa nak, tapi apakah ada hal yang akan disampaikan pada kami melihat kedatangan nak Nicki beserta ibu. " jawab Tante Meri seramah mungkin.
Nicki tak langsung menjawab, ia memandang kearah Erin yang menundukkan pandangannya lalu melirik ibunya yang terlihat dengan muka masam.
" maksud kedatangan kami adalah... ahh langsung ke intinya karena saya tidak pandai berbasa basi... Tantee... saya ingin melamar Erin untuk menjadi istri saya.. " tutur Nicki membuat Erin dan ibunya terkejut sedangkan nyonya Hana penuh gemuruh dalam hatinya.
" Nak... ka-kamu.. jangan bercanda.. kamu masih kuliah lho.. " ujar Tante Meri.
" Tante.. saya gak bercandaa... saya tulus ingin menjadikan Erin menjadi istri saya.. " tegas Nicki.
" Erin maukah kamu menerima lamaran ku.. aku benar benar tulus akan keputusan ku.. hari hari yang singkat saat kita habiskan bersama mampu membuat ku jatuh hati padamu.. " Nyonya Hana yang duduk disamping Nicki hampir muntah mendengar penuturan anaknya.
" tap-tapii... apakah kamu benar benar yakinin.. " tanya Erin gugup.
" hadeeeuuhhh.. saya sarankan yaa mendingan kamu itu tolak anak saya.. " Nyonya Hana bersuara membuat semuanya terkejut terlebih lagi Erin yang hampir saja bahagia namun terhempas seketika.
__ADS_1
" ma-
" dimana sih letak otakmu itu Nicki... mama dan papa memasukkan mu kuliah agar kau bisa jadi orang sukses nanti, tapi sekarang apa, kamu malah meninggalkan kuliahmu demi wanita seperti ini.... hah ya tuhaaannn... dimana kewarasan mu sayang. " Nyonya Hana sungguh muak, ia tak bisa menahan diri lagi untuk mengikuti kemauan anaknya.
" maaa.. mama udah janji kan sama aku kalau mama bakal setuju.. kenapa sekarang seperti ini.. " bantah Nicki.
" mama gak tahan Nicki.. oke fine kalau wanita itu lebih berkelas.. tapi lihat ini.. kamu gila... bahkan pembantu dirumah kita lebih berkelas daripada wanita mu itu. " Sombong Nyonya Hana.
" CUKUP NYONYA... sudah cukup kau menghina anak saya... percuma ya tadi saya berlagak ramah ternyata yang datang hanyalah manusia berperilaku hewan. " balas Tante Meri.
" HEEIIII.... mulutmuuu... tidak lihatkah bagaimana tampang dirimu dibanding dengan ku yang penuh kehormatan ini. " nyolot Nyonya Hana.
" yaahh kehormatan yang tidak pantas untuk dihormati.. " timpal Tante Meri.
" maaa udah maaa... jangan balas lagi. " Erin mencoba menenangkan ibunya.
" wanita seperti dirinya itu harus dikasih paham agar dia tidak bertingkah seenaknya... aku tidak rela membiarkan ular itu menghina putriku yang kusayangi.. " ucap Tante Meri.
" ouuhhh yaa kalau begitu kalian sama saja yaaa... hahaa.. Nicki lain kali kalau mau milih calon istri lihat dulu ya kehormatan nya.. " tambah Nyonya Hana.
" maaa... udah... ayo kita pulang. " lerai Nicki.
" ya bawa pulang ibumu itu dan ajari dia cara menghargai orang lain, kalau aku tau yang datang hanya sampah aku tidak akan membuka pintu. " geram Tante Meri.
Nicki dengan hati kecewa membawa pulang ibunya yang masih saja merepet tidak jelas, niat hati ingin bahagia kenapa malah jadi begini.
Begitupun Erin yang sudah berurai airmata, ia pikir hari ini adalah kebahagiaan nya karena Nicki melamarnya namun ternyata belum semenit rasa bahagia itu lenyap seketika karena pernyataan ibunya Nicki.
Nyatanya dirinya memang tidak diizinkan untuk bahagia meskipun sudah berusaha ia merubah diri.
" jangan pernah temui lelaki itu lagi, anggap saja tidak kenal, lelaki itu memang baik tapi tidak dengan ibunya. " ucap Tante Meri.
" tapi-
" nak.. saat kau menikah dengan nya nanti justru bukan kebahagiaan yang kau dapatkan melainkan penderitaan karena ibunya tidak menyukai kita... wanita itu yang akan menjadi mertuamu.. meskipun kau tidak tinggal dengan mertuamu.. kebahagiaan belum tentu menyertai kalian. Bayang bayang rasa tidak enak hati pasti muncul. "
" ada mama sayang jangan sedih.. mama akan merobek mulut mulut yang menghina kita.. jaga bayimu dengan baik jangan pikirkan apapun yang membuat mu stress. " airmata mengalir membasahi pipi Tante Meri.
" hikss... maaa aku maluuu...hiks...seiring berjalannya waktu pasti orang orang akan tauu.. aku melahirkan seorang bayi tanpa kehadiran sosok suami... hiks.. aku maluuu... hiks.. apalagi jika papa tauuu... hiks.. " Erin memeluk ibunya menangis sederas derasnya.
" mama Nicki menolakku mentah mentah tadi apalagi saat ia tau kalau sekarang aku sedang hamil... aku memang menjijikkan... aku telah kehilangan kehormatan ku.. hiks.. " lanjut Erin.
" ssssttt sudah diam aku ibumu aku yang lebih tau tentangmu bukan wanita asing itu yang seenaknya menghina mu.. aku yang melahirkan mu.. wanita itu tidak berhak untuk menghina mu.. " Tante Meri memeluk dan menciumi anaknya.
__ADS_1