
Adelio duduk di kursinya. Hari ini tak jadi ulangan karena kejadian tadi.
Sebelum sahabat-sahabatnya bertanya,
Adelio lebih dulu mengintrupsi mereka untuk mewawancarainya nanti saja ketika istirahat.
Zhafira dkk mengernyit bingung.
Kok bisayah Elard dkk ketahuan? Bukannya gak ada yang berani laporin mereka? Ya setau mereka juga, Elard dkk hanya tidak berani melawan Adelard dkk. Berani juga anak cupu itu. Langsung ke guru killer lagi. Pikir mereka.
***
Adelio dkk menuju kantin, dan bisik-bisik tentang kejadian tadi pagi waktu Adelio turun dengan mobil masih terdengar. Dasar! Syirik aja!
Yeeshai, Brady dan Galen semakin bingung saja mendengar bisik-bisik ini.
Mereka baru saja duduk setelah memesan.
"Lo harus jelasin ke kita!" tuntut Yeeshai
"Ck! Iya!" kesal Adelio
Adelio mulai menjelaskan kejadian tadi. Dari ia yang kesiangan, berangkat dengan mobil, hingga berakhir diseret oleh Elard dkk.
"Ck! Dasar human! Syirik aja! Kalau tau itu Adelard udah pasti bukannya syirik, tapi malah jerit-jerit!" celetuk Brady kesal
__ADS_1
"Itu si Elard bikin gara-gara! Kalau tau itu Adelard gak mungkin tuh dia berani sekali pun Adelard sendirian!" kesal Yeeshai yang sudah mengepalkan tangannya.
Memang sedari dulu Adelard dkk tidak suka bahkan nyaris bermusuhan dengan Elard dkk. Karena sifat songong Elard dkk yang suka membully anak-anak yang cupu dan lemah. Elard dkk pun begitu. Karena selalu saja kalah dengan Adelard dkk. Dan itu semakin besar saja saat banyak kaum hawa yang mengagumi Adelard dkk membuat Elard dkk semakin iri dan benci ke mereka.
Tapi walau begitu awalnya Elard dkk suka buat gara-gara dengan Adelard dkk, tapi karena selalu dipermalukan dan kalah, mereka sudah tidak berani lagi, walau kadang juga masih berani cari gara-gara.Tapi hoby membully mereka masih melekat.
Dan baru kali ini ketahuan oleh Bu Friska. Dan itu sebab si cupu Adelio.
Ups! maksudnya pangeran kita Adelard.
"Ck! Masih kuat lo?! Seminggu lebih kena masalah terus!" kesal Galen. Walau cuek, ia juga tak rela sahabatnya diperlakukan seperti itu.
Adelio meminum jusnya, ya tadi pesanan mereka sudah datang.
"Gak! Gue masih belum nyerah!" balas Adelio mantap
"Lo udah nemu seseorang, Lard?" tanya Brady
"Gak tau lah! Tapi ada sih cewe yang sempet buat gue tertarik, tapi gue belum yakin sama dia!" Adelio menjawab; Bayangan Auristela memasuki pikirannya.
"Oh ya? Kaya gimana orangnya?" seru Yeeshai. Ia senang akhirnya sahabatnya ini tertarik dengan perempuan. Bukan berarti Adelard gay yah!.
Adelio terdiam. Ia tidak mungkin memberi tau teman-temannya.Teman-temannya membenci Auristela, dan ya, ia masih ragu tentang Auristela. Adelio menggeleng,
"Nanti aja! Gue masih ragu! Lagian orangnya gak mau gue terlihat deket sama dia!"
__ADS_1
Semuanya mendesah kecewa, kasian dengan Adelard .Sedangkan Galen, dia hanya diam, karena menurutnya cinta itu tidak penting.
"Eh kok gue baru nyadar kalau Elard dkk di kelas kita sih?" tanya Yeeshai
"Ya iyalah! Kan gak penting!" balas Brady
"Lo sempet dibully?" tanya Galen
"Awal masuk kelas, disandung! Terus habis tuh dibully kalian!" kesal Adelio mengingat itu.
Brady dan Yeeshai cengengesan
"Gapapa kali dibully sahabat sendiri dibanding sama musuh kan lebih sadis!" ucap Brady cengengesan
Adelio mendengus, "Penghianatan sahabat lebih menyakitkan dibanding berperang dengan musuh!"
"Sadis!" ucap Yeeshai dan Brady bersamaan.
Adelio dan Galen memilih melanjutkan acara makan mereka.
"Labrak Elard dkk yuk!" ajak Brady
"Labrak-labrak! Emang cewe!" balas Yeeshai
"Ck! Gimana?"
__ADS_1
Mereka berfikir dan akhirnya mengangguk.
Pembalasan dimulai!.