
Hari sudah semakin sore.
Auristela menoleh ke arah Galen yang sedang melihat-lihat Aquarium.
"Gal, gue mau pulang udah sore banget, mau Maghrib!" ucap Auristela
Galen menoleh, "Ya udah ayo!" ajaknya
Auristela hendak berdiri tapi,
"Lo gue anter aja, sekalian gue sama Adara juga mau pulang!" ucap Adelard menyahut
"Gak, sama gue aja! Gue yang bawa kesini artinya gue juga yang harus nganter dia pulang!" sahut Galen tak terima
"Biar sekalian, Gal!"
"Gak gue aja!"
Adara yang sedang melihat-lihat Aquarium Galen, memandang Galen tak percaya.
"Kok lo jadi bawel sih? Biasanya juga b aja!"
balas Adelard sarkastis.
Dan seketika Galen terdiam
"Udah-udah! Gal, gue sama Adelard aja biar lo gak repot!" ucap Auristela menengahi.
Auristela pun pulang dengan Adelard, tidak lupa berpamitan dahulu kepada Bundanya Galen.
***
Di dalam mobil Adelard bingung karena sedari tadi Adiknya hanya diam duduk di belakang.
__ADS_1
"Kenapa lo, Dek?" tanyanya sambil melirik Adara dari cermin di depannya
Mendengar pertanyaan Adelard membuat Auristela ikut tersadar. Sedari pulang, Adara tampak diam tidak seperti biasanya yang akan sangat excited bila bersamanya.
"Mmm iya tumben, Dar!" ucap Auristela ikut menyahut sambil menoleh ke belakang.
Adara menggeleng
"Gak kok, cuman tiba-tiba badmood aja! Mau dapet paling Kak! Hehehe"
Auristela geleng-geleng kepala lalu menatap ke depan lagi, sedangkan Adelard mendengus.
"Pasti ada yang disembunyiin! Gak biasanya Adara gini!" batin Adelard
Mobil Adelard sudah sampai di depan rumah keluarga Auristela. Adelard tau karena memang tadi Auristela sudah memberi tau alamat rumahnya.
Auristela turun diikuti Adelard di belakangnya. Baru mau menuju pagar, suara seseorang mengintrupsi mereka
"Ekhm!"
Zayyan yang hendak marah tiba-tiba bingung,
"Lo kenal gue? Seorang mantan Badboy Prince sekolah gue yang katanya sekarang udah pindah, bisa kenal gue? Apa gue seterkenal itu sampai murid Badboy kaya lo tau gue? Dan ya apa tadi? 'Kak'?gak salah denger gue?" cerocos Zayyan panjang lebar
Seketika Adelard tampak gelagapan,
merutuki kebodohannya yang secara spontan tadi.
"Eum i-tu-, eum, eum ah ya itu Bu Friska pernah ngenalin lo, lo kan ikut OSN Kimia tahun kemaren udah gitu juara juga, kan?! Ya walaupun gue gak tau lo tapi Bu Friska pernah ngenalin! Sebagai bentuk kesopanan aja sih gue manggil lo dengan embel, embel 'Kak'!"
Zayyan menatap Adelard curiga, ia masih tidak percaya, membuat Adelard tampak gelagapan lagi, membuat Auristela yang melihat itu jengah.
"Apaan si lo?! Biasanya juga bomat!" tegur Auristela pada Zayyan
__ADS_1
Ah iya, Zayyan lupa tujuan awalnya.
Ia berkacak pinggang, meneliti Auristela dari bawah hingga atas.
Sudah seperti Ayah yang akan memarahi putrinya saja karena pulang kemalaman.
"Bagus yah, perginya sama Galen, pulangnya sama ni cowo yang bahkan gue gak tau kapan lo bisa kenal dia!"
"Main sama kucing Galen, atau kencan sama sahabat Galen ha?!" lanjutnya mengintimidasi Auristela
"Dia sebenarnya siapa sih? So negur-negur segala!" batin Adelard
"Ya emang tadi ke rumah Galen kok, cuman tadi ketemu aja sama Adelard!" balas Auristela membela
"Terus pulangnya dianter Adelard gitu?Kenapa gak sama Galen aja? Kan dia yang ajak lo!"
"Kan biar sekalian, Adelard juga mau pulang!"
"Lo-"
Adelard yang mulai jengah pun memotong ucapan Zayyan
"Udah maaf ini salah gue yang ngotot mau nganterin Auristela pulang!"
Zayyan melirik Adelard,
"Bukan gitu maksudnya! Gini nih, kalau dia berangkat sama Galen pulangnya sama lo, yang ada namanya makin buruk!"
Auristela seketika memandang Zayyan dingin, lalu memasuki pagar Rumahnya.
Zayyan diam terpaku, sepertinya dia telah menyinggung Auristela.
Adelard yang tak tau apa-apa memilih pamit dan masuk ke mobilnya.
__ADS_1
Sedangkan Adara tampak tidak jauh beda dengan Adelard, sama-sama tidak mengerti.