Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 30


__ADS_3

Dihari berikutnya seperti yang dijanjikan Tante Meri pada atasan suaminya. Kini ia dan Eisya sudah berada disebuah kaffe menunggu kedatangan Haris.


Sampailah Eisya pada hari dimana titik terendah nya merelakan mimpi nya demi mewujudkan kemauan tantenya.


Jangan tanya kenapa Pak Rano tidak melarang bahkan beliau hampir menghancurkan seisi rumah mendengar Eisya menerima tawaran itu.. namun gadis imut itu menangis memohon agar mengikhlaskan dirinya. Bisa apa jika melihat airmata keponakannya yang baik itu meski sangat berat hati Pak Rano akhirnya melepaskan Eisya namun beliau berjanji jika gadis itu kenapa napa Pak Rano tak akan segan segan menuntut Haris beserta tante Meri istrinya sekalipun.


" bersikap lah sopan jangan mencueki dirinya.. paham.. " peringat Tante Meri diangguk lesu oleh Eisya.


" nah itu orangnya.. " ucap tante Meri melihat kedatangan Haris mendekati mereka lalu pria mengambil posisi duduk didepan Eisya.


" maaf menunggu lama... " ujar Haris mengawali pembicaraan.


" ah tidak kok kami juga baru sampai. " Tante Meri yang menjawab nya namun pandangan pria itu terus menelisik wajah cantik di depannya.


" hmm... Eisya terimakasih ya telah menerima saya... " ucap Haris sedangkan Eisya memilih memalingkan wajahnya kearah lain.


" akhh... " ringis gadis itu merasa nyeri di kakinya seperti diinjak dan ini pasti ulah tantenya.


" eekhem.. dia memang begitu masih malu malu... " ujar Tante Meri.


" tak apa nanti juga terbiasa sendiri kok.. ya kan.. " jelas Haris dan terpaksa Eisya mengangguk kan kepalanya.


" ahaha.. iya benar.. " tambah Tante Meri.

__ADS_1


Terlihat Haris seperti mengode Tante Meri dengan isyarat matanya dan benar saja wanita itu mengerti lalu pergi darisana meninggalkan mereka berdua.


Eisya semakin gugup ketika ditinggal berdua saja, kalau sama om Arzan lain cerita nya lah ini sama orang yang baru dikenal dua kali.


Memang sih Arzan juga orang yang baru dikenal tapi entah kenapa Eisya merasa nyaman didekat orang itu.


" ekhemm... sekarang kamu sudah menjadi milik saya jangan coba coba kabur.. ohya saya kasih tau satu hal... untuk sementara status mu menjadi art dirumah kami karena saya tidak bisa menceraikan istri saya sebab dia tengah mengandung... dan setelah istri saya melahirkan saya akan langsung menceraikannya dan menikahimu.. " jelas Haris dan Eisya hanya manggut manggut saja.


" habiskan makanan nya setelah itu kita langsung pulang... " ucap Haris dan Eisya melakukan seperti yang diucapkan.


Dijual kemungkinan besar itulah yang Eisya rasakan. Tanpa persetujuan tanpa memikirkan perasaan, Eisya menerima nya demi menjaga perasaan orang lain.


Benarkah ia akan hidup bersama orang yang tidak dicintai, merelakan perasaan nya pada Arzan dan kisah Dua puluh tahun lalu terulang kembali..... semoga saja tidak.


" enak banget ya.. " basa basi Yanza mulutnya di penuhi makanan.


" hmmmm.... " singkat Arzan.


" eh gimana hubungan lo sama ithuuu. " goda Yanza.


" yang mana.. " tanya Arzan sok sok an gak tau padahal sudah bisa menebaknya.


" heh.. gak usah pura pura goblok emang sama siapa lagi yang lo deketin, kalo sekretaris bapak lo kan gak mungkin udah punya empat anak dia. " dumel Yanza.

__ADS_1


" sejauh ini sih lancar.. gak ada masalah.. baik baik aja... " jawab Arzan lalu meneguk teh manis di depannya.


" terus kapan lo nikahin, jangan cuma deket aja... ntar keburu bosan.. "


" gimana mau nikahin dianya aja belum tamat kuliah.. "


" yah kan dicoba dulu agar nanti gak kecolongan apalagi gadis itu cantik banget.. gak takut keduluan ama gue lo.. hehe. "


" awas jangan macem macem lo.. " ancam Arzan.


" lebih cepat lebih baik dan perempuan itu butuh kepastian... bukan cuma modal pendekatan... "


" cieee paham ternyata.. "


" kenapa lo gak coba lamar aja.. kalau diterima alhamdulillah.. ya kalo ditolak syukurlah.. jadi bisa punya kesempatan gue... hahaha.. " Yanza menertawai ucapannya sendiri karena hanya bermaksud bercanda.


" kampret lo.. gak akan gue biarin.. "


" makanya jangan lelet keduluan orang lain nanti nangiss.... ahahaha... "


" si tolol.. diem lo.. "


Candaan mereka diakhiri karena mereka telah selesai menyantap makanannya, setelah membayar mereka pun pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2