Topeng

Topeng
Kak Daffin


__ADS_3

Auristela sedang menuruni tangga hendak menuju ke meja makan, lalu tiba-tiba pintu depan terbuka menampilkan seorang pemuda kuliahan.


"KAK DAFFINNNN!"


Sebuah suara menggema dari lantai dua, lalu suara kaki berlari menuruni tangga terdengar bising, dan siapa itu?Clarinta.


Clarinta dengan sekejap berlari ke arah Daffin. Kedua orang itu saling berpelukan melepas rindu. Auristela tersenyum tipis di ujung tangga. Ia berjalan pelan menghampiri mereka.


Terlihat Clarinta banyak berceloteh pada Daffin.


"Lagi libur atau gimana, Kak? Kok tumben mampir?" tanya Auristela


Clarinta mencebik,


"Kaya gak suka aja lo, Kak Daffin kesini!" cibir Clarinta


"Hus! Gak boleh gitu sama Kakak sendiri!" tegur Daffin


Clarinta hanya mendengus.


Daffin tersenyum pada Auristela, Auristela berjalan ke arahnya lalu menyalimi tangannya.


"Gimana kabarnya, Kak?" tanya Auristela mengalihkan pertanyaan tadi


"Alhamdulillah baik kok!" balas Daffin


"Oh syukur deh Kak kalau gitu!"


Ya gitu doang, Auristela memang tidak terlalu akrab dengan Adik Ibunya ini. Daffin lebih akrab dengan Clarinta karena memang Clarinta suka curhat dengan Daffin, Clarinta juga suka memonopoli Daffin, jadi Auristela tidak terlalu akrab.

__ADS_1


Dari arah dapur muncul Kyra,


"Ya ampun Daffin! Ke sini gak bilang-bilang!" seru Kyra


Daffin hanya tersenyum lalu menyalimi Kakaknya itu.


"Gimana kabarnya, Kak?" tanyanya


"Alhamdulillah baik kok! Kamu gimana?" balas Kyra


"Alhamdulillah baik juga!"


"Hmm ya udah yuk masuk! Ayo makan!" ajak Kyra


***


Di meja makan Kyra duduk bersebelahan dengan Daffin, dan di seberang ada Auristela dan di sebelah Auristela ada Clarinta yang berhadapan dengan Daffin.


"Gimana kuliah di Australia?" tanya Kyra pada Daffin.


Ya kebetulan Daffin kuliah di Australia, ia mengambil jurusan Bisnis.


"Ya enak-enak aja! Sekolah Clarinta sama Auristela gimana?" tanyanya mengarah ke kedua ponakan di depannya


"Ya gitu-gitu ajalah Kak, gak ada perubahan!" balas Clarinta tak minat


Daffin yang mendengar itu terkekeh lantas mengacak rambut tergerai Clarinta dengan gemas.


"Belajar! Masa dari dulu gitu-gitu mulu!"

__ADS_1


Clarinta mendengus kesal,


"Bodolah susah!"


Daffin hanya terkekeh, lalu pandangannya beralih pada Auristela yang sibuk makan


"Kamu gimana, Ris? Masih jadi bintang emasnya sekolah?"


Auristela mendongak,


"Ya gitulah, Kak!" jawab Auristela seadanya


"Ini kan lagi musim OSN kan ya, kamu ikut lagi?"


"Hmm ya!"


"Moga juara lagi yah kaya tahun kemaren!"


"Iya amin, Kak! Doain aja!"


"Pasti!"


Daffin melirik Clarinta dengan senyum mengejek,


"Tuh! Kakak kamu aja bisa jadi bintang emasnya sekolah! Bolak-balik ikut OSN sampai juara lagi! Masa kamu dapet peringkat sepuluh besar di kelas aja gak bisa!"


Clarinta mendengus, ini yang tidak ia suka. Kepintaran Auristela yang seolah-olah selalu menjatuhkannya. Ia juga tak tau kenapa otaknya tidak seperti Kakaknya. Kadang ia sebal sendiri saat Daffin suka belajar bareng Auristela, ya walaupun lebih dekat dengannya sih, karena Auristela juga kadang gak sering minta bantuan ke Daffin yang sama-sama punya otak jenius.


Clarinta hanya menatap Auristela sinis dan Auristela tentu tak peduli, toh emang fakta kalau otaknya lebih unggul dari Adiknya.

__ADS_1


"Udah gak papa! Mungkin emang bakat Clarinta gak di Akademik!" ucap Kyra mencairkan suasana.


"Oh ya? Bakat ngedrama maksudnya?" batin Auristela tersenyum sinis.


__ADS_2