Topeng

Topeng
Chapter 10


__ADS_3

Kali ini kelas 12 MIPA 1 diisi oleh Pak Javar selaku guru Fisika. Sekarang ini beliau sedang memandangi absen kelas.


"Kelas ini anaknya gak ada perubahan yah. Oh, Aber. Baru sekarang Bapak bisa ketemu kamu. Gimana kabarnya?"


Abercio tersenyum, "Alhamdulillah baik, Pak!"


"Gimana pengalamannya ikut pertukaran pelajar kemaren?"


"Ya cukup menambah wawasan dan pengalaman!"


Setelah itu keduanya asik mengobrol. Auristela melirik sekilas pada Abercio dengan malas. Entah kenapa Auristela menyesal tidak mau mengambil tawaran pertukaran pelajar tahun lalu.


Tidak lama sesi tanya jawab antara Pak Javar dan Abercio. Waktu-waktu yang masih banyak itu dihabiskan dengan pengenalan materi-materi yang akan dipelajari selama 1 semester ke depan. Dan juga ceramah-ceramah. Biasa, udah kelas 12. Pasti terkadang ada beberapa guru yang menghabiskan waktu *** untuk ceramah daripada memberi materi. Tapi gak full juga kok.


Detik-detik semakin berlalu. Kini bel tanda berakhirnya *** hari ini telah berbunyi.


Setelah bersiap dan membaca do'a bersama, kini satu persatu anak mulai meninggalkan kelas.


"Cha-"


"Gak usah panggil gue itu!" Auristela memotong perkataan Abercio sembari memberi tatapan peringatan pada cowo itu.


Abercio menghela nafas, "Oke! Lo hari ini ada acara?" tanyanya


"Ada. Gue mau jalan sama cowo gue!" balas Auristela sedikit ketus


Ah, sepertinya Abercio lupa akan fakta Auristela yang sudah tak jomblo lagi.

__ADS_1


Abercio melirik Adelard dan kawanannya yang kini tengah berdiri memperhatikan dirinya dan juga Auristela.


"Maaf kalau lo ada urusan sama Auris, tapi kita udah ada rencana duluan! Mungkin lain kali!" Adelard menengahi. Dia sedikit merasa kasihan dengan Abercio.


Auristela merasa jengkel Adelard mengatakan seperti itu. Dengan segera dia memutari meja dan menarik Adelard untuk segera pergi yang diikuti oleh yang lainnya. Terkecuali Galen. cowo itu kini tengah berdiri dihadapan Abercio dengan tangan yang dimasukan disebelah saku celananya.


"Jangan ganggu Auris!" ucapnya penuh peringatan. Tentunya dengan aura dominannya yang menyesakkan. Namun, Abercio sama sekali tak terpengaruh dengan itu.


"Apa masalahnya?" Abercio bertanya dengan tak terima. Apa salahnya ia mendekati Auris? Dia juga tak ada maksud apapun.


Galen tersenyum miring, "Gue gak peduli lo mantan Auris, atau siapapun itu dikehidupan Auris! Gue cuman peringatin lo supaya gak ganggu Auris dan sahabat-sahabat gue!" ucapnya kemudian dengan sengaja menabrakkan bahunya dibahu Abercio.


Abercio terdiam menatap punggung Galen yang semakin menjauh.


Disisi lain.


"Adelard mah sok tabah!" Yeeshai mencibir setelah memberikan senyuman pada Adkel yang memandanginya dari kejauhan


Adelard memutar bola mata malas mendengarnya.


"Lain kali biarin aja, kamu gak usah ngomong apa-apa ke dia. Apalagi ngerasa kasihan atau gimana!" Auristela berucap sedikit datar dalam nadanya


"Tuh kan! Auris aja bodo amat! Adelard mah emang bego!" Baru kali ini Brady merasa sesemangat itu menghardiki Adelard


Adelard mengabaikan Brady. Dia mengelus rambut Auristela, "Aku bingung nanggepin dia gimana. Aku gak tau ada apa sama kalian. Disisi lain aku ngerasa kasihan Abercio kamu gituin. Tapi disisi lain aku juga gak bisa ngehakimi kamu, karena aku gak tau apa-apa!"


3 hari ini semenjak kedatangan Abercio. Adelard sungguh bingung harus bersikap bagaimana menanggapi Abercio yang gencar mendekati Auristela dan Auristela yang selalu memukul mundur cowo itu. Adelard takut salah mengambil tindakan di dalam ketidaktahuannya ini.

__ADS_1


"Ya udah kamu diem aja! Aku gak suka bahas masalah tentang Aber! Biarin aja aku bertindak sesukaku. Aku gak bakal ngerugiin kamu juga! Biarin aja dia!" Auristela membalas dengan gerutuan.


Entah Adelard yang terlalu bucin atau gimana. Mendengar gerutuan Auristela, Adelard malah merasa Auristela jadi terlihat menggemaskan.


Dia malah jadi tak fokus dengan apa yang Auristela gerutukan.


"Kok kamu imut sih begitu!" Adelard berucap dengan gemas sembari mencubit sebelah pipi Auristela yang tirus itu


Auristela refleks menggeplak tangan Adelard, "Pipi aku tuh gak cabby! jangan dicubit!" kesalnya


Adelard terkekeh. Memang dilihat dari segimanapun fisik Auristela tidak menggambarkan keimutan. Auristela tinggi. Wajah oval dengan pipi tirus. Mata juga tidak bulat. Wajahnya terlihat cantik dan tegas. Terlihat lebih dewasa dan memiliki aura yang kuat. Kata imut memang tidak cocok untuk Auristela.


"Heran, lagi tegang-tegangnya masih sempet-sempetnya aja ngebucin lo berdua!" cibir Brady


Yeeshai yang mendengarnya terkekeh, "Udah deh Brad, cari cewe sono! Miris gue liatin lo yang suka sirik sama mereka berdua!"


"Santuy gue mah! Lagian masih ada Galen yang jomblo! Eh, mana Galen?"


Seketika semuanya menoleh ke belakang.


Kemana iceboy mereka?.


...----------------...


TBC


Jangan lupa vote komen and share yah!

__ADS_1


Yang berniat ninggalin season 2,awas nyesel😂 canda✌️ aku gak maksain kok. Ini emang udah alur yang aku susun jadi terserah mau komen dan tetap stay sama cerita ini atau engga. Tapi aku saranin mending tetap stay ya! Kalian belum tau lanjutannya gimana, jangan overthinking dulu sama prolog😂✌️oke see you.


__ADS_2