Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 77


__ADS_3

Hari ini Pasangan itu telah terbang ke Jepang sesuai rencana kemarin, tenang sebelum kesini sudah beres kok semuanya bahkan sempat pamit pada semua orang.


Berangkat nya pake pesawat pribadi jadi tidak usah khawatir dengan biaya karena sudah sekalian beli beserta pesawat nya.


Eisya berkali kali terpukau melihat pemandangan dari atas lewat jendela walau banyak ditutupi awan, entah kenapa begitu menggiurkan sehingga melupakan sang suami yang menggurutu karena dikacangin.


" asyik sekali ya diluar jendela.. lebih asik disana ya daripada yang ada disamping nya. " ucap Arzan menyadarkan Eisya.


Mendengar itu Eisya berbalik dan menatap sang suami lalu menghadiahkan sebuah kecupan dipipi Om itu.


" terimakasih om... aku bahagia sekalii... tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. " ujar Eisya membuat hati Arzan berbunga bunga.


" aku suamimu sekarang... jangan panggil om aku belum terlalu tua kok.. " elak Arzan.


" tapikan umur om sekarang empat puluh tahun sedangkan aku baru dua puluh... berarti selisih usia nya jauh sekali... "


" aiisss kenapa harus dibahas sih... mau kucium haa... " goda Arzan dan reflek Eisya menutup mulutnya.


" ahahah.. tau sekali ya kamu aku mau cium dimana... " sekarang giliran Eisya yang dibuat berbunga bunga.


Arzan menarik Eisya kedalam pelukannya dan Eisya sangat menikmati hal yang selalu Arzan lakukan ini.


" sampai disana kita buat bayi ya... "


" HEHH.... " Eisya terkejut mendengar nya sampai bangkit dari pelukan Arzan membuat pria itu tertawa.


" mulutnya itu lhooo... " nah merahkan sekarang pipi Eisya.


" ututuuuu... tidak ada yang dengar... cuma kita disini... lagian bener kan... "


" iiiiihhh... kamuuuu... "


Biarkan saja dulu mereka sampai penerbangan tiba ditempat tujuan dan sekarang kita beralih pada pasangan baru yang satu lagi.


Masih Pagi dan ada waktu untuk menyiapkan sarapan dan sekarang itulah yang dilakukan Anita sendirian.


Sebenarnya Nyonya Angelina sudah menawarkan diri namun Anita menolaknya dan menyuruh mama mertua untuk menunggu saja.

__ADS_1


Sedang asyik asyiknya memasak, tiba tiba sepasang tangan melingkar di perutnya ulah seseorang yang memeluknya dari belakang.


Tanpa menebak lagi Anita sudah pasti tau siapa karena itu adalah suaminya, siapa lagi orang yang patut dicurigai. Chika masih terlalu kecil untuk sepasang tangan yang besar, kalau mama mertua ngapain, apalagi papa mertua yang lebih membangongkan lagi cerita nya.


" uuummm istriku masak apa siihh wanginya harum sekaliiii... " Yanza menyenderkan kepalanya dibahu Anita.


" yang pastinya bukan rumput sayang apa lagi batu sama kayu... " jawab Anita sambil tertawa karena dirinya bercanda.


" iihh kamuuu gak romantis ahh... " Yanza mode manja pemirsa.


" iya iya sayang... istri kamu lagi masak untuk suaminya dan semua nya.. " jawab Anita.


" uuummm... makin sayang deh.. "


Lagi asyik asyiknya berduaan tiba tiba kedatangan Chika mengagetkan mereka membuat keduanya melepaskan pelukan itu dan bersikap sebisa mungkin.


" cieee mama sama papa lagi apaa... " Ucap Chika membuat dua orang dewasa itu tak bisa menyembunyikan wajahnya.


" ahh Chika ada perlu apa kesini kenapaa gak nunggu diruang tamu aja sama kakek dan nenek disana. " Anita mendekati putri kecilnya dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


" bosan ahh gak ada dede bayii... kenapa dede bayinya belum bangun juga kan nanti aku gak bisa liat lagi kalau udah berangkat sekolah. " Adu sikecil.


" lhoh kenapa maa.. " tanya Chika.


" mereka harus balik ke China karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. " Yanza yang menjawabnya.


" yaahh sepi deh rumah.. " raut wajah Chika tampak sedih.


" kan ada papa sayang ada mama ada dede bayi juga.. kan masih rame.. " kini Yanza ikut berjongkok menghampiri Chika menyamakan tingginya.


" sudah yaa.. hari ini Chika habiskan waktu bersama kakek nenek kan besok mereka udah pergi.. " lanjut Yanza.


" oke siap... " sahut Chika.


" pinterrr... nanti papa yang anter ya... sekarang Chika temuin mereka gih. "


" baik papa... "

__ADS_1


Cupp...


Yanza memberikan sebuah kecupan dipipi anak tirinya membuat hati Anita menghangat.


Dan setelah itu Gadis kecil itu melesat pergi menuju ruang tamu.


Yanza bangkit berdiri menatap sang istri yang menatapnya penuh haru.


" Terima kasih ya.. kebahagiaan yang kau berikan benar benar membuat kami bahagia... sekali lagi terimakasih telah menerima anak anakku dengan tulus.. " Yanza langsung menarik sang istri kedalam pelukannya.


" anak anakku juga... kau wanita yang hebat sekaligus ibu yang hebat untuk Chika, Ezraf dan Angga.. beruntung sekali aku menemukan perempuan seperti mu. " ucap Yanza.


" terimakasih... tapi mungkin aku bukan ibu yang baik untuk Angga.. pasti sekarang ia sangat membenciku... " - Anita.


" kalau bisa kita akan temui dia dan bicara baik baik pasti dia akan mengerti.. " - Yanza.


" tidak apa apa.. kau sudah banyak membantu ku... untuk urusan Angga biar aku yang menangani sendiri.. " - Anita.


" lalu apa gunanya aku sebagai suamimu... kita akan lakukan bersama sama.. oke. " - Yanza.


Anita tersenyum dan mengangguk pelan begitupun Yanza yang menyinggung kan senyumnya.


" ohya soal Chika tadi maaf-


" sssstttt... anak kecil juga... tidak usah dipermasalahkan.. okey. " Yanza dengan cepat memotong perkataan Anita yang dirasa tidak perlu.


" ohiya... Arzan dan Eisya udah berangkat ke Jepang untuk bulan madu.. kira kira kita kapan niiii.. " goda Yanza membuat Anita malu malu.


" iihh kamu. "


" ahaha.. becanda sayang... lagian Ezraf masih terlalu kecil untuk diberikan adik. " Lanjut Yanza.


" kasian juga kamunya nanti hehee.. " ucap Yanza semakin membuat Anita malu malu.


Ingin melanjutkan candaan tiba tiba tercium bau gosong dan setelah dicek benar saja ternyata ikannya telah gosong.


Kebanyakan romantis sih jadinya si ikan ikut gosong kan jadinya.

__ADS_1


Tapi untung saja hanya beberapa dan masih ada sisa untuk layak dimakan.


__ADS_2