
Adara dan Fillo sekarang lagi di depan pintu ruangan dance.
Adara berniat mengikuti eskul dance. Dengan Fillo yang menemaninya untuk mendaftar.
"Masuk yuk! Gue gak ada temen!" Adara memaksa Fillo untuk masuk ke ruangan dance
"Gak, gak! Apaan! Entar gue dikira mau ikutan!" Fillo langsung saja menolak
"Ish lo mah! Ikut juga gapapa kali! Biar kaya idol-idol korea!"
"Engga!"
Adara berengut, "Ayolah temenin sampe ke dalem! Cuman daftar doang!"
"ITU DILUAR SIAPA RIBUT-RIBUT?!"
Adara langsung memasang wajah panik campur takut, "Tuh kan dimarahin. Please, temenin gue!"
Mau tak mau akhirnya Fillo pun menemani Adara untuk mendaftar. Baru masuk saja, sudah banyak anak cewe yang menatapnya. Apalagi para senior. Banyak tatapan memuja untuknya. Mereka sama menahan gemas melihat wajahnya. Dan itulah yang membuat Fillo tak suka. Dia berasa jadi anak bayi saja.
"Cepetan lo jalannya! Lo gak mau kan besti lo ini diculik entar!" bisik Fillo, sedikit mendorong-dorong bahu Adara
Adara risih. Dia menatap tajam sekilas pada Fillo, namun pada akhirnya dia menuruti cowo itu. Fillo beneran menyebalkan! Dia gak tau apa kalau dia ini lagi gugup. Apalagi saat ini para Kakel seperti sedang menatap tajam padanya.
"Tadi kalian yang berisik diluar?"
Baru saja tiba di depan mereka, Adara sudah ditodong begitu saja.
Adara merasa gugup, dengan berani dia menatap Kakelnya itu, "Ah, maaf Kak. Tadi ada ribut-ribut kecil!" jelasnya
"Oke, lain kali jangan ribut-ribut gitu. Ganggu yang lain!"
Adara menghela nafas lega. Adara kira nanti dia akan dimarahin habis-habisan. Sepertinya para Kakel anak dance ini tidak semenyeramkan bayangannya.
"Mau daftar, 'kan? Silahkan bisa diambil formulirnya. Hari sabtu kesini lagi sambil bawa formulir yang udah diisi. Jangan lupa persiapin dance kamu, nantinya akan ada seleksi. Good luck yah!" ucap Kakel itu diakhiri senyuman
"Ah, iya! Makasih, Kak!" Adara balas tersenyum
Saat Adara telah menerima formulir, tatapan Kakel itu kini diarahkan ke arah Fillo, "Mau daftar juga?"
Mata Fillo langsung melotot, "Engga!" paniknya, refleks. "eh, maksudnya saya gak ikut daftar, Kak! Cuman nemenin temen saya aja!" lanjutnya sadar akan raut terkejut Kakelnya itu.
Adara di tempatnya menahan tawa.
"Hummm, sayang banget! Padahal wajah kamu imut gitu, kaya idol-idol! Cute, banget pasti kalau ikut dance!"
Fillo seketika menatap Kakelnya horor.
Yang benar saja?!.
Kakel itu seketika terkekeh, "Biasa aja natepnya, lagian di eskul dance gak ada anak cowo. Mana mau anak cowo sini ikut eskul ginian. Yang ada harga diri mereka tercoreng!"
Nah, tuh tau!
"Ya udah ya, Kak! Kita permisi dulu!" Adara membuka suara, menyadari Fillo yang tampak tak nyaman.
"Ah iya silahkan! Ditunggu performanya!!"
"Siap, Kak!"
Akhirnya keduanya telah keluar juga dari ruangan dance.
"Tuh kan! Gue bilang juga apa?!" Fillo langsung saja mencerca Adara
Adara memutar bola matanya malas, "Iya-iya! Maaf deh! Gue traktir deh! Gimana?"
"Bisa banget nyogoknya! Ya udah cepetan! Gue ada rekomendasi cafe yang bagus disekitaran sini!"
__ADS_1
"Seneng kan lo?!"
"Hmmm, gue cuman gak bisa menolak rezeki! Mumpung gratisan yakan?"
Adara seketika memutar bola matanya malas.
Sampai juga mereka di parkiran.
"Yuk! Gue udah hubungin sopir gue supaya gak jemput!" ajak Adara
"Kuy! Naek!"
____
"Fotoin gue lagi dong!"
Fillo menghela nafas lelah. Semenjak sampai di cafe, Adara tidak henti-hentinya meminta foto.
"Keenakan di elo kan akhirnya!" kesalnya
Adara nyengir, "Gak nyesel gue traktir lo! Lain kali ajak gue kesini lagi ya! Atau kalau lo ada rekomendasi cafe yang bagus lagi, jangan lupa ajak gue!"
"Gak tau diri ya lo! Gue minta traktiran double pokoknya!"
Adara memutar bola matanya malas, "Iya-iya! Gue yang sultan emang harus sering-sering berbagi sama yang fakir!"
Fillo dengan segera menggeplak bibir Adara dengan sendoknya, "Mulutnya!"
Adara nyengir, kemudian menunjukkan jarinya, membuat huruf 'V'.
"Ah, kena bibir lo kan jadinya!" kesal Fillo lalu meletakan sendoknya. Menggantinya dengan garpu.
"Berasa banyak kumannya bibir gue!"
"Gue gak mau yah, ciuman gak langsung sama lo!"
"Udah deh diem! Jadi difoto ngga? Yang terakhir ini!"
Adara dengan segera memperbaiki duduknya, "Oke-oke!"
Akhirnya dengan sangat-sangat terpaksa, Fillo mengambil beberapa gambar Adara.
Adara melihat-lihat hasil jepretan Fillo, "Bagus juga!" gumamnya
"Entar lagi liatnya! Makan dulu! Keburu dingin entar!" Fillo memperingati
Adara menyengir, lalu meletakan hpnya. Dia mulai memakan pesanannya.
"Lo gak ada temen cowo?" tanya Adara penasaran. Karena 1 hari full ini Adara tidak melihat Fillo berinteraksi dekat dengan cowo. Dengan teman kelas pun ala kadarnya.
"Lo asli nyebelin banget! Ada lah! Yakali gue banci!"
"Ya gue gak lihat lo keliatan deket sama anak cowo!"
"Ini baru sehari, astagfirullah!"
Ngomong-ngomong mereka meski baru kenal, tapi bisa langsung deket.
"Ya kan-
"Lo belum tau temen-temen gue aja! Besok-besok pasti tau!"
"Gak satu sekolah?"
"Bareng kok, cuman beda jurusan aja. Mereka IPS. Biasa, rada-rada!"
"Ngomongnya! IPS gak seburuk itu kali!"
__ADS_1
"Iya deh!"
Adara meminum minumannya, "Eh, BTW, entar lo diketawain temen lo gak temenan sama cewe?"
Fillo mengedikkan bahunya, "Yang ada langsung pada melek lihat cewe cantik kaya lo!"
Adara melotot, "Yang bener? Lo gak ada niatan ngelempar gue ke mereka, 'kan?"
Fillo menatap Adara, kemudian terkekeh, "Ada-ada aja lo! Gak lah!"
Adara menghela nafas lega.
"Gue ikut seleksi eskul basket Sabtu nanti. Lo entar bisa lihat temen-temen gue! Mereka juga ikutan!"
Adara tertawa, "Asli, muka lo gak cocok disandingin sama anak-anak basket! Sama circle pertemanan lo juga pastinya orang ngira lo salah circle!"
Gimanapun Adara tau, pasti yang jadi anak basket itu rata-rata Badboy, meski gak semuanya.
Fillo mendengus. Dia sudah terbiasa kok. Jadi sabar saja. Gini amat jadi cowo tapi muka Baby face.
"Serah deh!" Fillo mah ngalah aja.
"Cepetan dihabisin, udah mau Maghrib. Takutnya ortu lo khawatir!"
Adara seketika terdiam.
Mampus! Dia belum izin!.
Melihat Adara yang terdiam, Fillo menjadi bingung.
"Kenapa lo?"
"Ah, engga! Yuk gece!"
Adara dengan selamat diantarkan pulang oleh Fillo.
___
"Nah gitu!"
Adara akhirnya selesai menceritakan kejadian dia pulang telat dengan diantar cowo.
"Oh, gitu! Fillo ya namanya! Imut kaya mukanya!" Auristela memuji
Adelard menatap Auristela jengkel, "Gak usah muji-muji!" cemburunya
Adara dan Aarav menatap Adelard jengah. Beda dengan Freya yang terkekeh, tampak senang.
Auristela langsung saja memeluk Adelard, "Gak usah cemburu! Selaraku cogan kek kamu!"
Adelard seketika menaikan kedua sudut bibirnya.
"Papa! Pengin punya pacar!" Adara merengek. Ia iri! Sungguh!.
"Gak, Adara masih kecil!" Aarav langsung saja menolak
Adara berengut. Langsung saja dia dijadikan bahan Bullyan habis-habisan oleh Kakaknya itu.
"Bocil! Main Barbie sana!"
...----------------...
TBC
Gak tau kenapa aku ngerasa part Adara sama Fillo tuh lebih ngena gitu. Menurut kalian gimana?
Eits, jangan overthinking yah. Mereka berdua ini cuman pemanis alur cerita saja. Fokus cerita pastinya tetap di Adelard sama Auris.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen and share yah!.