
Ah, setelah kejadian di kantin rasanya Adelard ingin melampiaskan moodnya yang buruk.
Elard dkk.
Tiba-tiba saja nama itu terlintas dipikirannya. Adelard tersenyum miring. Mari membolos dan membalas dendam!.
Adelard menuju warung belakang yang tak terlalu jauh dari sekolah. Tempatnya para anak-anak nakal berada. Adelard dan kawanannya juga sering membolos di tempat itu dan bergabung dengan anak-anak lain. Tapi tenang saja, mereka tidak melakukan hal lebih seperti tawuran, minum-minuman keras, mabuk-mabukan dan hal buruk lainnya seperti remaja lelaki kebanyakan.
Mereka bertindak sewajarnya. Paling-paling hanya suka membolos, merokok, nge-game. Dan beberapa lelaki berengsek yang suka memainkan perempuan. Ya kenakalan murid laki-laki sekolah ini hanya sekedar itu.
Meski begitu adu otot tentu ada. Contohnya saja Adelard dkk dan elard dkk.
Sebenarnya tidak ada masalah serius diantara mereka. Mereka juga bisa disatukan di tempat yang sama tanpa ada pertengkaran. Tapi terkadang Elard dkk memang suka bermain-main. Selain berlandaskan rasa iri dan kegabutan semata, mereka tidak akan mengusik Adelard dkk. Hanya sebuah kesenangan semata. Kalaupun ada dendam cukup membalas dengan adu otot pun akan selesai. Tidak seperti perempuan yang permasalahannya bisa panjang dan merembet kemana-mana.
Kalau biasanya Elard dkk yang nyari masalah, maka sekarang ini Adelard akan coba bermain-main.
__ADS_1
Adelard sampai di warung belakang dan pas sekali ada Elard dkk. Karena kepikiran akan masalahnya, Adelard sempat melupakan mereka, ditambah mereka juga seakan menghindari Adelard. Mari mengejutkan mereka!
Adelard memainkan bola basket di tangannya. Adelard memang sempat mengambil bola basket digudang sebelum memutuskan kesini.
Adelard dengan santai melemparkan bola itu ke arah meja Elard dkk.
Prank!
Bunyi gelas dan piring yang pecah itu mengalihkan atensi semua anak-anak disana termasuk pemilik warung. Tenang saja Adelard pasti akan mengganti kerugiannya.
Elard dan anak-anak disekitar meja itu berdiri, Elard mengambil bola basket yang tadi Adelard lempar
Elard keluar dari warung diikuti kawanannya
“APA MASALAH LO SIALAN!” Elard berteriak marah. Siapa juga orang yang mau diganggu?
__ADS_1
Adelard berjalan ke arah mereka dengan santai yang sontak membuat 4 orang itu emosi.
“Cuman mau main-main sekaligus membalaskan dendam.” Ucap Adelard santai
“Ah... Si cupu ini ternyata mau membalaskan dendam! Benar begitu, Pangeran?” Elard bertanya mengejek
“Gue kira kalian lagi ngehindarin gue karena takut gue bales kalian. Tapi dari sikap lo, kayanya kalian bener-bener gak ngerasa nyesel pernah ngusik gue.”
Elard berdecih, “Sekalipun lo udah balik, tapi lo tetep sendiri Adelard! Mana sahabat yang lo bangga-banggain itu? Ah lupa, lagi musuhan yah!”
Elard dkk tertawa mengejek.
“Kayanya lo lupa, sekalipun gue sendirian, gue tetep bisa buat kalian babak belur. Kebetulan gue lagi butuh pelampirasan.” ucap Adelard tenang.
Meskipun tenang, ucapan Adelard terasa menakutkan. Elard dkk lupa, meskipun sendiri, Adelard memang semenakutkan itu. Cowo itu bisa sangat beringas, apalagi jika mood cowo itu dalam keadaan buruk. Habis sudah.
__ADS_1
“Sekalipun kita bakal kalah, seenggaknya kita pernah bikin lo gak berdaya di depan kita.” Elard benar-benar menabur bensin dalam api.
Lihatlah, Adelard terlihat ingin segera menghabisi mereka. Dan ya, perkelahian pun akhirnya terjadi. Anak-anak lain tidak ada yang berniat memisahkan. Pertandingan seru tidak boleh terlewatkan. 4 vs 1 bukankah sangat menarik? Apalagi sudah lama mereka tidak melihat keberingasan Adelard yang dikabarkan sudah pindah sekolah itu.