Topeng

Topeng
Chapter 15


__ADS_3

Adelard menatap Adara aneh. Saat ini terlihat Adiknya itu tengah menuruni tangga dengan Headset ditelinganya sembari menggerak-gerakkan badannya.


"Ngapain lo?!" tanya Adelard tepat di belakang Adara


Melihat tak ada respon dari Adara, Adelard mendengus, "Budek kali ya, perasaan gak jauh-jauh amat gue mang-"


Buk!


"Shhh! Sial, pakai aba-aba dong! Main nonjok aja!" kesal Adelard memegangi perutnya yang sebenarnya gak sakit-sakit amat. Kaget aja dia tiba-tiba Adara membalikkan badan dan langsung menonjok perutnya.


Adara mendengus, "Lebay lo! Makanya gak usah ngatain gue budeg! Lo tuh yang budeg!"


cercanya


Adelard langsung saja menyentil dahi Adara, membuat cewe itu mengaduh.


"Lo nya aja gue ngomong gak ditanggepin! Udah berasa jadi artis aja!" balas Adelard tak mau kalah


"Lo gak penting sih, ganggu!" balas Adara cuek


Adelard yang mendengarnya sontak melotot, "Adek laknat emang!"


"Udah deh berisik! Suara lo mencemari irama musik gue!" balas Adara sembari memegangi kedua sisi headset nya


"Ngapain lo joget-joget?!" ucap Adelard melihat Adara yang mulai menggerak-gerakan tubuhnya lagi


Adara mengedikkan bahu acuh. Cewe itu mulai menuruni tangga, "Ada seleksi eskul dance entar! Udah deh lo diem aja, Kak!" balasnya mulai kembali asik dengan gerakkannya


Adelard yang mendengarnya sontak tertawa, "Pftttt, cewe kek lo mau ikut eskul dance? Sumpah deh mending gak usah! Yang ada lo cuman mau malu-maluin gue aja!" ejeknya


Adara yang mendengarnya sontak menghentak-hentakkan kakinya, sebal. Dia menatap ke arah Mamanya, "MAAA! KAK ADE NIH NYEBELIN BANGET!" adunya berlari kecil menghampiri Freya


Adelard memutar bola matanya malas, "Dasar tukang ngadu!" sebalnya.


Freya yang sedang menata makanan di meja makan menghela nafas lelah sembari membalas pelukan si Bungsu.


"Apa lagi si kalian?" tanyanya jengah


"Tau tuh tukang ngadu!" Adelard menjawab sembari menarik kursi makan untuk dia duduki.


Adara memeluk Freya semakin erat, "Ma, masa aku mau ikut seleksi eskul dance dikira gak cocok dan cuma bisa malu-maluin Kak Ade!" adunya

__ADS_1


Freya memijit kepalanya lelah. Ada saja keributan antara kedua anaknya ini.


"Pa, bener kan yang aku bilang, lihat tuh pakaian Adara, belum jadi anak eskul dance aja udah pakai legging sama tank top yang ditutup jaket! Niat banget godain cowo! Paling entar kalau keterima, bakal tambah caper ke cowo-cowo!" Adelard berucap sinis


Adara sontak menjauh dari Freya. Dia berdiri tepat di samping kursi Kakaknya, "Kok Kakak jahat banget sih ngomong gitu? Tinggal tegur aja Adara jangan pakai pakaian kaya gitu, bukannya malah ngata-ngatain!" kesalnya sedikit emosi


"Astagfirullah, udah-udah jangan berantem! Ade, kamu jangan ngomong kaya gitu sama Adek kamu! Bilangin Adara yang bener-bener, jangan kasar kaya gitu. Mama gak suka yah, apa jangan-jangan kamu suka gitu juga ke Auris?!"


Adelard sontak menggeleng panik, "Engga, Ma! Beneran deh! Adelard cuman gak suka aja Adara pakai gituan. Harusnya lebih sopan lagi!"


Aarav bangkit dari kursinya. Dia mendekati Adara, lalu merangkul putrinya itu. Aarav mengarahkan Adara menuju kamar putrinya itu.


"Adara jangan kesinggung sama Kakak kamu yah, dia khawatir. Gimanapun kamu baru masuk SMA dan lihat kamu yang maaf, berani pakai kaya gini dia pasti mikirnya udah kemana-kemana. Maklumin aja yah, mungkin Kakak kamu juga lagi ada masalah." Aarav berucap dengan lemah lembut


Adara menengok ke arah Papanya itu, "Tapi, Pa! Masa dia bilang kaya tadi?! Aku ya gak terima lah!" balasnya


Aarav tersenyum kecil sembari mengelus rambut Adara, "Udah gak papa. Mending sekarang Adara masuk kamar, terus ganti pakaiannya. Pilih aja yang nyaman buat dance, tapi yang tertutup dan sopan ya, sayang."


Adara cemberut. Menatap bolak-balik ke arah pintu kamarnya dan juga Papanya, "Ish, nyebelin!"


Aarav terkekeh sembari mengacak-acak rambut Adara, "Udah sana cepetan! Entar Papa anter ke sekolah!"


Adara seketika langsung sumringah, "Siap kapten!" ucapnya tersenyum lebar.


"Jadi cowo itu mulutnya jangan cabe! Ketularan siapa sih?! Galen gak pernah ngomong aneh-aneh, Brady juga kalau ngomong bikin nyenengin. Yeeshai apalagi, mulutnya manis banget. Perlu di beri pelajaran kamu ini!" omel Freya semakin memperkuat jewerannya


"Aduh, Ma! Udah, maaf deh maaf!" mohon Adelard


"Mama gak tau aja Yeeshai kalau julid udah kaya cabe sekilo!" batin Adelard


Dengan perasaan puas, Freya melepas jewerannya.


"Awas kalau diulangin lagi!" ancamnya


"Iya-iya!"


Adelard juga menyadari, dia agak keterlaluan tadi kepada Adara.


Tak lama Aarav Kembali ke meja makan dan diikuti Adara. Mereka sarapan bersama. Adelard dan Adara juga tidak ribut lagi.


Adelard dan Adara baru saja keluar dari pintu dan sudah disuguhkan dengan kedatangan mobil Auristela. Keduanya sontak menaikkan kedua sudut bibir mereka.

__ADS_1


Adara berlari kecil menghampiri Auristela yang sudah keluar dari mobil.


"Kak Auris makin cantik aja!" goda Adara sembari memeluk Auristela yang pastinya disambut baik oleh Auristela.


"Ngode pengin dikatain cantik juga!" balas Auristela


Adara nyengir, "Tau aja Kakak ini!" balasnya


"Euy Adara! Gue gak disambut nih?!" suara Clarinta dari dalam mobil sontak mengalihkan perhatian Adara. Cewe itu melepas pelukannya pada Auristela dan berjalan mendekati mobil, tepatnya ke arah Clarinta. Kesempatan itu dimanfaatkan Adelard. Cowo itu langsung saja menghampiri kekasihnya itu.


"Ngapain lo, Kak?" tanya Adara sedikit menunduk


"Ke sekolah lah!" Clarinta membalas songong


Adara menahan tawa, "Lah, ngapain? Berasa orang penting aja lo, Kak!" ejeknya


"Ngeremehin ni anak! Gue eliminasi mampus!"


Adara sontak melotot, "Lo anak dance, Kak?!" ucapnya tak percaya


Clarinta mengibaskan rambutnya songong, "Ya iyalah! Gue salah satu jurinya nih! Hayo lo udah


nyinggung gue!" ucapnya menakut-nakuti


"Kakak tau dari mana gue ikut eskul dance?"


"Tuh!" Clarinta menunjuk formulir di tangan Adara yang nampak tak asing di penglihatannya. Formulir untuk eskul dance memang berbeda.


Adara melirik formulirnya lalu menyengir. Dia membuat huruf 'V' dengan jarinya.


"Damai, Kak. Damai! Damai kita!"


Clarinta mendengus menghadapi tingkah tak jelas Adara


"ADARA CEPETAN MASUK!" teriakan Aarav mengalihkan atensi Adara. Dia dengan segera pamit pada Clarinta. Tak lupa juga kepada sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu.


___


Akhirnya Adara selesai mengikuti seleksi. Untung saja Clarinta gak benar-benar mengeliminasi dirinya. Namun Adara cukup tertegun dengan Clarinta yang tampak berbeda tadi. Tegas dan juga tampak profesional.


Adara melirik-lirik lapangan basket yang lumayan ramai. Dia melihat Fillo yang sedang berhadapan dengan Yeeshai entah ada apa.

__ADS_1


Dengan berani, dia mendekati Fillo. Menepuk bahu cowo itu.


"Lagi ada apa?"


__ADS_2