
*Tak!
Tak!
Tak!
Wush!
Three point!
Pritttt*!!!
"Yesh!"
"Arghhh!"
"Tenang oke, gak papa!"
"Gimana gue mau tenang? Gue kehilangan kesempatan buat ikut tim basket sekolah ini, Dar!"
Fillo mengacak rambutnya lagi. Dia kalah.
"Lo emang bener-bener! Puas kan lo sekarang?!"
Kalimat yang terlontar dari Neo, menambah beban fikiran saja untuk Fillo
"Gue gak tau harus gimana." Revian berucap penuh kecewa. Dia sudah menebak ini akan terjadi, tapi menghadapinya secara langsung, ternyata sangat membuatnya merasa kecewa dan gagal.
"Dar." Fillo menatap Adara, dia merasa kacau sekarang.
Langsung saja Adara mendekat pada cowo itu dan menepuk-nepuk kecil punggungnya.
"Ck! Harusnya lo tadi pas nantang langsung minta maaf aja. Gak usah so so an!" Neo masih saja menyalahkan Fillo
"Lo bisa diem dulu gak sih?! Bukannya ngasih ketenangan malah mojok-mojokin terus!" Adara menatap jengkel ke arah Neo.
Neo hanya berdecak sembari membuang muka, malas.
Suara bebeapa derap langkah kaki mengalihkan perhatian mereka semua.
Adelard kini berdiri dihadapan mereka dengan yang lainnya
"Pertandingan udah berakhir." katanya
Adelard menatap anak-anak yang tadi ikut seleksi. "Untuk hari ini sudah cukup. Makasih atas partisipasi kalian. Sekarang, kalian boleh pulang!" ucapnya
Akhirnya beberapa anak mulai pulang. Tersisa Adara, Fillo dan kedua temannya.
__ADS_1
"Lo juga!" ucap Adelard mengarah pada Fillo
Fillo menghembuskan nafasnya, "Gue terima konsekuensinya, Kak!" ucapnya. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali dari Adelard ataupun yang lainnya.
Fillo menghembuskan nafasnya lagi, "Sebelum gue pulang, gue mau ngasih tau sama kalian semua, Kak!" ucapnya lagi
Adelard menaikkan sebelah alisnya sebagai respon
"Kalau gue gak salah, Kak. Anak-anak yang udah daftar tapi gak dateng seleksi mungkin karena Ketua Futsal. Banyak anak-anak yang terpengaruh sama mereka. Tapi gue gak tau cara dia dan teman-temannya mempengaruhi anak-anak, karena gue bukan korbannya. Gue denger-denger dari anak-anak yang dateng seleksi hari ini. Gue yakinin mereka bener-bener pengin gabung basket, Kak. Karena semua pendaftar udah dipengaruhi, cuman mereka gak terpengaruh. Kakak bisa mempertimbangkan mereka. Gue berharap sekiranya ada yang ditolak, jangan terlalu banyak. Dan soal gue yang gak dipengaruhi, mungkin lagi-lagi gue diremehin. Emang muka gue ini, kadang bikin gue muak. Ah, maaf. Makasih Kak, udah mau dengerin!"
Setelah berucap panjang lebar seperti itu, Fillo langsung saja pamit pergi diikuti Kedua temannya dan juga Adara.
Adelard dan yang lainnya menatap rumit punggung Fillo.
"Gue berasa lihat drama tadi!" celetuk Brady, benar-benar tidak tau situasi
Langsung saja Auristela menyikut pinggang cowo itu, yang dibalas cengengesan saja oleh Brady.
"Kita butuh diskusi sekarang!" ucap Adelard
Yang lain saling tatap.
"Jam 12.30 ke Cafe biasanya!" tambah Adelard
Langsung saja semuanya bubar. Mereka segera mengambil tas mereka untuk membersihkan diri.
"Kak, gue pulang duluan aja ya sama Nerissa!" ucap Clarinta menatap Auristela dan Adelard bergantian
"Ya udah gapapa!" balas Auristela
"Bye, Kak!" pamit Clarinta dan Nerissa
"Bye!" balas Auristela dengan gumaman
Auristela melirik ke arah Adelard. Cowo itu hanya diam dengan tatapan lurus ke depan.
Auristela menggenggam telapak tangan Adelard. Mengelusnya pelan. Auristela sadar, Adelard tengah banyak pikiran saat ini. Apalagi setelah mendengar sebuah fakta dari Fillo.
Adelard menatap sekilas pada genggaman tangan mereka. Adelard langsung saja memeluk Auristela yang tentunya di balas oleh cewe itu.
Tidak ada percakapan. Adelard yang belum mau mengeluarkan keluh kesahnya. Dan juga Auristela yang memilih diam, takut salah bicara. Biar gimanapun situasi seperti ini, kadang seseorang tidak membutuhkan sebuah kata-kata. Dia hanya butuh ditemani dan didengarkan.
___
"Gue kaget banget pas cek grup, anak-anak yang hari ini gak dateng, ngeluarin diri semua. Bahkan mereka gak ada pamit-pamitnya! Bener-bener deh!" ucap Brady menunjukan layar hp nya
Btw, saat ini mereka sudah berada di Cafe yang biasanya mereka datangi.
__ADS_1
Adelard memijit dahinya, "Elard bener-bener cari perkara!" kesalnya
"Tuh anak kayanya balas dendam deh!" celetuk Yeeshai
Semua pandangan mengarah ke arah cowo itu.
"Bales dendam gimana?" tanya Galen
David berdehem, "Kayanya gue tau apa yang dimaksud Yeeshai!" ucapnya
Sekarang giliran semua pandangan mengarah ke arah David.
"Gini, tahun lalu saat kita masih anak kelas 11, kita disuruh untuk promosiin basket. Begitupula sama Elard dkk yang disuruh promosiin futsal. Tapi kalian tau sendiri kan, banyak anak-anak kelas 10 waktu itu lebih tertarik gabung ke basket daripada futsal. Tau sendiri kan, Ketua tim futsal tahun lalu tempramennya gimana. Udah pasti Elard dkk kena semprot habis-habisan. Karena hal itu, mungkin aja Elard dkk ngiranya itu ulah kita. Padahal kan emang, mereka anak-anak 10 nya aja yang emang lebih tertarik ke basket. Dan itu jadi dendam tersendiri."
"Sumpah, kekanakan banget!" ucap Brady tak habis pikir
"Tapi yang gue heranin, maaf nih bukannya gue ngehina apa gimana. Futsal sekolah kita gak sebagus basket. Apalagi pas Elard yang mimpin. Kacau dah! Terus, apa gitu yang buat anak-anak kelas 10 sekarang ngundurin diri?!"
ucap Yeeshai
"Gue sempet selidikin!" ucap Galen.
"Gimana caranya? Gue aja susah banget bikin anak-anak yang ngundurin diri buat ngomong!" tanya Brady
"Lo lupa? Anak-anak yang masih tetep ikut seleksi mereka juga sempet dipengaruhin. Otomatis gue nyari tau dari mereka!" jelas Galen panjang lebar, yang jujur aja membuat Galen sedikit lelah.
Hmmm, biasa jarang ngomong.
"Ah iya! Kok kita gak kepikiran yah?!" ucap David
"Apa yang lo dapet?" tanya Adelard
Galen melempar hpnya ke arah Brady. Dia malas membacanya. Akhirnya dengan terpaksa Brady lah yang membacakan.
"Mereka fitnah kita. Katanya masuk basket seleksinya rumit. Aneh-aneh gitu. Dan anak basket itu cuman nerima sedikit orang. Terbukti diangkatan kita yang cuman 15 orang. dan kelas 11 yang sama cuman 15 orang. Mereka juga bilang, kalau bukan jadi anggota inti, gak bakal dipandang, gak dihargai."
"Lah kocak! Basket kan butuh orang kompeten. Kita tegas. Disiplin. Emang cuman segitu yang bisa bertahan." ucap Yeeshai
"Gue gak habis pikir. Padahal gak setiap ada pertandingan kita yang main. Kita juga bukan robot, pastinya butuh pemain pengganti. Gak mungkin kita full main!" Adelard menimpali
"Huh!"
...----------------...
**TBC
Jangan lupa like, vote, komen and share yah**!
__ADS_1