Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 47


__ADS_3

Esok Harinya.


Hari ini sedikit dari penderitaan nya telah berkurang yang biasanya bangun pagi selalu dicaci oleh Tante nya namun sekarang berbeda jauh dengan menyapanya dengan ramah.


Hanya saja Erin yang belum bisa menerimanya karena ia selalu menatap benci pada dirinya.


Setelah membersihkan diri memakai baju santainya sambil mengering kan rambutnya, seketika itu pula ada yang mengetok pintu kamarnya dari luar.


Menunda sebentar kegiatan yang dilakukannya beralih mendekati pintu dan membukanya.


" eh Ta-tante ada apa.. " tanya Eisya masih takut takut walau Tantenya ini sudah berubah keliatan untuk sekarang sih tidak tau nantinya.


" diluar ada yang menunggumu.. " jawab Tante Meri seramah mungkin.


" siapa.. " tanyanya lagi.


" orang itu dilarang memberitahu.. ayo cepatlah dia sudah lama menunggu. " ucap Tante Meri setelah itu meninggalkan Eisya yang padahal masih ada yang mau ditanyakan lagi.


" hmm.. siapa yaa.. aku kan masih belum ngeringin rambut masih kusut begini pula hah gakpapa deh toh bukan orang istimewa juga yang datang ngapain aku repot repot ngerapiin diri... " ucap nya lalu langsung menghampiri keruang tamu.


Diruang tamu tidak ada siapa-siapa lalu Eisya beranjak keluar seketika itu pula ia terkejut sekaligus malu malu melihat pria dihadapan nya malah dengan penampilan begini lagi.


Pria berkacamata dengan setelan kemeja putih celana hitam pekat ditambah sepatu yang tidak bisa dideskripsikan jumlahnya apalagi dengan style rambut menampakkan jidat paripurna. ( mohon tahan nafas) 😌


Mantap sekali, om bukan sembarang om.


Dan sekarang ia malah tersenyum manis menampakkan deret giginya semakin membuat Eisya bisa dikoma di tempat.


Gadis itu nampak malu malu dan merutuki dirinya sendiri kenapa tidak dandan tadi, huh menyesal sekali apalagi rambut kusut begini untung udah mandi.


Arzan tau dan tersenyum melihat calon istrinya yang salah tingkah persis seperti Nadia dulu waktu ia sedang menggoda nya.


Gadis imut itu ingin sekali ia makan ups tapi kalo dimakan nanti gak jadi nikah dong, gak jadi deh.

__ADS_1


" sibuk sekali ya calon istriku gak sabar ketemu calon suami sampai lupa ngeringin rambut, emang sekangen itu ya... ahaha.. baru aja sehari ditinggal.. " goda Arzan.


" ih engga.. aku cuma gak mau bikin tamunya nunggu kelamaan lagian aku gak tau kalo tamunya itu om.. " jawabnya malu malu.


" eummm... terus kalo tau.. "


" kan bisa dandan dulu hehee... "


" aahahaha.. udah pande ya.. gadis kecil om..... ahaha.. " Arzan tertawa dan Eisya menahan senyum sekaligus pipinya yang memerah.


" tunggu sebentar.. " ucap Arzan lalu membuka jok belakang mobil dan mengambil sesuatu.


Setelah sebuah handuk kecil diambil jok nya kembali ditutup dan ia mendekati Eisya.


" sini calon suami mu keringin.. " tanpa menunggu jawaban, Arzan berdiri mendekat dihadapan Eisya dan mulai mengelap rambut nya dengan handuk itu pelan pelan.


Ingin menolak Arzan keburu bertindak jadilah ia menerima dengan senang hati.


" nanti kalo udah jadi suami istri gantian yaaa... heumm.. kkkk.. " kata Arzan terkekeh sendiri.


Eisya menikmati setiap usapan lembut yang diberikan begitu juga Arzan yang tak terkejut karena tidak menemukan kutu di rambut gadisnya ini. Lagian masa sih punya kutu kan gak estetik lagi cerita nya.


" rambutmu bagus apalagi panjang.. nanti kalau panjang jangan dipotong yaa.. karena aku suka.. " ucap Arzan memandang helain rambut Eisya yang pirang.


" om suka rambut panjang?? kalo aku sih lebih suka pendek makanya selalu aku potong kalo udah mulai kepanjangan. " sahut Eisya karena memang itu style rambut nya.


" rambut panjang itu terlihat lebih anggun dan cantik... nanti kalo kamu udah jadi istri ku maka akan kubuat larangan potong rambut...... " ucap Arzan masih melakukan hal yang sama mengeringkan rambut gadis itu.


" mana ada larangan seperti itu.. " protes Eisya.


" ada!! aku yang buat.. " balas Arzan menaikan turunkan kedua alisnya.


" ihh... rambut pendek itu keren om.. "

__ADS_1


" rambut panjang lebih anggun terus kalo dielus rambutnya sampai ujung jadi lama kelarnya... hehee.. "


" ih om ada ada aja.. terus kalo suka rambut panjang kenapa bukan rambut om sendiri aja yang dipanjangin.. " canda Eisya.


" kamu mau aku jadi pendekar seperti di film film... " Eisya tertawa mendengarnya tentu saja ia tidak serius dengan usul itu.


" ahahah... bercanda om.. "


" huh udah kelar ni.. " ucap Arzan dan memang benar seperti kenyataan.


" terimakasih ya om.. "


" iya sama sama.. yaudah kamu siap siap gih kita mau jalan jalan.. "


" kemana om.. "


" kemana aja.. udah sana.. "


" oke.. aku siap siap dulu.. " ucap gadis itu lalu bergegas bersiap. "


" hah... dasar.. seru juga sama anak kecil.. ternyata pasangan dengan selisih jarak umur yang jauh lebih menyenangkan.. serasa kayak ngasuh anak.. haha.. Eisya.. Eisya.. "


Tapi jika Nadia masih ada lain cerita nya pasti mereka akan menikah dengan selisih umur yang tak jauh berbeda bahkan sangat dekat.


Seperti pada wanita Umum nya ternyata Arzan juga harus menunggu dengan lumayan memakan waktu. Namun hasilnya tak mengecewakan bahkan memuaskan.


Eisya si gadis polos keluar dengan dress ungu selutut lengan baju diatas siku ditambah modelan rambut yang menggemaskan dengan cara diikat sebagian lalu sisa bawahnya dibiarkan terurai.


Dan riasan wajah seperti biasa yang natural karena Eisya tipe gadis yang tidak pandai dengan alat make up, namun walau begitu setiap mata memandang pasti memuji kecantikan nya karena emang udah dari lahir.


Arzan tersenyum menelusuri penampilan gadis itu yang sederhana namun memukau.


Tak usah berlama lama lagi Arzan langsung meraih tangan Eisya menggenggam nya lalu membawanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Kedua pasangan itu berangkat setelah pamit pada Tante Meri. Menuju entah kemana yang pasti mau ngabisin waktu berdua untuk jalan jalan.


__ADS_2