Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 57


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.......


Singkat cerita hari yang ditunggu tunggu pun telah tiba.


Hari kebahagiaan yang diidam idamkan setiap pasangan.


Tepat hari ini adalah hari pernikahan Tuan Arzan Ralvian dan Eisya Fahira.


Kedua mempelai itu tersenyum bahagia dan hati berbunga bunga.


Dan saat ini keduanya tampak tegang saat Arzan mengucapkan ijab kabul.


Arzan mengucapkan dengan sepenuh hati dan lancar membuat semua merasa lega saat ia menyelesaikan nya tanpa kendala begitu juga Eisya yang tersipu malu.


" SAHHHH..... " sahut orang orang dengan serempak.


Semua pun mengangkat kedua tangan membacakan doa begitu juga dengan mempelainya.


setelah doa selesai Eisya pun menyalami suaminya lalu bergantian memasangkan cincin dijari manis mereka.


Tak pudar pudar terukir senyum dibibir mereka saking bahagia apalagi saat gadis itu duduk bersanding dengan pria yang dicintainya.. sungguh ini adalah mimpi indah yang nyata.


" ayah... ibu... aku telah menemukan kebahagiaan ku.. semoga pernikahan kami bertahan sampai akhir hayat memisahkan.. dan semoga aku bisa menjadi seorang istri yang baik untuk suamiku.. " gumam Eisya pelan.


Semua yang hadir merasa gembira karena resepsi berjalan lancar, Tante Meri yang ikut hadir juga ikut bahagia namun beliau tidak bisa berlama lama disini karena meninggalkan Erin dirumah sendirian.


Dan pada saat yang tepat beliau pun mengundurkan diri untuk pulang.


" selamat yaaa... akhirnya setelah 40 tahun jomblo telah menemukan pasangannya. " ucap Yanza bersalaman dengan Arzan.


" sebelum itu terimakasih dan semoga anda juga bisa cepat menyusul.. " balas Arzan.

__ADS_1


" sssttt doakan saja semoga lancarr.. " bisik Yanza.


Pesta pernikahan yang cukup meriah, tak hanya itu orang orang yang hadir juga sangat banyak termasuk kolega kolega dari teman bisnis Tuan sendiri.


Arzan tidak terlihat tua walau bersanding dengan Eisya yang terpaut usia puluhan tahun karena memang ketampanan seorang Arzan tak pernah pudar.


Kabar pernikahan ini juga terdengar pada Haris dan Pria itu hanya mampu mengamuk dirumahnya karena tidak ada cara lagi untuk menghentikan pernikahan itu.


Emma berserta suami dan anak anaknya juga memberikan ucapan selamat pada Arzan dan Eisya.


Sempat juga menangis memeluk Eisya yang terasa seperti Emma sedang menyaksikan pernikahan sahabatnya sendiri.


Kedua mempelai itu terlihat sibuk bersalaman dengan para hadirin yang hadir.


Dan setelah reda sejenak kedua mempelai itu pun punya waktu untuk saling mengobrol pelan.


" tidak terasa ya sudah sampai hari H saja.. hahhh... " bisik Arzan mendekat pada Eisya.


" heh aku sudah jadi suami kamu masak masih dipanggil om sih.. " gerutu Arzan bercanda.


" iyaaa.... suami ku... hah.. terasa janggal sekali tau... " Eisya mengakhiri dengan senyum malu.


" hahah.. nanti juga terbiasa sendiri kok.. istri mungil ku... "


" ohya nanti malam tidur bersama ya.. " lanjut Arzan.


" heh.. masih siang lho ini.. " tegur Eisya malu malu.


" hahaha.. kan aku bilang nya nanti.. "


" sssttt... maluuuuuu... " gumam Eisya gemas sendiri dan Arzan menertawai tingkah istri nya itu.

__ADS_1


Dikursi tamu Yanza asyik berbincang dengan Anita dan anak anaknya sambil menggendong bayinya Anita. Lalu sesekali bercanda dengan Chika yang seperti nya sudah Akrab dengan pria itu.


Lalu kemudian Nicki juga ikut nimbrung kesana.


Hah membahagiakan sekali hari ini dan berjalan dengan lancar tanpa gangguan.


Beralih dirumahnya Tante Meri yang telah pulang dan seperti nya terjadi sesuatu dirumah antara beliau dan anaknya.


" APAAA..... APA KATAMU.... KAMU.... kamu hamil... Erin.. " sungguh Tante Meri terkejut mendengar pengakuan Anaknya yang tiba tiba.


" hiks... maafkan aku maaa... hiks... ini bukan salah ku... hiks.. aku dijebak.. hiks.. " Erin berlutut dikaki ibunya sambil menangis.


" siapa.. siapa ayah dari anak yang kau kandung... katakan SIAPA... "


" HIKS... mama... hiks.. maafkan aku... hiks.. jangan marahi aku hiks.. aku mohon ampun.. hiks.. " Erin terus meracau dan ketakutan.


Tante Meri membangunkan Erin yang berlutut dikakinya menghadapkan wajah anaknya untuk menatap dirinya.


" kenapa menjadi seperti ini sayang... hiks.. kau adalah putri mama satu satu nya.. kenapa kau bisa dirusak dan berakhir seperti ini nak... hiks.. apa kata Ayahmu jika ia tau.. hiks.. mama pasti disalahkan karena tidak becus menjaga mu hiks... " lirih Tante Meri merasa sangat hancur.


Setelah itu beliau memeluk Erin yang menangis sesenggukan.


Jika dipikir pikir kasihan juga tapi Arzan melakukan itu karena ia tidak tau kalau Haris akan menyentuhnya juga dan kalau Haris mau melakukan nya kenapa ia tidak mau tanggung jawab.


Niat menghancurkan hidup orang lain malah dia yang memungut ludah sendiri.


Seandainya dan seandainya itulah yang selalu dipikirkan Erin kalau saja waktu itu ia tidak menuruti kerja sama yang mereka rencanakan.


Sekarang apa nasi sudah menjadi bubur kesalahan tidak bisa diubah namun hendaknya diperbaiki kedepannya.


Jangan mengulangi kesalahan yang sama dan jadikan kesalahan yang sudah terjadi sebagai sebuah pelajaran untuk tidak di lakukan lagi.

__ADS_1


Sifat iri hati hanya akan membahayakan diri kita sendiri.


__ADS_2