
Auristela ada janji hari ini dengan Adelio untuk belajar bersama di Cafe yang ia tentukan.
Ia memilih untuk ke Mall dulu, karena kebetulan Mallnya juga dekat dengan cafe yang ia janjikan.
Ia naik ke lantai atas untuk memilih-milih topi. Ia membeli topi untuk berjaga-jaga saja, takutnya nanti ia bertemu geng Zhafira di Cafe. Kan repot nanti.
Kenapa harus beli? Entahlah Auristela sepertinya sedang ingin membelinya. Sekalian menambah koleksi topinya.
Auristela mencari topi berwarna merah. Saat sedang melihat-lihat, ia menoleh ke arah salah satu tempat pakaian cowo, dan ya ia bingung saat mendapati seorang cowo berjongkok seperti menghindarinya.
Auristela tidak peduli, lalu sebuah pekikan mengagetkannya. Ia melirik ke arah itu lagi, tapi tidak menemukan siapa yang berteriak.
Ia memilih berpaling dan mendengus lagi kala ada suara berisik para kaum hawa dari arah situ.
Ia melirik ke arah itu lagi. Ah, ternyata ada seorang cowo. Dan sepertinya cowo yang tadi menghindarinya. Aish sudahlah, Auristela tak peduli.
Auristela akhirnya menemukan topi yang ia cari. Ia segera membayarnya. Auristela berbalik keluar dari toko. Baru saja akan memakai topinya, namun 3 orang cowo datang menghampirinya.
Sial!
__ADS_1
Salah dia sendiri sih yang malah memakai jumpsuit celana pendek, ditambah rambutnya yang ia ikat jadi satu ke belakang.
"Hai cewek! Sendirian aja!" ucap salah satu dari mereka lalu mengedipkan salah satu matanya.
Cowo yang satu lagi memandang tubuhnya dari atas ke bawah seperti menilai
"Bodynya bagus banget nih, Bos!"
"Sikat, Bos!" ucap yang satunya lagi
Cowo yang pertama menyeringai, hendak mendekatinya. Ia sungguh tak nyaman sekarang. Ia was-was. Bukannya tak bisa melawan, hanya saja entah kenapa otaknya tak bisa berfikir saat situasi seperti ini.
Sial!
"Cowo tadi!" batin Auristela
Lalu seorang cewe sepertinya lebih muda darinya menghampirinya, mungkin adik cowo tadi karena terlihat mirip.
Terjadi baku hantam antara cowo yang menolongnya dan ketiga cowo lainnya, hingga menarik perhatian dari orang-orang.
__ADS_1
Orang-orang hanya melihat saja, sampai akhirnya ada satpam yang memisahkan mereka. Wajah cowo yang menolongnya sudah agak babak belur. Ia kagum cowo ini melawan 3 cowo sekaligus, tapi hanya mendapat luka sedikit.
Auristela yang merasa tidak enak pun mengajak cowo itu dan Adiknya ke Cafe yang ada di Mall ini. Ia sempat meminjam kotak P3K tadi.
Ia mulai mengobati luka yang ada di wajah cowo itu.
Tampan! Auristela mengakui cowo di depannya ini memanglah sangat tampan. Tapi ia seperti tidak asing dengan cowo itu. Postur tubuhnya juga tidak asing baginya. Ia kembali duduk dengan benar di kursinya.
"Makasih ya buat yang tadi!" ucapnya sambil tersenyum tulus.
Dan cowo itu mengangguk, "Sans aja!" balasnya
Auristela meneliti cowo itu, "Gue kok kaya pernah lihat lo di SMA gue, SMA Gemilang! Postur tubuh lo gak asing!"
Entah kenapa, Auristela merasa cowo itu jadi gelagapan. Cowo itu melirik Adiknya yang hanya dibalas tatapan yang entahlah dari Adiknya.
Cowo itu berdehem lalu mengulurkan tangannya, "Gue Adelard! Gue emang pernah sekolah disana, tapi udah pindah!" ucap cowo itu dibuat setenang mungkin.
Auristela membalas uluran tangan cowo itu,
__ADS_1
"Auristela!"
Auristela tertegun saat cowo itu terlihat biasa saja, apa artinya cowo itu tidak tau rumor tentang dirinya?.