Topeng

Topeng
Ditunjuk


__ADS_3

Adelio dan Auristela kini sedang duduk di Ruang guru.Tadi di kelas mereka disuruh ke sini ketika jam istirahat oleh Bu Friska.


"Maaf mengganggu waktu istirahat kalian, Ibu manggil kalian karena ada hal yang penting yang harus dibicarakan dengan kalian," ucap Bu Friska basa basi.


Bu Friska melarikan pandangannya ke Auristela.


"Auristela, kamu memang selalu mendapat nilai bagus dalam hal akademik, salah satunya Kimia.Tapi sayangnya seperti tahun lalu, kamu sudah ditunjuk untuk mengikuti OSN Fisika. Ibu ingin kamu membantu Adelio untuk mengikuti OSN Kimia!"


Auristela mengangguk sambil tersenyum kecil, lalu Bu Friska melarikan pandangannya ke Adelio


"Adelio, Ibu mengakui kehebatan kamu. Kamu mengingatkan saya dengan Adelard. Dia juga sama pandai dalam Kimia hanya saja dia dikabarkan sudah pindah sekolah, padahal Ibu sudah mengincarnya dari kelas 10. Jadi Ibu harap kamu bisa menggantikannya."


Adelio seketika terharu mendengar itu, ia tidak menyangka Bu Friska mengenangnya. Walaupun killer, di mata Adelio, Bu Friska adalah guru yang baik. Dia bagai Ibu kedua bagi Adelio.


"Tahun lalu Zayyan yang mengikuti OSN Kimia, tapi karena dia sekarang sudah kelas 12 jadi dia tidak bisa ikut lagi, dan ya dia juga sekali-kali akan bantu bimbing kamu!"


"Ya, Bu!" balas Adelio mantap.


"Ya sudah cukup di sini aja, nanti kalian di jam terakhir ke Ruang Olimpiade buat ketemu guru pembimbing! Kamu juga bisa ketemu Zayyan, Adelio. Dan akan ada arahan kecil nantinya!"


"Siap, Bu!" balas Auristela dan Adelio bebarengan.


Mereka tersenyum pada Bu Friska lalu, pamit undur diri.


***

__ADS_1


Sekarang ini Adelio dan Auristela sedang jalan beriringan di koridor menuju kantin. Hanya keheningan yang mereka ciptakan.


"Auris!" panggil Adelio


Auristela hanya menengok dan menaikan satu alisnya.


"Itu, kamu gak keberatan gitu ikut bantu bimbing aku? Ya kan kamu juga harus fokus kan sama OSN kamu sendiri?!" tanya Adelard


Auristela tersenyum kecil, lalu menghadapkan kepalanya lagi ke depan,


"Gak kok, gue udah pengalaman di OSN Fisika kemaren. Lagian kan gue juga paling bantu-bantu lo dikit, kan udah ada guru pembimbing, terus ada Kak Zayyan juga yang sekali-kali bimbing lo. Ya paling lo butuh bantuan gue di waktu-waktu selain bimbingan. Paling lo cuma butuhin info-info seputar OSN aja ke gue, atau cuma tanya soal-soal yang gak lo pahamin!" jelas Auristela panjang lebar, kali ini tidak ada nada datar. Entahlah, kalau bicara dengan Adelio,


Auristela merasa tidak perlu datar atau dingin.


"Panjang bener!" celetuk Adelio ngasal.


"Eh maaf Auristela, maaf!" ucap Adelio gelagapan


Auristela hanya geleng-geleng kepala lalu tersenyum kecil,


"Sans aja Ade!"


Deg!


"Ade? cuman dia yang panggil gue Ade selain Mama Papa sama Adara!" batin Adelio.

__ADS_1


Auristela yang merasa Adelio tiba-tiba terdiam mengernyit bingung,


"Gue salah ya? Lo gak suka dipanggil 'Ade'?"


Adelio langsung tersadar


"Eh engga-engga! Aku cuman kaget aja ada yang manggil aku 'Ade' selain Mama Papa sama Adik aku!"


Auristela hanya mengangguk.


"Padahal niatnya gak mau ada urusan sama lo, tapi malah jadi partner OSN gini, pasti jadi sering berurusan!" ucap Auristela sedikit bergumam


"Gue malah bersyukur" batin Adelio


"Semoga gak ada masalah yang bawa-bawa lo nantinya!" ucap Auristela lagi


"Lihat ke depannya aja," Adelio menyahut


"Hmmm, semoga baik-baik aja!"


Tak terasa mereka sudah sampai di depan kantin. Auristela memiringkan badannya manghadap Adelio,


"Gue duluan yah!" ucap Auristela


Lalu masuk ke kantin.

__ADS_1


Banyak pandangan bertanya dari anak-anak di kantin melihat Auristela berbicara pada Adelio, dan ada satu seringaian dari Clarinta.


__ADS_2