
Di Cafe, Clarinta sudah tak membahas hal tadi. Mereka sekarang asik bercanda ria mengenang masa kecil lagi. Ditambah beberapa foto-foto masa kecil mereka yang mengundang tawa.
“Kak Auris?"
Keduanya sontak menoleh. Ah, ternyata Adara. Tapi tentu Clarinta tak mengenalnya.
“Duduk sini, Ra!” ajak Auristela
Melihat Adara entah kenapa Auristela merasa malu. Ia pernah berfikir Adara itu dekat dengan Adelio. Padahal kenyataannya Adara memang adik Adelio, ah, Adelard maksudnya.
Adara duduk di depan Auristela sembari meletakan cake dan minuman yang ia pesan.
“Dia siapa, Kak?” bisik Clarinta
“Oh iya. Cla kenalin ini Adara, adiknya Adelard. Dan Adara, ini Clarinta Adik Kakak.” Ucap Auristela mengenalkan keduanya, dan keduanya pun saling berjabat tangan.
“Kak Auris apa kabar?” tanya Adara basa-basi
“Alhamdulillah, baik. Adara sendiri gimana?” Auristela balik bertanya
“Alhamdulillah baik juga.”
Tiba-tiba suasana terasa canggung. Clarinta memilih memainkan hpnya daripada ikut terlibat.
“Eummm, Kak! Semuanya udah kebongkar yah?” tanya Adara tak enak
Auristela menyendokan cake miliknya, “Hummm, ya gitu.”
Balasan Auristela yang terkesan santai dan acuh itu membuat Adara semakin tak enak.
“Aku pribadi sekaligus ngewakilin Kak Adelard mau minta maaf kalau Kakak merasa dibodohin. Itu wajar. Aku gak bakal minta apa-apa.” Jeda “tapi kalau boleh egois, aku pengin Kakak bisa balikan sama Kak Adelard. Baru kali ini aku bisa lihat Kak Adelard yang secinta itu sama seseorang sampai berani bertahan nyamar kaya gitu. Aku yakin kalau bukan karena Kakak, pasti Kak Adelard mending milih kalah dari taruhan itu. Aku aja gak percaya Kak Adelard bisa kelihatan sebahagia itu jalani taruhan yang menurut aku cuman ruguin dia.”
Adara melirik Auristela sebentar. Auristela terlihat masih santai menikmati Cake nya.
Adara menghela nafas, “Aku jadi saksi dia buat bikin penyamaran dia sukses. Aku juga yang selalu bantu dia ketika lagi nyamar biar gak ketahuan. Aku tau perjuangan dia cuman buat bisa nemu cewe yang tulus ke dia. Kak Adelard emang bodoh. Tapi gimana lagi, dari dulu dia selalu dikejar-kejar cewe yang gak tulus ke dia. Bahkan aku juga jadi korban.”
Adara menatap Auristela lagi, menghapus air mata yang entah kapan sudah mengalir di pipinya. Adara tersenyum saat Auristela menatapnya, “Ah, aku kebanyakan ngomong yah, Kak? Haha, maaf.” Adara mendongak, menghalau air matanya kembali keluar, lalu menatap Auristela lagi.
“Sebagai tempat keluh kesah Kak Adelard, aku cuman mau bilang, Kak Adelard lagi gak baik-baik aja. Dan aku mau bilang makasih buat Kakak yang pernah nerima tulus Kakak aku waktu itu. Tapi maaf juga, jujur ada rasa kecewa dalam diri aku, meskipun sebenernya ini cukup gak tau diri. Aku kecewa ketulusan Kakak hanya sampai kebenaran itu terbongkar. Aku tau Kakak juga ngerasa kecewa. Tapi dengan Kakak yang terus gini, aku rasa Ketulusan Kakak perlu dipertanyakan. Maaf bilang gini, Kak. Permisi.”
Auristela hanya menatap kepergian Adara. Tepat di depan pintu, Auristela melihat seseorang yang tersenyum ke arahnya. Itu... Freya, orang yang pernah Auristela temui bersama Adelard di panti. Adara memeluk wanita itu. Apa dia...Ibunya? Ah, rasanya bersama Adelard, Auristela mendapatkan banyak kejutan. Huh!.
“Gue perhatin. Tapi gue juga sebel pas dia raguin ketulusan Kakak kaya gitu!” Clarinta berceletuk jengkel.
Auristela hanya menghembuskan nafasnya dan memilih menghabiskan minuman pesanannya.
__ADS_1
...
Nerissa dan Clarinta menghela nafas melihat adegan di depan mereka. Adegan ketika Auristela dan Adelard berpapasan, namun terlihat mereka sama-sama berlalu tanpa melirik sedikitpun. Benar-benar terlihat sangat asing.
“Kayanya kita harus berbuat sesuatu deh, Cla!” Nerissa berceletuk.
“Hmmm, lo bener! Lihat, target sudah ada di depan kita. Sedang mengarah kesini. Siap-siap, Ner!” Clarinta berceletuk seperti agen rahasia saja. Apalagi anak itu bersedekap dada sambil mata menyorot fokus ke arah Adelard.
“Ah lebay lo mah! Gue jadi ikut setres!”
Mereka terkekeh.
Memang hubungan mereka sempat berjarak ketika Nerissa selesai OSN grup beberapa waktu lalu. Tapi setelah Clarinta berbaikan dengan Auristela dan berusaha meminta maaf dan memperbaiki hubungan pertemanannya dengan Nerissa, akhirnya mereka bisa berteman lagi. Itupun tulus. Tidak seperti awal saat Clarinta hanya memanfaatkan Nerissa.
“Berhenti, Kak!” seru Clarinta dan Nerissa ketika Adelard hendak melewati mereka.
Adelard berhenti dan menatap mereka malas. Adelard ingat. Mereka adalah Adik kelas yang dengan kurang ajarnya pernah membully dirinya dengan buruk. Lihatlah apa yang dilakukan mereka sekarang. Tersenyum manis ke arah Adelard. Mengingat perlakuan dan perkataan mereka membuat Adelard muak.
Apalagi melihat Clarinta, Adik Auristela yang kurang ajar itu. Ah bukan hanya Clarinta, dengan Nerissa pun sama. Adelard curiga, anak itu yang buat hubungan antara ia dan Auristela terbongkar yang menyebabkan kekacauan untuk Adelard dan Auristela beberapa waktu lalu. Ah, kenapa sangat menyebalkan?!
Hmmm, sekarang apa yang akan dilakukan 2 orang munafik ini?.
Melihat tatapan Adelard yang terlihat menyeramkan, seketika membuat Clarinta dan Nerissa ciut. Senyum di bibir mereka luntur begitu saja. Tiba-tiba mereka gugup. Mereka saling sikut-menyikut, mengkode untuk bicara pada Adelard, tapi sepertinya tidak ada yang mau mengalah.
Melihat mereka, Adelard merasa jengah.
“Ah, hehe. An-nu it-tu. Cla, ngomong!”
ujung-ujungnya Nerissa malah melimpahkannya ke Clarinta. Clarinta melotot ke arah Nerissa. Nerissa berpura-pura tak tau dengan mengalihkan pandangannya.
“Sialan, Nerissa!” batin Clarinta mengumpat.
Daripada semakin membuang waktu, Clarinta akhirnya memilih mengalah.
Clarinta menatap Adelard, “Untuk perbuatan kita dulu, kita bener-bener minta maaf, Kak!” ucapnya tulus sembari sedikit menundukkan badannya diikuti Nerissa.
Adelard berdecak. Dia masih merasa benci pada 2 orang dihadapannya. Adelard merasa mereka hanya cari muka saja di depannya.
Clarinta dan Nerissa saling melirik gelisah melihat respon Adelard.
“Udah, kan?” ucap Adelard acuh dan hendak berlalu. Dan itu membuat Clarinta dan Nerissa panik.
“Eh, Kak bentar, bentar!” seru Nerissa menghentikan niat Adelard.
“Kita tau ko Kak apa yang Kakak pikirin, tapi kita benar-benar tulus minta maaf ke Kakak atas perbuatan kurang ajar kita dulu. Tapi kita gak ada maksud apa-apa kok. Kita cuman berharap Kakak bisa maafin kita, dan kita pun gak akan ganggu Kakak. Tenang aja.” Nerissa menjelaskan panjang lebar. Sungguh, Nerissa merasa panik sekarang.
__ADS_1
Adelard hanya mengangguk sembari berdehem. Cowo itu hendak berlalu lagi, namun lagi-lagi dicegah.
“Kak, bentar!” Clarinta berseru kesal.
Adelard menaikkan sebelah alisnya menatap Clarinta malas.
“Sial songong banget! Perasaan dulu gak kaya gini. Gak gue restuin sama Kakak gue, mampus!” batin Clarinta merasa kesal.
“Udah melototi guenya? Kalau gak ngomong-ngomong, stop nyegah jalan gue!” Adelard berkata ketus. Ah, cowo ini masih saja.
Clarinta berusaha menahan emosinya. Ingat, dia itu kalemnya cuman topeng aja. Aslinya kan bar-bar! Senggol bacok!.
“Maaf udah kacauin hubungan Kakak sama Kakak aku.” ucap Clarinta
“Maaf udah nyebarin hubungan kalian ke geng Kak Nerissa dan temen-temennya itu.” Nerissa ikut berucap.
Tuh kan bener apa yang dicurigain Adelard! Bukannya merasa tersentuh, Adelard malah semakin muak saja. Tapi ada yang aneh, kenapa mereka tiba-tiba gini?.
“Kita harap Kakak bisa pertahanin hubungan Kakak. Kita juga udah berusaha bujuk Kak Auris. Dan kita berharap Kakak juga bisa sabar ngehadepin Kak Auris yang kayak gitu. Kita mohon perbaiki hubungan kalian, biar kita, sahabat-sahabat Kakak dan semuanya yang terlibat gak ngerasa dihantui rasa bersalah lagi.”
“Itu bener.”
Ketiganya menoleh ke arah Yeeshai, Brady dan Galen yang sedang melangkah ke arah mereka.
“Tolong perbaiki Lard. Kita tau kita egois, kita gak mau dihantui rasa bersalah. Tapi dibalik itu, kita memang mendukung hubungan kalian.” ucap Yeeshai ketika sudah tepat dihadapan Adelard.
Adelard menatap ketiga sahabatnya itu. Lalu tatapanya berhenti pada Galen. Gak mungkin Galen juga akan minta maaf kan?.
“Jangan kalah Adelard. Atau gue bakal coba rebut Auristela dari lo!”
Ah, meskipun terlihat merelakan. Galen tetap saja menyebalkan.
Adelard mendengus.
Yeeshai dan Brady memeluk Adelard.
“Kenapa lo jadi nyebelin sih! Pokoknya kita minta maaf! Dan persahabatan kita harus kembali kayak dulu titik!” sungut Yeeshai memaksa
“Jangan lupa perbaiki hubungan lo juga sama Auristela biar makin lengkap!” Brady menyahut.
Adelard mendengus, tapi akhirnya terkekeh juga. Dia menatap Galen, “Lo gak mau minta maaf sama peluk juga nih? Kesalahan lo parah tau!” Adelard meledek.
Galen mendengus tapi akhirnya cowo itu meminta maaf juga. “Maaf!” Galen mendekat ke arah Adelard, membuat Yeeshai dan Brady menyingkir.
“Gue bakal kecewa kalau lo milih kalah sama hubungan lo, setelah banyak orang yang coba ngancurin hubungan lo udah kalah!” ucap Galen panjang lebar. Diakhiri menabrak bahu Adelard keras dan berlalu begitu saja.
__ADS_1
Dasar Galen!.
Clarinta dan Nerissa saling pandang. Sepertinya urusan mereka sudah selesai. Mereka memilih pergi.