Topeng

Topeng
Curhat


__ADS_3

Auristela masuk ke dalam kamarnya, ia masih menampilkan raut dinginnya. Saat ia meletakan tasnya, sebuah suara mengintrupsinya.


"Dingin amat mbaknya!" celetuk seseorang.


Auristela membalikan badannya menghadap ke kasurnya, dan ia mendapati Elvina


*masih ingatkan sahabat Auristela yang bikin kejutan diultah Auristela?*


Auristela baru sadar ada Elvina disini.


Ah, mungkin karena terlalu kesal.


Baru saja ia akan melangkah menuju kasurnya, Elvina sudah menyahut


"Mandi dulu lo sana! Bau tau gak!"


Auristela mendengus


"Ribet lo!"


Tapi tetap saja Auristela berjalan ke arah kamar mandinya.


Dan Elvina yang melihat itu hanya cengengesan.


Auristela telah selesai dengan rutinitasnya, ia sudah memakai pakaian santai. Ia shalat Maghrib terlebih dahulu, Elvina tidak ikut karena ada halangan. Setelah itu ia berjalan menuju kasurnya, duduk di samping Elvina yang sedang bermain hp.


"Kenapa lo hari ini? Masih dikata-katain?" tanya Elvina


Ya, Elvina tau tentang rumor itu, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Dia hanya bisa mensuport Auristela dari belakang. Dia memilih aman saja tidak membela Auristela di sekolah, agar tidak tambah ribet juga.

__ADS_1


Auristela menghela nafasnya kasar,


"Gue sebel sama Zayyan sialan!!" adunya


Elvina mengernyit, ia bingung. Jika tentang Zayyan yang menjahili Auristela itu wajar, tapi kali ini raut Auristela tampak tak bersahabat.


"Why?"


"Gue salah ngira! Gue kira dia gak percaya tentang rumor itu, tapi dia gak ada bedanya sama yang lain!" ucap Auristela dengan tatapan lurus ke depan. Tersirat kekecewaan di dalam tatapannya.


Elvina makin bingung, tapi ia mulai merasakan aura yang tidak biasa dari Auristela


"Emang Zayyan tadi ngapain?"


"Gak sih, cuman cara ngomongnya berasa kaya gue tuh cewe gak baik-baik! Dan dia seperti gak percaya sama gue! Cuman dibikin seolah-olah percaya aja dihadapan gue!"


Auristela mulai menceritakan kejadian tadi.


"Bukan maksudnya gitu, dia cuman khawatir lo semakin dicap buruk! Lo tau kan ya, kalau lo semakin dicap buruk gue termasuk Zayyan gak bisa ngapa-ngapain. Ditambah Zayyan bakal tambah khawatir dengan keadaan lo, takut lo tertekan!"


"Tapi gue udah gak peduli omongan orang!Orang sendiri yang bilang gue berhati batu kan? Ya udah, gue jalanin peran itu dan otomatis gue udah gak peduli sama omongan mereka!" tekan Auristela mengelak


"Gak peduli tapi berbekas, kan? Pasti kepikirankan? Dan pasti akan sakit juga, kan?"


SKAKMAT!


Elvina memang selalu berfikir dewasa, makanya Auristela suka curhat dengannya.


Auristela menghela nafas,

__ADS_1


"Dia terlalu over protective! Dan selalu berfikir buruk tentang gue!"


Elvina tersenyum lagi, ia mengelus punggung Auristela lagi. ia seperti Kakak bagi Auristela, tapi tingkahnya sudah seperti seorang Ibu. Sangat lembut, penuh perhatian dan dewasa.


"Dia cuman khawatir,"


Auristela menghembuskan nafas, lalu suara adzan menggema. Buru-buru Auristela bersiap untuk shalat isya.


Setelah shalat, Auristela menuju Elvina lagi.


"Tadi gue buka hp lo, gue nyalain data eh banyak banget pesan yang masuk,vgue lihat itu dari Zayyan!" ucap Elvina sambil menyodorkan hp ke sang empunya.


Tenang, Auristela tidak akan marah jika Elvina mengotak-atik hpnya, karena dia pun juga terkadang memainkan hp Elvina.


Auristela menghela nafas lalu membuka pesan dari Zayyan


"Udah baikan aja, jangan kaya anak kecil! Gue pulang yah!"


Auristela mendongak


"Lo gak ikut makan malam aja?"


"Gak deh, gue mau pulang aja! Bye Assalamualaikum!" ucap Elvina saat sudah di depan pintu


"Waalaikumsalam! Thank, Na!"


"You are welcome "


Lalu Elvina sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1


...----------------...


Tbc


__ADS_2