
Saat ini hari senin pagi seperti biasa akan diadakan Upacara Bendera. Setelah Upacara selesai para murid belum dibubarkan, mereka akan dapat pembinaan saat ini.
Auristela dan Adelio telah menyerahkan Piala kemenangan mereka tadi kepada kepala sekolah di depan para murid, guru dan staf karyawan di sekolah ini. Setelah penyerahan Piala, mereka kembali ke barisan.
Saat ini Auristela dan Adelio tengah berada di Ruang OSN, menyiapkan pertempuran berikutnya dengan OSN grup.
Pintu dibuka menampilkan seorang cewe. Adelio tampak kaget dengan cewe itu, sedangkan Auristela tampak biasa saja.
"Males banget harus satu grup sama kalian!" ucap cewe itu, lalu duduk agak berjauhan dengan mereka
Auristela hanya melirik cewe itu datar tak peduli lalu memalingkan wajahnya.
"Assalamualaikum," salam Pak Abraham si kepala sekolah.
Di belakang Pak Abraham tampak guru-guru pembimbing. Kini Bu Danita juga ikut selaku pembimbing mapel Biologi.
"Waalaikum salam," jawab ketiganya.
"Ketemu lagi kita!" ucap Pak Abraham dan hanya dibalas senyuman oleh ketiganya.
__ADS_1
"Sebelum itu Bapak ingin mengucapkan terimakasih lagi kepada Auristela dan Adelio yang telah mempertahankan juara sekolah kita,"
"Sama-sama, Pak!" balas Auristela dan Adelio bersamaan
"Maaf juga, kalian baru istirahat satu hari tapi sudah harus mempersiapkan diri untuk OSN grup."
"Gak masalah, Pak!" balas Auristela
"Oke seperti yang kalian bertiga tau, 2 minggu ke depan akan ada OSN grup bidang MIPA, jadi tentunya akan ada 3 orang! Auristela, Adelio dan satu lagi Nerissa yang akan mewakili," ucap Pak Abraham.
Yap, cewe tadi Nerissa (temannya Clarinta). Hey jangan salah ya, meskipun Nerissa kelakuannya gitu, tapi dia sudah mewakili OSN Biologi bulan lalu dan mendapat juara 1. Ia juga sudah menyiapkan materi untuk OSN grup, jadi tinggal kerjasamanya dengan Auristela dan Adelio.
"Auristela, nanti kamu memimpin ya!" ucap Pak Abraham
"Bapak bukan tanpa alasan menunjuk Auristela, dia sudah berpengalaman dalam OSN grup tahun lalu. Jadi Adelio dan Nerissa tolong bisa mendengarkan Auristela."
"Kerjasama dan kekompokannya supaya ditumbuhkan. Ayo berjuang bersama-sama untuk sekolah!" ucap Pak Abraham lagi dan dibalas tepukan tangan dari lainnya.
Guru pembimbing mulai memberi arahan-arahan dan setelah itu meninggalkan mereka untuk diskusi.
__ADS_1
"Anak didik Ibu, semangat ya!!" ucap Bu Danita menyemangati pada Auristela dan Adelio sebelum keluar.
Nerissa tampak sekali malasnya, ia melirik Auristela dan Adelio jengah.
"Jangan bawa masalah pribadi disini," ucap Auristela datar
Nerissa melirik sinis Auristela, "Gimana gak kebawa yah, lihat kalian aja males banget gue!" ucapnya dilebay-lebaykan.
"Kita disini jadi satu kesatuan berjuang buat sekolah! Bisa profesional dikit?" ucap Auristela tajam
Nerissa terdiam sambil mencebikkan bibirnya. Auristela menghela nafas lalu melirik Adelio sebentar.
"Kita udah nyiapin materi, kan? Jadi tinggal latihan soal. Kita bisa saling bantu apabila ada yang gak paham, karena ini bukan cuman satu mapel! Tolong kerjasamanya nanti," ucap Auristela
"Kok lo jadi so ngatur-ngatur sih?!" kesal Nerissa
Auristela menghela nafas berusaha sabar, "Gak denger tadi Pak Abraham nyuruh gue buat mimpin? Gue gak ngatur tapi ngasih arahan untuk latihan kita nantinya."
"Bukan berarti lo bisa ngatur-ngatur yah!" ucap Nerissa benar-benar memancing emosi.
__ADS_1
"Nanti jam terakhir kita kumpul di perpustakaan!" ucap Auristela lalu bangkit dan menarik Adelio yang sedari tadi hanya menjadi penonton.
Merasa diabaikan, Nerissa jadi sebal sendiri. Dia langsung saja bangkit dan keluar.