Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 36


__ADS_3

Hari telah berganti ke hari berikutnya.


Terlihat dua orang pria berbeda umur sedang duduk ditepi jalan yang sepi menikmati angin sore.


Yap sekarang sudah memasuki waktu sore dan dua orang itu tengah bergelut dengan pikiran nya masing masing setelah kepulangan dari rumah Tante nya Eisya.


Mereka adalah Nicki dan Arzan, ada rasa kecewa dihati dua lelaki itu karena saat sampai disana mereka tidak dapat informasi apa apa sebab Pak Rano sudah kembali ke Kota sedangkan ingin bertanya pada tantenya belum apa apa udah diusir duluan.


" huffffppp.... fiuuuuhhh..... " suara hisapan terakhir rokoknya Arzan lalu dibuang ke sembarang tempat.


" jadi sia sia kita kesana.. gak dapat informasi apa apa.." keluh Nicki.


Arzan menggigit bibir bawahnya juga merasa kecewa karena pulang dengan keadaan kosong tanpa tau dimana keberadaan Eisya sebenarnya.


" gara gara om sih coba aja kita datang nya kemarin... pasti kita punya kesempatan buat nanya ke om Rano.. sekarang apa terlambat kan kita.. " kesal Nicki.


" maaf... tapi kamu gak usah nyalahin saya. " bela Arzan untuk diri sendiri.


" udahlah om aku capek duluan ya.. " Anak itu pergi meninggalkan Arzan sendiri karena sedikit kecewa juga padanya.


Arzan menatap kepergian Nicki dan merasa bersalah karena ini juga dirinya yang terlambat.


" dimana kamu gadis.. aku rindu wajah imut itu... apakah kamu sudah melupakan pria seksi ini.. " gumam Arzan sendiri.


" kedatangan mu memberiku semangat dan kepergian mu meninggalkan ku luka.... kembalilah.. aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.. " ucap Arzan menengadahkan wajahnya ke langit senja.


Disaat menutup mata dengan posisi yang masih sama sama tiba-tiba samar samar ia mendengar suara wanita memanggilnya dari kejauhan, awalnya ia pikir hanya berhalusinasi namun lama kelamaan suara itu semakin dekat dan sangat familiar ditelinga nya.


Tak ambil pusing ia lalu membuka matanya dan bangkit berdiri menghadap ke arah suara.


Grepp......


Lelaki itu terkejut ketika tiba-tiba tubuh nya diterkam dipeluk seorang wanita dan lebih terkejutnya lagi wanita yang memeluknya itu adalah Eisya berlari kearahnya sambil menangis tersedu sedu.


Gadis itu memeluk erat dirinya seakan ada rasa takut yang mengejarnya.


Tak tinggal diam Arzan pun mengeratkan pelukan nya bahkan mencium kening gadis itu, juga sempat menitikkan airmata bahagia karena dipertemukan dengan pujaan hati.


" hikss... t-tolong aku om... hikss.. aku takut.. hikss... " adu gadis itu menyembunyikan wajahnya dicekuk leher Arzan.


" iya sayang jangan takut... saya akan melindungi mu hmm... " balas Arzan mengelus kepala Eisya.


Kini mereka melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Eisya dengan tangannya namun betapa terkejutnya Arzan melihat wajah Eisya yang sudah dipenuhi lembam.


" i-ini kenapa haa... katakan siapa yang melakukan ini semua pada mu... katakan... akan kubunuh orang orang yang berani menyentuhmu... katakan padaku.. " Arzan marah namun menahannya di depan cintanya.


Eisya menggeleng pelan masih terisak dalam tangisnya bahkan terlihat kacau sekarang dengan pakaian yang sedikit robek dibagian atas.


" tunggu... " Arzan melepaskan jas nya lalu memakaikan pada Eisya agar gadis itu terlihat lebih nyaman.

__ADS_1


" jangan menangis lagi sayang... katakan padaku... katakan.. aku akan membunuh mereka yang membuatmu seperti ini. " Arzan menghapus pelan airmata yang berjatuhan dipipi berisi Eisya.


Cup...


Sekali lagi Arzan menghadiahkan kecupan dikening Eisya membuat gadis itu seakan merasa tenang.


" syukurlah akhirnya kita dipertemukan... aku senang sekali... aku sudah mencarimu bersama Nicki sampai datang kerumah mu.. dan aku hampir putus asa saat tidak dapat informasi disana.. tapi ternyata Tuhan punya rencana lain yaitu mempertemukan kita secara langsung disini.. " jelas Arzan.


" sekarang katakan.. selama ini kau tinggal dimana dan siapa yang melakukan ini semua padamu.. " tanya Arzan saat merasa Eisya sudah jauh lebih tenang.


Dengan sabar Arzan menunggu jawaban namun baru setengah kata yang diucapkan gadis itu tiba-tiba segerombolan orang berbadan besar menghampiri mereka dan ingin mengambil Eisya.


Sadar akan kedatangan mereka dan keduanya tengah dikepung, Arzan dengan sekuat tenaga melindungi Eisya dengan memeluk erat gadis itu. Sedangkan Eisya sudah menangis ketakutan.


" lepaskan gadis itu.. " gertak salah satu pria berbadan besar sebut saja bodyguard.


" tidak akan... " balas Arzan mengalihkan Eisya kebelakang nya.


" kau jangan ikut campur.. " gertak bodyguard lainnya pada Arzan.


" apa hak mu melarang ku ikut campur.. sedangkan gadis ini adalah calon istri ku.. kalian jangan ada yang berani menyentuh nya.. " sahut Arzan lantang.


Hati Eisya sempat sempat nya merasa berbunga bunga mendengar itu disaat keadaan seperti ini.


" baiklah jika kau keras kepala kami akan mengambil nya secara paksa.. " ucap bodyguard lain mendekati mereka diikuti yang lain.


satu


dua


tiga


Dughh.....


" LARIIIIII....... " teriak Arzan setelah menendang salah satu bodyguard di depannya dan di kesempatan itu mereka berlari dengan bergandengan tangan.


" KEJAAAAAARRRR..... " perintah ketua Bodyguard diikuti yang lain dan mereka pun saling mengejar.


Dua insan itu berlari sekuat tenaga menghindari kejaran para bodyguard dibelakangnya dan gandengan itu takkan dilepaskan satu sama lain.


Lelah tak lagi terasa sebab yang terpenting mereka bisa lolos dari kejaran itu.


Hingga keduanya menemukan gang sempit dan tak membuang waktu lama mereka mencari tempat persembunyian disana yaitu dibalik tumpukan barang berukuran besar dan mereka menunduk disana agar tak dapat dijangkau.


Keduanya saling mendekat bahkan Eisya menyembunyikan wajahnya didada bidang Arzan begitu juga dengan Arzan yang memeluk kepala Eisya.


" sssstt.. " Arzan menaruh telunjuknya ditengah bibir mengisyaratkan agar tak menimbulkan suara apa pun.


Seperti nya para bodyguard itu telah sampai disana dan mencari keberadaan mereka dengan mengobrak abrik tempat itu.

__ADS_1


" keluar... dimana kalian... " bentak satu bodyguard.


" sialannn... keluar lah jangan main petak umpet dengan kami.. " tambah bodyguard kedua.


Mereka mengobrak abrik semua tempat namun tidak dengan tempat persembunyian pasangan itu.


" cari ditempat lain sepertinya mereka memang tidak ada disini. " titah satu bodyguard dan diikuti yang lain pergi darisana.


" huh... " helaan nafas lega dari Arzan.


Setelah dirasa aman mereka pun keluar dari sana dan saling memeluk.


" syukur lah mereka tidak tau keberadaan kita.. " ucap Arzan diangguki Eisya.


" aku takut sekali.. " keluh Eisya bahkan masih terlihat jejak airmata di pipinya.


" tidak usah takut.. aku akan melindungi mu.. hmmm... " kata Arzan sambil melepaskan pelukannya beralih menyentuh wajah Eisya dengan lembut.


" terimakasih om... " ucap Eisya tersenyum.


" sama sama.. " balas Arzan juga tersenyum.


Bruukhh....


" akhhh... "


" OMMMM.... " histeris Eisya baru sadar ada yang memukul kepala Arzan dari belakang dengan balok kayu besar.


Grepp....


Baru hendak memegang Arzan yang telah hilang keseimbangan dirinya lebih dulu ditangkap oleh para bodyguard itu. Rupanya mereka sengaja pura pura tidak tau dan disaat yang pas mereka pun menyerang.


" lepaskan lepaskan akuuu... lepas... " berontak Eisya namun tenaganya tak cukup melawan dua bodyguard yang mengapit kedua tangannya.


Bruukhh...


Arzan tumbang pandangannya mulai mengabur dan juga darah telah mengalir dari kepala belakang nya.


" lepaskan.... hikss.. lepaskan... " racau Eisya yang kemudian dibawa pergi darisana.


Ingin mengejar namun Arzan sungguh tak kuat untuk sekedar berdiri, ia hanya bisa menyaksikan kepergian Eisya dengan pandangannya yang semakin mengabur.


Eisya memberontak menangis histeris di pegangan para bodyguard itu dan melihat Arzan dibelakangnya yang sudah tidak berdaya lagi.


Begitupun Arzan yang meraih raih Eisya dengan tangannya namun tidak ada guna, darah semakin mengalir deras bersamaan dengan rasa sakit menghujam dikepala nya dan setelah itu semuanya menjadi gelap.


Arzan tergeletak pingsan disana dengan darah yang sudah bergenangan di tanah. Entah siapa yang akan menolongnya digang sepi seperti itu.


Semoga saja lelaki itu bisa selamat.

__ADS_1


__ADS_2