Topeng

Topeng
Hanya


__ADS_3

Auristela sudah duduk manis di kursinya. Ia memiringkan tubuhnya menghadap ke belakang sedikit berbincang dengan Galen.


"Gak ada niatan main lagi?" tanya Galen


"Eumm gimana yah? Akhir-akhir ini sibuk buat OSN, ditambah lagi harus sering-sering bimbing Adelio," balas Auristela sedikit tak enak. Tapi ya mau bagaimana lagi? Ia juga ingin bermain dengan Binatang-binatang peliharaannya Galen, tapi akhir-akhir ini ia sibuk.


Galen sedikit mendesah kecewa. Sebenarnya dalam pikiran Galen, tak apa jika Auristela sibuk dengan OSN. Hanya saja yang jadi masalah tuh Auristela belajarnya bareng Adelard yang notabenenya sahabatnya sendiri. Gak enak banget kalau harus bersaing dengan sahabat sendiri tuh. Cinta datang karena terbiasa, kan? Takutnya itu akan terjadi pada Auristela dan Adelard.


"Eh Adelio! Duduk sama gue aja dulu!" ajak Auristela pada Adelio yang baru saja datang diikuti Yeeshai dan Brady.


Tuh kan! Baru saja dipikirin, Auristela udah ngajakin Adelard semeja aja. Galen lagi-lagi hanya mendesah kecewa. Ia memilih memiringkan tubuhnya menghadap ke belakang mendengarkan bacotan kedua sahabat soplaknya itu.


***


Adelio berjalan di koridor dengan Yeeshai dan Brady. Mereka berangkat bersama, karena seperti yang kalian tau, semalam mereka menginap.


Adelio masih harus menghela nafas mendengar bacotan dua curut di depannya ini. Dari semalam nasibnya apes mulu berhadapan dengan kedua orang di depannya ini yang sialnya jadi sahabatnya. Galen mana lagi, pikirnya.

__ADS_1


"Eh Lard, liat lo jalan di belakang dan anteng gini, gue berasa kek majikan sama babu deh!"


celetuk Yeeshai mengejek Adelio.


Adelio kali ini harus banyak bersabar aja deh!.


"Tumben kita gak digandrungi yah!" celetuk Brady menghirup udara segar dengan leganya


"Gimana mau digandrungi kalau..."


"PANGERANNYA AJA JADI BURUK RUPA!!!" seru mereka bersamaan.


"HAHAHAHA!"


Adelio mendengus menyumpah serapahi keduanya dalam hati.


"Sepertinya pangeran kita yang tamvan ini mendapat karma karena ke sombongannya!"

__ADS_1


ucap Brady memasang wajah sok perihatin.


Adelio sudah tak peduli lagi. Ia memilih melewati mereka daripada ia makin dongkol.


Memang semenjak jadi cupu, Adelard dan sahabatnya tidak perlu ribet lagi menghadapi fans agresif Adelard. Why? Cewe-cewe disini kebanyakan fans Adelard. Sedangkan ketiga sahabatnya juga banyak fans, namun mereka tidak punya fans yang agresif. Paling hanya menyorak-nyoraki mereka saja. Kecuali Galen. Kalau dia mah fansnya cuman bisa gigit jari ngagumi dia dari jauh, sorak-sorak pun jika Galen bersama yang lainnya. Kalau sendiri mana berani fansnya berteriak. Yang ada kena semprot pedasnya sekaligus tatapan dingin dan tajamnya.


Adelard terlalu pasrah dan baik. Sifatnya juga kadang cool dan kadang humoris. Ditambah wajah bak dewanya yang melampaui ketiga sahabatnya, membuatnya banyak fans bahkan sampai agresif dan fanatik.


***


Adelio memasuki kelas dan sudah disambut pemandangan Auristela dan Galen yang sedang berbincang ria. Menyebalkan sekali, pikirnya.


Suara Auristela yang mengajaknya duduk bersama sedikit mengembalikan moodnya.


Mereka berbincang seputar persiapan simulasi OSN yang akan diadakan setiap 2 jam terakhir sebelum pulang selama satu Minggu ke depan ini. Mereka saling memberi semangat.


Adelio menghela nafas. Ya, Hanya itu kedekatan antara dirinya dan Auristela. Tidak ada hal lain selain OSN. Walau kemarin mereka saling bercanda saat di Taman, apakah menjamin hal itu mengartikan Auristela juga ada rasa padanya? Memikirkan itu membuat Adelio tertawa miris dan pusing saja.

__ADS_1


__ADS_2