
Adelio dan Auristela menuju ruang OSN.Ya di sekolah ini disediakan ruang untuk bimbingan OSN.
Sebenarnya untuk setiap mapel OSN ada ruangan tersendiri, tapi ruangan ini lebih sering digunakan untuk tim-tim OSN yang berkelompok.
Tapi untuk pengawalan, tempat ini juga digunakan untuk membahas sesuatu yang penting. Dan juga untuk tempat uji coba OSN, karena hanya ruangan ini yang di design dengan tempat perlombaan OSN asli.
Adelio dan Auristela duduk. Meja ini melingkar, mereka memilih duduk di tengah. Di depan mereka terdapat layar monitor dan juga papan tulis. Dan di depannya ada meja dan kursi yang diisi guru pembimbing, ada juga Pak kepala sekolah.
Pak Abraham selaku kepala sekolah mulai bicara, "Salam buat kalian, Auristela dan .... "
"Adelio pak!" ucap Bu Friska, yang duduk di samping Pak Abraham
"Oh ya dan Adelio!" lanjut Pak Abraham
Auristela dan Adelio hanya mengangguk dan tersenyum kecil
"Auristela, sudah pasti tidak akan asing dengan ini, 2 Minggu yang lalu kamu juga sudah ditunjuk untuk ikut OSN Fisika lagi!" ucap Pak Abraham
"Dan ya kamu Adelio, anak baru yang baru datang 2 Minggu yang lalu, saya tak menyangka kamu lah yang akan menggantikan Adelard untuk ikut OSN Kimia mewakili sekolah ini!" lanjut Pak Abraham
"Ya kali ini, mungkin tidak perlu berkenalan, tapi karena ada murid baru di sini jadi lebih baik untuk berkenalan!"
"Saya dah kenal, Pak!" batin Adelio.
__ADS_1
"Ya Adelio, ini adalah pembimbing- pembimbing kamu, guru-guru Kimia SMA Gemilang. Salah satunya ada Bu Friska yan mengajar kamu! Dan yang lainnya ada ... "
Pak Abraham mengenalkan 3 guru Kimia yang lain.
Untuk guru pembimbing Auristela tidak dikenalkan. Karena Auristela juga pasti udah paham.
"Oh ya satu lagi Adelio, tapi orangnya belum datang dia ... "
Pintu tiba-tiba saja dibuka, menampilkan seorang pemuda yang sedang tersenyum. Semua pandangan mengarah ke arahnya.
"Assalamualaikum, maaf telat," ucapnya sopan
"Waalaikum salam, iya gak papa!"
"Nah ini dia! Zayyan sini!" ucap pak Abraham.
"Nah Adelio ini Zayyan, peraih juara 1 OSN tahun lalu. Dia juga akan membimbing kamu sekali-kali, dan juga kami semua berharap kamu bisa mempertahankan posisi sekolah kita seperti tahun lalu dan tahun sebelum-sebelumnya!" ucap Pak Abraham.
Adelio mengangguk, lalu bertukar senyum dengan Zayyan yang juga sedang memperhatikannya sambil melempar senyum juga.
"Ya sudah cukup disini saja, kami semua pamit undur diri, kalian silahkan berbincang-bincang dulu dengan Zayyan. Zayyan, temani mereka dulu!
Kalian boleh tetap disini sampai jam pulang!" ucap Pak Abraham.
__ADS_1
"Baik Pak, makasih!" ucap ketiganya
"Iya sama-sama, Assalamualaikum wr.wb.!"
"Waalaikumsalam wr.wb!"
Pak Abraham dan para guru pembimbing keluar, sambil memberikan ucapan semangat pada ketiganya.
Pintu tertutup. Suasana jadi agak canggung, lalu Zayyan memilih duduk di samping Adelio.
Zayyan mengulurkan tangannya ke Adelio. Adelio membalas itu.
"Zayyan!"
"Adelio!"
Zayyan hendak mengulurkan tangannya ke Auristela tapi langsung ditepis Auristela
"Apa? Udah kenal juga!" ketus Auristela
"Hehehe mau modus nih! Tangan ganteng jangan dianggurin nih, Dek!" goda Zayyan
"Idih! Bodo amat!" balas Auristela bercanda
__ADS_1
"Hahaha"
Lalu mereka berdua tertawa, membuat Adelio bingung dengan tingkah mereka.