Topeng

Topeng
Jauh


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu kelas, Adelard mendengar suara berisik. Mungkin jamkos. Adelard memasuki kelas, dan seketika itu kelas langsung hening. Mereka mengalihkan pandangan dari cowo itu. Merasa malu dan sebagainya.


Adelard melirik ke barisan pojok. Tak ada para sahabatnya dan Adelard juga tak peduli.


Adelard menatap Auristela yang tengah duduk di kursinya sembari membaca buku. Menarik nafas, Adelard melangkah mendekat. Baru saja Adelard hendak duduk di samping kekasihnya itu, tiba-tiba saja Auristela menutup bukunya kemudian bangkit dan pergi begitu saja keluar kelas.


Adelard mengacak kasar rambutnya, frustasi.


Segera saja dia mengejar Auristela.


Adelard berusaha mensejajarkan langkah kakinya dengan Auristela yang seperti sengaja semakin mempercepat langkahnya.


"Ris, kita perlu ngobrol," ucap Adelard berusaha mendapatkan atensi kekasihnya itu


Namun seolah tidak peduli, Auristela semakin mempercepat langkahnya. Membuat Adelard kesusahan untuk mengajak bicara.


"Ris, please berhenti."


"..."


"Ris, aku tau aku salah udah bohongin kamu. Tapi dengerin penjelasan aku dulu."


"..."


"Ris, Ak-"


Brak!


Adelard mengacak rambutnya frustasi ketika Auristela memasuki toilet dan menutupnya dengan kasar dihadapannya.


Adelard menghela nafas, "Oke tenang, pasti Auris butuh waktu. Gue gak bisa gitu aja langsung jelasin semuanya ke dia."

__ADS_1


Adelard menyandarkan tubuhnya di dinding.


Huh!


***


Hingga bel pulang berbunyi, Auristela masih saja menjauhi Adelard, dan Adelard pun hanya bisa pasrah. Ia menunggu Auristela untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


Mengenai dengan para sahabatnya, mereka sama-sama saling membisu, terkecuali dengan Galen. Cowo itu selalu saja menatap mengejek ke arah Adelard dan Adelard membenci hal itu.


Saat ini Adelard memilih untuk berdiam diri di kamar. Suasana hatinya buruk saat ini. Mamanya berulang kali menggedor pintu kamarnya, membujuknya untuk makan. Namun Adelard seperti tak peduli. Dan itu membuat Freya, Mamanya menjadi khawatir, apalagi pulang sekolah penampilan Adelard beda dan tidak menyalaminya seperti biasa.


Freya akhirnya lelah membujuk Adelard, mungkin jika ada Adara, dia berharap anak bungsunya itu bisa membujuk Adelard dengn tingkahnya yang menyebalkan itu. Ah, sayang sekali Adara sedang bermain dengan teman-temannya.


"Adelard, jangan lama-lama ya. Turun, makan. Mama gak mau kamu sakit," ucapnya pada akhirnya, lalu berlalu dari kamar Adelard.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.


Itu suara Yeeshai


"Buka Lard, kita butuh bicara."


Dan itu suara Brady.


Mereka berdua tak bisa diam saja ketika persahabatan mereka berantakan begini.


Pada akhirnya mereka mengunjungi Adelard, akar masalah pertama.


"Jangan karena kejadian tadi buat kacau persahabatan kita. Tantangan itu bakal berakhir juga nantinya, dan penyamaran lo bakal terbongkar." ucap Brady


Masih belum mendapat respon, Yeeshai pun ikut bicara,

__ADS_1


"Kita tau cara Galen salah, tapi jangan karena cewe itu lo sampai segitunya! Jangan rusak persahabatan kita gara-gara masalah lo sama cewe it-"


"DIEM LO! JANGAN SALAHIN CEWE GUE KARENA KASALAHAN KALIAN ITU!"


"LO APA-APAAN SIH LARD!" Yeeshai seketika ikut emosi


Adelard membuka pintu kamarnya kasar.


"Apa, ha?!" ucapnya menantang


"Jangan karena cewe itu ya lo jadi egois gini!" kesal Yeeshai


"Egois lo bilang?!"


"Iya lo egois! Cuman karena cewe lo korbanin persahabatan kita!"


"Kalian yang egois sialan! Karena kebencian gak berdasar kalian sama Auris, kalian halangin gue buat berhubungan sama dia!"


"Karena kita tau yang terbaik buat lo!" balas Yeeshai tak mau kalah


Tangan Adelard mengepal. Dia tak mau membalas ucapan Yeeshai lagi. Yang ada akan semakin kacau. Ditambah Brady juga kelihatan tak berniat untuk jadi penengah.


"Pergi!" desisnya


Yeeshai melotot tak terima ,"Lo ngusir kita? Gara-gara masalah cewe it-"


"PERGI GUE BILANG!"


Yeeshai semakin tak terima Adelard menaikan nadanya. Namun pada akhirnya dia memilih pergi karena tarikan Brady.


Adelard menghela nafas kasar, kemudian kembali memasuki kamarnya.

__ADS_1


Ah, rasanya hubungannya dengan Auristela maupun dengan para sahabatnya terasa jauh sekarang.


__ADS_2