
Saat ini Adelio sedang memperhatikan Bu Danita yang sekarang sedang mengajar Biologi. Ya, dia berada di kelas 11 MIPA 1, sedangkan kelasnya yang dulu ialah kelas 11 MIPA 3.
Tiba-tiba saja ada seorang cewe memasuki kelas.
"Assalamualaikum, Bu!" salamnya
Semuanya melirik ke arahnya tak suka.
Adelio seperti pernah melihat cewe itu.
Bu Danita menghentikan kegiatannya yang sedang menulis di papan tulis, "Auristela, kenapa kamu terlambat?" tanyanya lembut.
"Oh... dia ternyata!" gumam Adelio
"Maaf, Bu" balas Auristela datar.
Bu Danita menghelas nafas, ia memperbolehkan Auristela untuk duduk.
"Maaf-maaf! Nanti juga diulangin lagi! Gak bakal peduli!"
"Maafnya datar banget lagi kaya gak ikhlas gitu!"
__ADS_1
"Iyalah! Gadis berhati batu kaya dia mana mungkin bisa minta maaf!"
"Gurunya sendiri juga! Untung Bu Danita sabar!"
"Gak cuman Bu Danita aja, semua guru juga sabar sama dia!"
"Yalah! Dia kan pinter! Bintang emasnya para guru! Sayang banget kelakuannya acuh banget sama guru!"
Bisik-bisik para geng Zhafira terdengar. Dan pastinya bisik-bisik anak-anak lain mengikuti, kecuali anak cowo yang hanya diam.
Bisik-bisik itu mengiringi langkah Auristela yang kini berjalan menuju meja barisan pojok. Auristela duduk tepat di depan meja Adelio.
Kini Adelio paham, kenapa anak-anak di sini menjauhi meja barisan itu. Karena ada Auristela ternyata. Dan itu artinya ia Satu kelas dengan gadis yang mendapat julukan Gadis Berhati Batu itu.
"Eh Auristela duduk sendiri! Kenapa Bu Danita tidak menyuruh dirinya saja duduk dengan Auristela? Aneh!" batin Adelio bingung.
Tiba-tiba di depan kelas suasana jadi ricuh dengan kedatangan 3 murid cowo yang dicap sebagai The Most Wanted Boys di sekolah. Auristela terlihat tak peduli. Sedangkan Adelio bingung bercampur kesal. Kenapa sahabat-sahabatnya ke sini? Itu artinya mereka Satu kelas lagi!!!! Arghhh!!!.
"Kalian bertiga kenapa ke sini?" tanya Bu Danita yang bingung dengan kedatangan 3 murid bandel itu yang sekarang membuat ricuh kelasnya. Terutama sorakan-sorakan dari cewe-cewe.
"Mau pindah kelas, Bu! Kita udah ngomong kok sama Pak kepala sekolah!" balas Brady.
__ADS_1
Sorakan senang para cewe mulai terdengar ricuh. Abis dapet teman baru cupu, sekarang dapet yang ganteng-ganteng 3 lagi. Serasa abis terkena musibah terus dapet keberuntungan nomplok.
"Alesan kalian pindah kenapa?"
"Gak ada Adelard Bu di kelas. Dia pindah sekolah!" jawab Yeeshai dengan nada sedih yang dibuat-buat.
Oh ya! Anak-anak baru nyadar, tidak ada sang Princeboy di antara Most Wanted di depan.
Bu Danita memijat pelipisnya,
"Lalu apa hubungannya? Bukannya di sini juga gak ada Adelard?!" geramnya
"Di kelas sana banyak kenangan tentang Adelard, Bu!" ucap Brady mendramatis.
"Iya! Kita jadi kebayang terus! Makanya kita milih pindah kelas aja!" tambah Yeeshai ikut mendramatis sambil memeluk Brady.
Semua anak cewe berkaca-kaca! Merasa kehilangan akan sosok Princeboy mereka. Sedangkan Galen hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah mereka.
"Ya sudah kalian duduk sana!"
Mereka bertiga berjalan menuju barisan pojok.Tanpa sepengetahuan semuanya, Brady dan Yeeshai menyeringai pada Adelio dan dihadiahi tatapan kesal oleh Adelio. Sedangkan Galen memilih untuk duduk di samping Adelio dengan Brady dan Yeeshai yang duduk di belakangnya.
__ADS_1
Semua anak cewe mendengus. Kenapa tadi mereka malah pindah?!. Jika masih disitu kan bisa berdekatan dengan para Most Wanted sekolah. Sekarang barisan itu dan sebelahnya cowo semua. Dan hanya ada dua meja depan pojok yang diisi cewe. Termasuk Auristela.