
"Abis itu gue sama temen gue dikejar anjing! Kita lupa kalau tuh rumah ada anjingnya!"
Adara tertawa mendengar cerita dari Fillo, "Hahaha, sumpah ngakak banget!"
"Gini amat dah nolongin orang ngidam!" ucap Fillo
"Tapi lo sama temen lo itu tetep dapet mangga buat mamanya temen lo itu gak?"
"Untungnya sih dapet!"
"Ada-ada aja! Makanya bilang dulu sama yang punya! Main ngambil aja!"
"Masalahnya udah malem banget dodol! Udah tidur lah yang punya! Gak lagi-lagi deh gue nginep di rumah tuh anak!"
Adara menggeplak lengan Fillo, "Pahala tau!"
"Pahala -pahala! Lo pikir nyuri kaya waktu itu pahala? Nambah dosa gue yang ada!"
"Itu mah salah lo!"
Fillo memutar bola matanya malas, "Iya-iya deh! Terserah lo! Adara maha benar!"
Adara ngakak mendengarnya.
Tawa Adara terhenti ketika melihat Galen dari koridor samping. Ketika Galen tepat berada di persimpangan, Adara tersenyum, "Hai, Kak!" sapanya. Senyum Adara luntur, ketika Galen melewatinya begitu saja dan mendahului jalannya dengan acuh.
Adara terdiam sembari menatap punggung Galen yang semakin menjauh itu. Aish kenapa sesakit ini rasanya?.
Fillo yang melihat pemandangan itu melirik sekilas ke arah Adara, lalu menatap punggung Galen.
"Bukannya itu Kakak kelas yang nolong lo yah?"
tanya Fillo memastikan
Mendengar itu, membuat Adara tersadar dari suasana melownya. Dia melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi.
"Iya!" balasnya singkat
Fillo ikut menyusul langkah Adara, "Lo kok tau namanya? Kenal?" tanyanya lagi
Adara terdiam. Dia bingung, mau jujur pada Fillo apa engga.
"Hei! Kok malah bengong sih!" Fillo menegur sembari menepuk kecil bahu Adara
"Eh, itu! Dia itu- ah itu, dia kan terkenal disini! Jadi ya gue tau denger-denger dari anak-anak yang suka gosip aja!" balas Adara sedikit gelagapan
Fillo memandang Adara aneh, "Jawaban Lo sungguh mencurigakan!" ucapnya sembari memicingkan mata
Adara yang melihat itu merasa sebal sendiri. Dia menggeplak bahu Fillo, "Muka lo nyebelin tapi imut! Sebel banget gue lihatnya!"
Fillo melongo, "Lah? Gini amat dah punya muka Baby face!"
Adara memutar bola matanya malas. Ingin ngehujat, tapi lihat muka imut Fillo, dia menjadi tak tega! Eh, engga deng! Adara iri!.
"Eh bentar-bentar! Lo ngalihin pembicaraan! Lo apa-apaan tadi nyapa-nyapa tuh Kakel? Dicuekin lagi! Suka ya lo sama dia!" ucap Fillo menunjuk-nunjuk Adara
Adara menepis tangan Fillo, dia memandang Fillo jutek, "Ya menurut lo?!" ketusnya
Fillo menggeleng tak percaya, lalu cowo itu merangkul bahu Adara, "Ternyata temen gue ini udah punya crush! Sayang banget bertepuk sebelah tangan! Semangat yah besti! Hahaha!" ejeknya
Adara mendengus.
__ADS_1
Sialan! Sialan! Sialan!.
______
"Kita duluan yah!"
"Yoi!"
Saat ini Adelard dan Auristela sedang dalam perjalanan menuju rumah Adelard.
Sesampainya di rumah, mereka berdua mendapati Freya yang sedang asik menonton tv.
"Assalamualaikum, Ma!"
Freya menoleh ke arah keduanya, "Waalaikumsalam. Eh ada Auris juga!"
Keduanya menyalami Freya
"Mama masa gak denger Auris tadi salam!" Adelard berkomentar
Freya menggeplak lengan Adelard, "Kamu ini gak tau basa-basi aja!"
Adelard meringis. Dia menatap malas Mamanya yang kini sedang memeluk Auristela
"Kamu baru main lagi! Mama kangen tau!"
Auristela terkekeh membalas pelukan Freya, "Ini kan udah kesini!"
Freya melepas pelukan mereka. Dia mencubit gemas hidung Auristela.
"Bisa aja ngelesnya! Kamu main belum ganti baju? Udah izin ke Ibu kamu belum?"
"Tenang aja Ma, kita udah izin. Tapi kita mau ke Pet shop. Lagian disini juga ada baju Auristela!"
Ngomong-ngomong karena keseringan nginap, jadi ada beberapa baju Auristela disini, tepatnya di kamar Adara. Freya juga suka membelikan baju untuk Auristela. Sehingga, koleksi baju Auristela disini lumayan banyak. Freya gak nanggung-nanggung kalau beliin.
"Kirain mau main di rumah!" ucap Freya sedih
Auristela memeluk Freya, "Entar abis dari pet shop, Auris main kok! Mama jangan sedih!" ucapnya
Freya tersenyum mengelus rambut Auristela, "Oke! Ya udah kalian cepetan mandi sama sholat, entar kesorean!"
Auristela melepas pelukannya, "Oke, Ma! Kita ke atas dulu yah!" pamitnya
Freya mengangguk, dengan segera Adelard menarik Auristela menuju lantai atas.
Setelah agak lama, kini keduanya sudah siap dengan Bunny dirangkulan Auristela.
"Ma, kita berangkat yah!" pamit Adelard
"Iya, hati-hati!"
Ketika di depan pintu mereka berpapasan dengan Aarav yang baru saja pulang dari kantor.
"Loh, kalian. Mau kemana?" tanya Aarav
Keduanya menyalami Aarav
"Mau ke Pet shop, Pa!" Adelard menjawab
"Gak hari libur aja? Sore-sore gini!"
__ADS_1
"Lagi pengin, Pa! Mau manjain nih si Bunny!"
Adelard menunjuk kelincinya.
Aarav terkekeh, "Kalian ini! Ya udah sana hati-hati! Entar makan malam di rumah yah! Cepet pulang!"
"Siap, Pa! Yuk, Ris!"
"Pamit yah, Pa!" ucap Auristela menyalami Aarav
"Hati-hati!"
___
Adelard dan Auristela sampai juga di Pet shop. Mereka menyerahkan Bunny untuk diberi perawatan. Tenang, Bunny pastinya udah terbiasa. Gak bakal kabur dia.
Sambil menunggu Bunny, Auristela dan Adelard berkeliling, mencari-cari titipan Galen. Cowo itu sempat menitip beberapa hal pada keduanya, saat tau keduanya akan kesini.
Saat sedang mencari-cari, tiba-tiba saja salah satu Pekerja menghampiri mereka.
"Mbanya perasaan waktu itu kesini gak sama Mas ini deh! Pacar baru ya, Mba?" ucap Pekerja itu yang seorang cewe. Entah apa maksudnya mengatakan seperti itu.
"Yang waktu itu temen saya, Mba! Kalau ini baru pacar saya!" balas Auristela diakhiri dengan senyuman. Auristela menyadari Pekerja itu sesekali melirik ke arah Adelard.
"Masa sih Mba, padahal waktu itu kelihatan deket banget!" ucap Pekerja itu kelihatan banget mau ngomporin
Adelard yang menyadari itu, merangkul bahu Auristela, "Cowo yang waktu itu sahabat saya, Mba! Mba nya jangan mikir aneh-aneh!" Adelard mencoba menengahi
Pekerja itu nampak tak suka, "Hati-hati Mas, sekarang kan banyak sahabat yang nusuk dari belakang!"
Adelard kesal, namun ia mencoba tersenyum. Dia bersyukur Auristela bisa tenang disituasi seperti ini.
"Mba nya jangan khawatir! ini biar jadi urusan kita! Permisi ya, Mba!" ucap Adelard, lalu segera pergi.
Setelah sedikit jauh, Auristela membisiki Adelard, "Mba-mbanya suka kamu tuh!" bisiknya
Adelard terkekeh, "Udah kelihatan, Adara juga sering digituin!" balasnya
"Susah emang kalau jadi good looking!"
Adelard terkekeh lagi.
"Eh, aku baru ngeh, Adara tadi belum pulang!"
"Tadi sih chat, izin mau daftar eskul dance katanya!"
"Aktif juga ternyata!" Auristela bergumam
"Kamu kenapa gak ikut eskul? Organisasi juga engga!"
Auristela tersenyum tipis, "Tau kan gimana dulu, rasanya pengin cepet-cepet pergi dari sekolah!" ucapnya
Adelard terdiam, merasa tidak enak.
Auristela yang menyadari itu, melepas rangkulan tangan Adelard dibahunya. Dia menarik lengan cowo itu, "Udah yuk, Bunny keknya udah selesai!"
Akhirnya setelah membayar perawatan untuk Bunny dan juga barang titipan Galen, mereka segera pulang.
...----------------...
TBC
__ADS_1
Jangan lupa, vote, like, komen and share yah!
See you!.