
Keesokan Harinya.
Setelah ikut dengan sang ayah mengadakan rapat kantor, kini Arzan sedang bersantai diruangannya sambil menikmati secangkir kopi.
" ahhh.. kira kira Eisya sedang apa ya dirumah itu.. kenapa Anita belum memberi kabar juga.. ah atau mungkin memang tidak terjadi apa apa... yaa semoga saja.. " harap Arzan.
" sebentar lagi jam makan siang.. " ucapnya setelah melirik jam tangan mahalnya.
Benar saja 30 menit berlalu saatnya jam makan siang, namun Arzan melewatkan nya karena memilih untuk pulang saja tapi sebelum itu ia memilih berhenti di caffe depan kampus laper juga ternyata.
Jika ada tipe bos perusahaan seperti Arzan dipastikan sudah lama bangkrut karena datang dan pulang seenak jidatnya.
Si om itu sekarang tengah menikmati sajian makanan yang tidak perlu diragukan lagi rasanya mengabaikan tatapan dari para wanita yang kagum akan ketampanan nya.
Saat menikmati burger jumbo nya tiba-tiba dering ponsel mengejutkannya dan membuat ia harus terpaksa mengangkat karena yang menelpon adalah papinya.
panggilan tersambung....
" hall-
" anak setan kamu ya... kenapa kamu pulang seenaknya haaa... "
Reflek Arzan menjauhkan ponsel dari telinganya setelah mendengar petir menyerang dari Seberang sana.
" aduh piii... selloww.. nanti jantungnya kumat kalo marah marah... "
" gimana bisa selloww kalo kelakuan kamu seenaknya begitu.. kamu bisa gak sih profesional dikit.. "
" gak bisa piii... hehe.. "
" kurang ajar.. awas kamu ya.. "
" iya pi tapi nanti dulu aku lagi makan ni.. daaa papi ummmahh... "
" heh ka-
Tttuuuttt..... tttuttt....
Panggilan diputuskan sepihak dan itu sudah pasti kelakuan Arzan membuat Orang disebarang sana pengen nyantet kalo bukan anaknya sendiri.
" papiii papi.. lagian inikan juga lagi jam makan siang... gak tau apa aku bosan liat orang orang formal disana.. " gerutu Arzan lalu memasukkan potongan besar burger ke mulutnya membuat pipi nya menggembung seakan akan meledak sebentar lagi.
Baru saja mau minum tapi ponselnya berdering lagi membuat Arzan langsung mengangkatnya tanpa membaca siapa nama yang tertera di layar HP lalu mengomel duluan.
" halooo... iya papi yang ganteng walau udah keriput bentar lagi aku balik kesana lagi kok.. gak jadi pulang.. iya iya.. bawel sekali orang tua ini yaaa... aduuuhh.. " omel Arzan membuat orang diseberang sana kebingungan.
" eee.. ha-halo pak... ini saya Anita istrinya Haris.. "
" hah.. buset.. " Arzan terkejut dan melihat layar nama di HP nya.
" aduh maaf tadi saya gak liat nama. "
" iya gakpapa.. "
" ohya ada apa... katakan saja.. "
" eee.. gini saya mau ngasih informasi.. kalau tadi.. tadi Mas Haris dan Eisya sempat cek cok dikamar nya setelah Eisya siuman.. saya khawatir terjadi apa apa.. tolong lah kemari karena saya juga mendengar Eisya menangis dan saya yakin Mas Haris pasti melakukan kekerasan padanya.. " ungkap Anita.
" hah.. kurang ajar.. baiklah saya akan segera kesana dan saat ini juga saya akan mengeluarkannya dari sana apa pun yang terjadi. "
" baiklah.. saya tunggu.. dan saya akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi Eisya sebelum anda sampai.. "
" terimakasih tapi jangan terlalu paksakan dirimu.... dan saya juga akan mengajak teman teman saya untuk membantu.. "
Panggilan diakhiri....
setelah membayar Arzan langsung memasuki mobilnya dan berniat menjemput Nicki di kampusnya biar ada teman sekalian menelpon Yanza untuk ikut.
Sebenernya Arzan bisa saja membawa bodyguard yang lebih banyak namun ia tidak mau jadi pengecut meminta bantuan orang lain yang menandakan dirinya tidak mampu.
Ia akan membebaskan Eisya dengan caranya sendiri.
Arzan sampai di kampusnya Nicki lalu menuruni mobil dan menyusuri kampus untuk mencari Nicki.
Banyak mata kagum memandang Arzan namun ia tidak peduli tapi ia menghentikan seorang wanita di depannya dan menanjak keberanian Nicki. Kebetulan ini jam istirahat jadi pasti anak itu sedang berkeliaran atau mengisi perutnya.
" eee... permisi.. apa kamu tau dimana Nicki.. bocah yang tidak terlalu ganteng itu. " tanya Arzan pada wanita yang daritadi mencuri curi pandang padanya.
" eee.. i-iya.. sepertinya dia dikantin.. " jawab si wanita.
" bisakah kau memanggilnya untukku. " pinta Arzan membuat mimik wajah memohon.
" ah tentu.. mana mungkin aku bisa menolak permintaan pria tampan seperti mu. " kata gadis itu lalu berlalu dari sana mencari keberadaan Nicki.
" waahh tampan sekali... " Arzan tersenyum kearah gadis yang memujinya dan gadis itu seakan merasa sesak saat disuguhi senyuman manis itu.
Banyak gadis yang mengerumuni Arzan dan Erin yang baru saja lewat juga ikut kesana setelah melihat pria idealnya itu bahkan mendorong gadis gadis lain untuk menjauh.
" wah ini om yang pernah datang kerumah saya kan waktu itu.. " ucap Erin dan Arzan mengangguk senyum walau tak suka pada gadis ini karena sikapnya pada Eisya.
" eee.. ada apa yaa... om kesini.. " tanya Erin dan beringsut ringsut mendekatkan dirinya pada Arzan.
" saya mau cari Nicki.. " terang Arzan.
" hah.. cari cowok nyebelin itu.. mau ngapain om.. " tanya Erin lagi.
" ada urusan.. " jawab Arzan singkat.
" minggir minggir orang ganteng dicariin orang ganteng... " suara cempreng Nicki membuat kerumunan itu sedikit menjauh saat lelaki itu mendekati Arzan.
" apaaan sih Nicki pede amat yang bener tu orang jelek cariin orang ganteng. " cibir salah satu gadis.
" iya tu haha.. " sambung gadis lain.
" berisik.. jadi apa om.. nyari saya.. " ucap Nicki membusungkan dadanya kedepan.
" basi kamu.. ada perlu ayo cepat ikut saya. "
" gak bisa om.. aku masih ada jam kuliah. "
__ADS_1
" ini penting tentang Eisya. " bisik Arzan mendekat kewajah Nicki membuat yang ada disana iri juga.
" wah saya ikut.. tapi gimana minta izinnya ke dosen.. "
" tenang aja.. sekali kedipan mata saya, dosen kamu langsung mengangguk. " bangga Arzan.
" tapi dosen ku laki laki om.. "
" haisss.. banyak omong kamu.. ikuti aja kenapa..lagian bolos sehari aja.. gak usah teladan teladan amat kamu. "
" tapi aku udah kebanyakan bolos bukan sehari aja om.. "
" anjinng.... ikut apa engga sih.. "
" hehehe.. sabar om.. "
" yaudah ayokk... " dengan tak elegan Arzan langsung menarik tangan Nicki dan membawanya ke mobil membuat banyak pasang mata disana salah paham.
" huhuuuu.... pupus sudah harapan ku.. ternyata yang ganteng ganteng seleranya yanto... haaa.. dunia ini tidak adil. " ungkap salah satu gadis.
" beruntung banget ya Nicki... " tambah Gadis lain.
Disisi lain tiga lelaki sudah bersiap di dalam mobil. Dengan Arzan yang menyetir Yanza yang duduk disamping lalu Nicki disisihkan kebelakang.
Yanza sampai disana menggunakan mobilnya lalu bergabung ke mobil Arzan.
" jadi sampai disana kita langsung trobos gituu... " tanya Nicki.
" eee... kalo langsung trobos sih yang ada kita yang babak belur.. " jawab Arzan sambil menyetir.
" kamu sih kenapa gak dengerin usul aku untuk bawa bodyguard juga.. " ucap Yanza sedikit kesal.
" aku gak mau ikut ikutan pengecut kayak Hariss. " sahut Arzan mempertahankan imeg nya.
" halah basi kamu.. kena tinju baru tau rasa. " balas Yanza.
Tiba tiba ponsel nya Arzan berbunyi dengan nama Anita yang tertera dilayar HP, langsung saja ia menjawab telponnya.
panggilan tersambung....
" iya halo Nit.. "
" Pak cepat datang kemari tadi saya liat Eisya kembali pingsan dan mas Haris sedang memanggil dokter kemari.. "
" oke oke... aku akan langsung kesana. "
" cepat lah pakk.. "
" iya iya saya udah dijalan ini. "
Arzan memutuskan panggilan dan menginjak gas dengan kecepatan yang lebih.
" ada apa.... " tanya Yanza.
" Eisya kembali pingsan dan Haris sedang memanggil dokter ke rumah nya.. " Mendengar itu Yanza tak menyahut lagi karena secercah ide muncul di otaknya.
" kenapa.. " tanya Arzan yang masih belum mengerti.
" gue punya ide... karena kita gak mungkin ngadepin bodyguard Haris dengan jumlah segini lebih baik kita pilih cara lain. "
" cara apa om.. " tanya Nicki.
" Arzan menggantikan Dokter yang akan menangani Eisya.. dengan begitu dia bisa masuk kesana dan membawa Eisya kabur. " ide Yanza bisa dibilang tidak buruk bahkan sangat bagus.
" hmm... jadi kita harus sampai kesana lebih dulu dan mencegah Dokter itu masuk. "
" yap benar.. "
" huh.. baiklah...pakai baik baik sabuk pengaman kalian.. "
Arzan benar benar menyetir diatas kecepatan rata-rata menyalip beberapa kendaraan di depannya dan tak lama kemudian mereka sampai dan sengaja memarkir mobil sedikit menjauh dari pekarangan rumah Haris.
Disana mereka menunggu kedatangan Dokter yang mereka yakini belum sampai.
lumayan menunggu, Dokter lelaki yang tidak terlalu tua itu pun sampai menggunakan motor ala jantannya.
Disaat motor itu memasuki gerbang ketiganya langsung menghadang dan menyeret dokter itu turun dari motornya.
Dokter itu berhasil dilumpuhkan oleh Yanza hingga pingsan dan disaat itulah Arzan menukarkan bajunya dengan Dokter itu.
Sekarang penampilan Arzan sudah seperti dokter sungguhan tak lupa menggunakan topi dan masker putihnya yang juga dirampas dari dokter itu.
" gimana keren kan.. " puji Arzan pada diri sendiri.
" udah kerennya nanti aja.. masih sempat sempatnya lo bergaya.. cepetan sana biar ni orang kita yang urus. " ucap Yanza.
" oke.. nanti kalo gua udah berhasil ngeluarin Eisya.. kalian juga langsung kabur pake mobil gue oke... "
" okee... " sahut keduanya.
Arzan menaiki motor yang sebelumnya dinaiki oleh dokter dan mengendarai memasuki gerbang rumah Haris dan memarkirkan tepat didepan rumah itu.
Pria itu melangkah masuk sambil menenteng alat kedokteran ditas tangan kanannya.
Para bodyguard yang berjaga dipintu depan tidak curiga karena penyamaran Arzan sekarang benar benar tidak bisa dikenali.
Setelah berada diruang tamu dirinya langsung disambut oleh Haris dan membawanya langsung kekamar Eisya setelah berbicara sepatah dua patah kata.
" masuklah gadis itu berada di dalam.. tolong cek keadaannya.. " ucap Haris dan Arzan langsung masuk kekamar tak lupa menutup pintu sedangkan Haris menunggu didepan kamar itu.
Tangannya mengepal kuat melihat keadaan wanitanya yang harus menderita seperti ini dirinya langsung mendekati Eisya dan mencium kening gadis itu lalu menggenggam tangannya.
" kita akan pergi darisini.. sekarang kita pergi tenang saja sayang.. kau tidak akan menderita lagi.. aku akan membahagiakan mu.. " ucap Arzan mencium kening gadis itu yang masih memejamkan matanya.
Arzan lalu bangkit mencari kain panjang digunakan untuk sesuatu dan ia menemukan nya dilemari yaitu berupa selendang yang entah milik siapa.
Ia mengambilnya lalu membuka pintu menyuruh Haris untuk masuk.
ceklek...
__ADS_1
Mendengar pintu terbuka Haris langsung saja mendekati orang yang dipikir Dokter.
" bagaimana keadaan nya dok.. dia baik baik saja kan.. " tanya Haris pada orang di balik masker.
" ah iya dia baik, masuklah untuk melihat keadaan nya.. " ucap Arzan mempersilahkan.
Haris pun masuk melewati Arzan mendekat ketempat tidur Eisya. Dan disaat saat itulah Arzan mengambil kesempatan memukul Haris dari belakang hingga tersungkur.
Disaat Haris kepayahan dengan cepat Arzan mencabut infus dari tangan Eisya dengan hati hati lalu menggendongnya keluar sambil berlari tak lupa membawa selendang yang tadi.
" siaaalll... siapa kamu.. ternyata dokter palsu... KALIAN... KEJAR DIA.. " teriak Haris setelah keluar dari kamar dan menuruni tangga.
Dipintu utama kedua bodyguard menghadang Arzan yang sedang menggendong Eisya yang masih belum sadar namun dengan sekuat tenaga ia menendang kedua orang itu hingga tersungkur dan lanjut berlari keluar.
Namun disaat itu pula Eisya tersadar setelah Arzan keluar hendak menaiki motor milik dokter yang dekat dari mereka.
Eisya membuka mata dan mendapati dirinya digendongan Arzan.
" kamu sudah sadar.. ayo sekarang naik ke motor ini.. aku akan mengikatmu agar tidak jatuh.. " ucap Arzan lalu Eisya menaiki motor itu dibantu oleh Arzan.
Lalu mengambil selendang tadi mengikat Eisya yang dibonceng di belakang pada pinggangnya agar Eisya tidak jatuh saat Arzan mengebut dikarenakan kondisi gadis itu yang masih lemah.
" tidurlah dipundak ku.. aku akan membawa mu pergi.. " ucap Arzan lalu menyalakan mesin motor dan pergi darisana.
Jangan berpikir jika Haris diam saja justru sekarang ia mengerahkan seluruh bodyguard nya untuk mengejar mereka.
Ditempatnya Nicki dan Yanza melihat Arzan yang sudah berhasil membawa Eisya mereka pun ikut menaiki mobil dan pergi darisana juga mengikuti para mobil bodyguard yang mengejar dibelakang motor Arzan.
Kendaraan itu saling mengejar membelah jalan kota yang ramai dengan satu motor dikejar beberapa mobil dibelakang nya termasuk mobil Yanza juga yang berada paling belakang.
Arzan mengebut menyalip kendaraan lain sesekali melirik kebelakang dan tersenyum pada Eisya yang menyenderkan kepala dibahunya dengan kedua tangan memeluk perut Arzan. Begitupun Eisya ditengah tengah kesadaran nya juga menyunggingkan senyum pada Arzan.
Aksi kejar kejaran itu disaksikan pengendara lain yang menatapnya bingung. Cukup lama pengejaran itu berlangsung karena Arzan mengebut dengan kencangnya membuat mobil para bodyguard tidak bisa menyalip nya.
Hingga kesialan menimpa pasangan itu karena motor mereka tiba tiba mati ditempat jalan yang sepi.
Karena mobil para bodyguard yang tidak ketinggalan jauh mereka pun menghadang Arzan dan Eisya melingkari masing masing mobil mereka.
Mereka semua turun dan diantara nya terdapat Haris disana.
Arzan melindungi Eisya dengan tubuhnya yang dijadikan perisai membelakangi gadis itu dan menggenggam tangan gadis itu dengan kuat.
para bodyguard itu mengerumuni Arzan dengan mengelilingi keduanya dan Haris mendekati mereka dengan pelan.
" jangan mendekat... jangan coba coba untuk mengambil nya dariku lagi.. " tegas Arzan.
" lepaskan dia... atau... atau kau ku tembak mati.. " ancam Haris lalu mengeluarkan pistol mengarahkannya pada Arzan.
Melihat itu Arzan terkejut dan berusaha untuk terlihat baik baik saja sedangkan dibelakang, Eisya sudah menangis nangis minta untuk diikhlaskan saja. Namun Arzan bersikeras untuk tetap mempertahankan cinta nya.
" serahkan atau kau mati.. " ancam Haris lagi.
" sekali tidak tetap tidak.. " tegas Arzan.
" om... hiks.. jangan korban hidupmu demi aku... hiks.. lepaskan saja om aku tidak apa apa hiks.. lepaskan... hiks.. " mohon Eisya.
" tidak akan Eisya.. aku tidak akan melepaskan mu.. " Arzan bersikeras.
Disaat itu mobil Yanza menghampiri mereka dan turun dari mobilnya lalu terkejut melihat pistol mengarah pada Arzan.
" Heiii... jangan main kekerasan.. turunkan pistol mu... " ucap Yanza.
Haris melirik kearah suara dan memberi isyarat mata pada beberapa bodyguard untuk menghalangi kedua orang yang baru datang itu.
" lepas kan hei... " berontak Yanza begitupun
Nicki yang ikut dipegangi oleh bodyguard itu.
" kau benar benar sudah gila Haris.. kau sudah punya istri bahkan dikaruniai tiga anak apa kau masih merasa belum cukup.. jangan tamak kau Haris.. " ucap Arzan namun diabaikan oleh Haris.
" serahkan atau kau mati... " ulang Haris.
" tidak akan pernah... cam kan itu.. "
" hooohh baiklah.. berarti kau memilih untuk mati... bersiaplah.. "
" tidak om... hikss.. lepaskan saja aku om.. hiks... " mohon Eisya.
" tidak Eisya... " jawab Arzan.
" bersiap lah Arzan..... "
" tidaaaaaakkkkk.... "
DOORRRRR......
Suara tembakan menggelegar membuat Yanza dan Nicki tak sanggup melihatnya namun Arzan yang menjadi sasaran tidak merasakan apa apa ditubuhnya saat memejamkan mata namun saat membuka mata ia sungguh terkejut mendapati Eisya di depannya dengan lengan kanan yang sudah dibasahi dengan darah, sudah dipastikan gadis ini yang terkena peluru berusaha melindungi Arzan.
Gadis itu ambruk dipelukan Arzan yang menangkap nya yang lain pun terkejut melihat itu.
Haris yang merupakan pelaku terlihat syok dan memilih kabur dari sana beserta para bodyguard nya.
" hiks... tolong bertahan hiks... " tangis Arzan memeluk Eisya yang sekarat.
" Arzan masukkan Eisya ke mobil kita akan segera membawanya kerumah sakit. " arahan Yanza dan dengan cepat Arzan menggendong Eisya membawanya ke mobil.
Yanza menyetir dengan Nicki yang duduk disamping sedangkan dibelakang Arzan memeluk Eisya dan menangisi gadis itu.
" tolong lebih cepat Yanza.. hiks.. darahnya tidak berhenti keluar.. hiks.. aku tidak mau kehilangan untuk kedua kali... hiks.. aku bisa gila... hiks.. tolong... "
" tenang lah Arzan gadis itu pasti selamat dia akan kuat.. " ucap Yanza menyemangati.
" iya om... " tambah Nicki yang juga ikut menangis.
Arzan terus menangis memeluk Eisya dan menciumi kening gadis itu beberapa kali.
Sungguh ini adalah hari terberatnya dan ia tidak mau jika hari ini menjadi hari tergelap untuk dirinya jika Eisya tidak bisa diselamatkan.
Tolong lah takdir kali ini berpihak pada Arzan karena ia sungguh tidak sanggup jika harus merasakan nya lagi.
__ADS_1