Topeng

Topeng
Dekat


__ADS_3

Auristela tengah berada di Perpustakaan dengan Adelio. Auristela sedang mengambil buku-buku yang berguna untuk pembelajaran Adelio.


Selesai memilih, Auristela kembali ke meja, meletakan buku-buku itu di depan Adelio.


"Ni buku-buku yang harus lo pelajarin!" ucap Auristela


"Bukunya sih cuman 3 tapi tebel-tebel gini!" gumam Adelio yang merasa kesal. Ia emang biasa mempelajari buku-buku lebih banyak dari ini, tapi buku dihadapannya ini sangat tebal menurutnya. You know lah anak-anak Badboy mana tahan lihat ginian.


Auristela mengernyit. Tadi ia sempat mendengar gumaman Adelio. Ia jadi bingung, kenapa Adelio terlihat malas dengan yang namanya buku?.


"Gue kira anak-anak kaya lo dikasih buku ginian b aja, ternyata lo gak suka!" ucap Auristela berceletuk


"Goblok! Ini kan lagi nyamar njir! Lagian nih si Auristela telinganya tajem bener!" batin Adelio merutuki dirinya.


"Eh! Ituuu cuman kayanya lebih tebel aja dari buku-buku yang biasa aku pelajarin waktu SMP!" balas Adelio gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ohhh! Ini juga rekommend dari Zayyan!" balas Auristela.


"Njirr si Zayyan, mau bunuh gue apa gimana?Buku tebel gini!" batin Adelio merutuki Kakak kelasnya itu


Adelio mulai membuka buku-buku itu dengan malas. Sedangkan di depannya Auristela sedang sibuk dengan laptopnya. Adelio memandang wajah yang tengah serius itu. Adelio tertegun saat Auristela menyelipkan anak rambutnya ke telinga kanan.


Tanpa sadar Adelio tersenyum, "Cantik!" batinnya

__ADS_1


"Gue nemu nih contoh-contoh soal OSN tahun-tahun sebelumnya! Coba deh lo lihat!" ucap Auristela


Ia mengarahkan laptopnya ke Adelio,


tapi Auristela malah mendapati Adelio yang tersenyum memandanginya.


Auristela mengernyit, "Ade!"


"De!"


Auristela menaik turunkan tangan kanannya ke wajah Adelio berniat membuatnya sadar, tapi tidak. Auristela berdecak. Ia bangkit menggeser laptopnya, lalu mencondongkan wajahnya.


"ADELIO!!" teriaknya di depan wajah Adelio.


Auristela berdecak lagi saat Adelio melamun lagi. Tapi tunggu, mata Auristela tidak sengaja menatap netra kecoklatan yang sekarang juga tengah menatap netranya.


Cukup lama, sampai-sampai mereka menahan nafas masing-masing, saling mengagumi netra di depannya. Hingga akhirnya Auristela yang duluan tersadar. Ia langsung saja mendorong bahu Adelio berniat menyadarkan cowo itu. Namun karena Adelio yang belum siap, Adelio refleks menarik tangan Auristela membuat Auristela tertarik ke arahnya dan


Cup!


Bibir mereka tidak sengaja bersentuhan. Mata mereka sama-sama membelalak kaget. Auristela buru-buru bangkit. Ia duduk kembali menatap Adelio yang sekarang juga menatapnya.


"My first kiss!!!!" batin Adelio dan Auristela bersamaan.

__ADS_1


Mereka sama-sama canggung


"Maaf!" ucap mereka bersamaan.


Mereka sama-sama memalingkan wajahnya. Pipi mereka sama-sama memanas. Mereka menyentuh dada masing-masing yang berdetak tidak karuan.


Auristela menarik nafas, menetralkan detak jantungnya.


Ia menoleh ke Adelio yang masih memalingkan wajah.


Auristela menggeleng geli,


"Udah lupain!" ucapnya santai, padahal ia juga jedag jedug dari tadi.


Adelio terkejut, ia buru-buru merilekskan dirinya dan menetralkan raut wajahnya, ia menoleh ke Auristela dan tersenyum kikuk.


Auristela buru-buru mengarahkan laptopnya ke Adelio agar suasana canggung ini hilang.


"Lo bisa coba lihat-lihat ini! Nanti lo download yah soal-soal di website ini!" ucapnya.


Adelio mengangguk. Dalam situasi ini Adelio berfikir, kenapa malah ia yang sebagai cowok yang malah terlihat lebih kikuk. Auristela saja bahkan terlihat biasa saja.


****

__ADS_1


__ADS_2