
"Ke meja temen-temen aku aja, Ris! Udah penuh gini," ucap Adelio yang sedang membawa nampan pesanan mereka berdua.
Auristela tampak memandang datar ke kantin, merasa ragu sendiri.
"Ayo, gak papa!" ucap Adelio.
Auristela mengehembuskan nafas dan terpaksa mengikuti Adelio berjalan menuju meja para sahabatnya.
"Boleh ikut gabung?" tanya Auristela datar. Ia masih sopan dengan meminta izin terlebih dahulu.
Yeeshai yang sedang menggoda siswi di meja sebelah langsung mengalihkan pandangannya ke Auristela.
"Wahhh, gadis berhati batu minta izin duduk disini? Amazing!" ucap Yeeshai mengejek sinis.
Brady kali ini tidak ikutan, ingin menjadi penonton saja.
Auristela masih berdiri dan menatap datar ke Yeeshai. Yeeshai yang merasa tak dipedulikan, melirik Adelio yang membawa nampan pesanan 2 orang itu langsung menatap Auristela lagi.
"Apa-apaan nih? Lo jadiin temen gue babu lo?!" ucap Yeeshai tajam. Mancing emosi banget.
__ADS_1
Adelio sudah memelototi Yeeshai, tapi Yeeshai tak peduli dan malah mengeluarkan kata-katanya yang menyakitkan pada Auristela.
"Oh ya, lo kan gak punya temen jadinya manfaatin Lio!"
"..."
"Lio, lo kok mau-maunya sama orang berhati batu kaya dia sih?!"
"..."
"Lihat? Udah manfaatin lo, eh dia juga gue omongin macem-macem diem aja! Gak bakal ngerasa, kan?"
"..."
Sungguh sekarang ini Auristela sedang mengepalkan tangan menahan marah, bahkan Adelio juga marah namun hanya bisa diam.
Galen yang sedari tadi diam pun bicara, "Lo bisa diem?" ucapnya dingin pada Yeeshai, yang seketika membuat Yeeshai menoleh ke arahnya. "mulut lo gak usah kaya cewe!" lanjut Galen, lalu beranjak dan menarik Auristela untuk duduk di sebelahnya diikuti Adelio.
Yeeshai sudah menahan emosi dan terus dipelototi oleh Adelio.
__ADS_1
Yeeshai menghembuskan nafas kasar, lalu melirik sinis Auristela yang tetap tenang.
"Gue gak nyangka, Brad!" ucap Yeeshai membuat Brady menoleh ke arahnya.
"Gak nyangka gimana?" tanya Brady. Sebenernya udah tau ke arah mana Yeeshai bicara.
"Cuman karena cewe, gue kena marah sahabat gue sendiri! Heran gue! Tuh cewe pake pelet apaan yah?" ucap Yeeshai menyindir.
Brady menahan tawa ditempatnya. Yeeshai tuh mulutnya manis kalau godain cewe. Tapi pas Nyinyir mulutnya kaya cabe.
Yeehai terus aja ngelantur mengeluarkan kata-kata sindiran yang tak ada habisnya. Siap-siap aja Yeeshai pulang sekolah diamuk Adelard dan Galen.
Benar saja saat sepulang sekolah Keempat cowo yang bersahabat itu tengah berada di Taman belakang tempat hewan-hewan peliharaan Galen berada.
"Kenapa kita kesini?" tanya Yeeshai.
Adelard melirik Galen. Seketika Galen menuju sebuah pintu yang berada di Taman itu. Galen keluar dari pintu sambil membawa anak Ayam. Yeeshai mengernyit saat Galen memberi anak Ayam itu padanya dan langsung mendorongnya ke pintu itu dan langsung menguncinya.
Saat Yeeshai memandang ke depan, ia sangat kaget saat ada seekor Ayam yang tengah menatapnya. Ia langsung berteriak-teriak kala Ayam itu mematoknya.
__ADS_1
Sedangkan yang lain malah merekam suara Yeeshai sambil menahan tawa.
"GALENNNNNN!!! KELUARIN GUE DARI SINI SIALAN!!!" teriak Yeeshai.