
Setelah berfoto-foto sehabis penyerahan hadiah pemenang tadi, Sekarang ini di mobil, semuanya tengah berbincang-bincang.
"Bapak benar-benar gak nyangka kita bisa menang lagi! Terimakasih Auristela, Adelio!"
ucap Pak Javer sambil melirik ke belakang, karena memang Pak Javer di kursi samping kemudi.
Auristela dan Adelio yang berada di kursi belakang hanya tersenyum.
Bu Friska yang duduk di tengah sendirian ikut menyahut
"Nanti kita makan-makan dulu yah!" ucapnya
Lagi-lagi Auristela dan Adelio hanya mengangguk.
Tak berapa lama mereka sampai di Restoran bintang 3. Sekolah mereka memang tidak main-main.
Mereka makan-makan sebentar disana lalu kembali menaiki mobil.
__ADS_1
Saat mobil sudah dijalankan, Bu Friska menoleh ke belakang
"Piala dan lainnya boleh kalian bawa pulang dulu nanti kalian bisa menyerahkannya ke pihak sekolah saat hari Rabu saja! Kalian besok libur sehari yah, istirahat!" ucapnya
"Iya Bu! Makasih!" balas Auristela dan Adelio bersamaan.
Auristela menyenderkan tubuhnya pada jok,
bersiap tidur sebentar. Adelio melirik ke arahnya. Auristela yang menyadari itu, sebelum benar-benar memejamkan matanya ia berkata,
"Tidur aja, Ade! Masih agak lama ini," ucapnya lalu terlelap.
Adelio mengirimkan fotonya tadi saat penyerahan piala kepada para sahabatnya.
Mereka langsung heboh, ralat, kecuali Galen yang hanya memberi ucapan selamat singkat.
Yeeshai dan Brady sama-sama heboh, bahkan mereka berencana akan ke Rumahnya untuk merayakan. Pastinya Galen juga ikut.
__ADS_1
Sahabatnya memang agak berlebihan. Padahal sedari SMP ia sudah sering seperti ini. Tapi walau begitu, Adelio tetap senang.
Saat sedang asik membalas chat bersama para sahabatnya di grup WhatsApp, tiba-tiba saja mobilnya mengerem dadakan. Adelio yang hampir terjerembab ke depan refleks menahan Auristela yang hampir terjerembab ke depan juga. Posisinya seperti ia sedang memeluk Auristela dari samping, namun wajah mereka saling berhadapan saat ini. Ditambah Auristela yang refleks terbangun.
"Ah, maaf!" ucap Adelio kikuk sambil melepaskan rangkulannya.
Auristela masih mengerjapkan matanya bingung. Lalu suara Pak Javer menginterupsinya,
"Kalian gak papa, kan? Tadi ada orang yang tiba-tiba nyebrang jadi refleks rem mendadak. Untung tadi gak nabrak! Lagian orang kalau jalan kok gak tengok kanan kiri dulu," ucap Pak Javer sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menghadap ke depan lagi.
Auristela baru mengerti setelah mendengar ucapan Pak Javer tadi. Untung saja, Pak Javer tidak melihat adegan tadi. Bu Friska ikut menengok ke belakang,
"Tidur aja kalau cape," ucapnya dan hanya dibalas anggukan kepala.
Auristela menyandar pada jok lagi, memijat pangkal hidungnya. Aish, rasanya sulit jika mau tidur lagi kalau sudah kebangun seperti ini. Adelio yang memperhatikan Auristela, entah kenapa refleks mengatakan sesuatu yang memalukan, maybe.
"Tidur di paha aku aja, Ris! Biar gak kebangun lagi," ucapnya refleks.
__ADS_1
Adelio terkejut dengan ucapannya sendiri, begitupun Auristela. Namun respons Auristela malah membuat Adelio hampir jantungan saja. Auristela langsung saja membaringkan kepalanya di paha Adelio, dengan kaki dimiringakan. Auristela mulai mencoba tidur lagi dan ajibnya ia bisa langsung terlelap, tidak seperti biasanya. Nyaman...maybe. Adelio sontak tersenyum melihatnya.