Topeng

Topeng
Berusaha memperbaiki


__ADS_3

Bel pulang berbunyi. Namun Auristela masih belum beranjak dari tempatnya. Cewe itu melirik sebentar ke bangku Adelard. Tas Adelard masih ada dan sekarang sudah diambil oleh seorang anak laki-laki dari kelasnya.


Auristela menghela nafas. Setelah berbicara panjang lebar di UKS tadi, Adelard sama sekali tidak kembali ke kelas.


Baru saja Auristela hendak bangkit, kedatangan Brady dan Yeeshai yang menghampirinya mengurungkan niatnya.


Auristela menunggu Yeehai ataupun Brady membuka suara mereka. Namun nihil. 10 menit berlalu dan mereka masih saja diam. Auristela jengah. Ia ingin bangkit, namun suara Yeeshai mengurungkan niatnya.


“Auris, kita mau minta maaf sama lo.” Yeeshai berbicara dengan kikuk. Cowo itu merasa gugup dan canggung secara bersamaan.


Auristela menatap mata Yeeshai. Cowo itu terlihat tulus ingin meminta maaf.


Tak ada jawaban dari Auristela membuat Yeeshai semakin gugup, “Gu- kita tau, kita banyak salah sama lo. Nyaci maki lo dan halang-halangin hubungan lo sama Adelard. Apalagi kata-kata pedes gue yang pastinya sulit buat lo lupain. Kita minta maaf Auris.”


“Bener kata Yeeshai, gue juga turut minta maaf Auris.” Brady ikut menyahut


Yeehai menatap Auristela dengan sungguh, “Gue tau Auris, ini terlalu terkesan gak tau diri. Tapi kita berharap bisa perbaikin semuanya. Terutama hubungan lo sama Adelard. Kita mau minta supaya Lo bisa nerima Adelard lagi. Gak papa kalau lo masih belum bisa maafin kita. Tapi tolong jangan benci Adelard. Jangan putus sama Adelard.


Kita gak sanggup liat dia terus-terusan sedih sama murung. Cukup persahabatan gue dan temen-temen yang bikin dia ngerasa sedih dan kecewa. Lo jangan. Dia cuman sendiri sekarang. Dan dia butuh lo. Setidaknya meskipun persahabatan gue dan temen-temen rusak, hubungan lo sama Adelard jangan.”


“Tapi meski begitu, kita juga masih berharap dengan membaiknya hubungan kalian, persahabatan kita juga bakal membaik. Maaf kalau kita memang gak setau diri itu, Auris.” Brady ikut menambahi.


“Mungkin cuman itu aja yang kita sampain ke lo, kita berharap tentang hubungan kalian. Duluan, Ris!” pamit Yeeshai


Sebelum mengikuti Yeeshai, Brady menatap sebentar ke arah Auris, “Sekali lagi kita minta maaf.” ucapnya lalu ikut berlalu.

__ADS_1


...


“Mau kemana, Ris?” Kyra bertanya ketika melihat Auristela menuruni tangga dengan pakaian yang terlihat rapi.


Auristela mendekati Kyra kemudian menyalami tangan Ibunya itu.


“Aku ijin main keluar ya, Bu” ucapnya


Kyra mengelus rambut Auristela, “Kemana emangnya?”


Auristela memejamkan matanya merasakan usapan itu. Semenjak Auristela mengungkapkan kata hatinya, semuanya menjadi lebih baik. Harmonis seperti dulu.


Auristela membuka matanya, “Mau main ke cafe, Bu.”


“Sendiri? Gak mau ajak Clarinta?”


“Lah kaya gak tau aja. Dari dulu dia kan kalau pulang sekolah main. Tumben-tumben aja tuh udah di rumah sekarang.”


“IBU AKU DENGER YAH!!!” Clarinta dari arah dapur berteriak membuat Auristela dan Kyra terkekeh.


“Ya udah deh Bu aku mau pergi. Gak lama kok, Maghrib udah di rumah.”


“Ya udah. Jaga diri yah!”


“Siap, Bu! Assalamualaikum”

__ADS_1


“Waalaikumsalam.”


Baru saja Auristela diambang pintu, teriakan Clarinta menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke belakang.


“Tunggu Kak! Ikut!”


Auristela hanya mendengus melihat Clarinta yang sudah siap saja sambil menenteng tas.


Akhirnya Auristela dan Clarinta melajukan mobilnya menuju Cafe yang dulu pernah Auristela datangi dengan Adelard untuk belajar OSN.


“Tumben banget Kak sore-sore gini ke Cafe.” celetuk Clarinta memecah keheningan di dalam mobil


Masih fokus dengan kemudinya Auristela menjawab, “Lagi pengin aja sih.” balasnya


“Ada masalah ya? Maaf banget yah, pasti gara-gara aku.” Clarinta berucap penuh penyesalan.


“Gak usah dipikirin udah lewat juga.” Auristela membalas santai membuat Clarinta semakin merasa bersalah


“Eummm, hubungan Kakak sama Kak Adelard gimana?”


Auristela mengedikkan bahu acuh yang makin membuat Clarinta resah.


“Bukannya aku sok atau gimana ya Kak, tapi aku pikir kalian perlu perbaiki dan mulai hubungan dari awal. Bukan apa-apa. Kakak udah sejauh ini ngehadepin kelakuan jahat Zhafira dan lainnya termasuk aku sendiri. Kita udah tertampar kenyataan. Kita udah kalah. Jadi Kakak berhak jadi pemenang. Berhak dapet kebahagiaan. Udah gak ada lagi yang jadi penghalang Kakak. Aku pikir harusnya Kakak bisa nikmatin kemenangan itu. Rangkai cerita bahagia sama Kak Adelard. Bukan malah sama-sama kalah.”


Hening

__ADS_1


Auristela tidak menyahut sama sekali dan Clarinta hanya bisa menghela nafasnya.


__ADS_2