Topeng

Topeng
OSN


__ADS_3

Setelah mendapat nomer dan juga sudah mengetahui tempat berlangsungnya OSN dari pembimbing masing-masing, Adelio dan Auristela mengikuti upacara pembukaan.


Setelah selesai, mereka memasuki ruangan mereka masing-masing, bersantai sejenak. Guru pembimbing mereka masuk ruangan dan memberikan minum serta arahan dan semangat, sekaligus berdo'a bersama.


Setelah beberapa lama, mereka diberikan soal dan pengarahan cara mengerjakan soal. Mereka diberi 100 soal dalam waktu 2 jam.


Saat-saat menit terakhir, mereka para peserta OSN diberikan Snack dan amplop berisi sejumlah uang.


Auristela dan Adelio sama-sama bisa mengerjakan soal dengan tenang. Bahkan Auristela yang notabenenya mengikuti OSN Fisika saja bisa selesai lebih cepat dari peserta OSN lainnya yang berada di ruangannya, entahlah jika di Ruangan lain.


OSN kali ini permapel diikuti 100 peserta yang artinya 100 sekolah swasta di wilayah Jakarta Selatan ini ikut berpartisipasi.


Auristela menghela nafas. Ia memandang kursi di depannya yang kebetulan diisi murid SMA Angkasa. Ia dapat nomer dua, artinya sudah jelas jika pemegang nomer satu murid SMA Angkasa sendiri. Murid cowo di depannya tampak tenang. Ia masih sedikit mengenali cowo itu. Ia pernah berada difinal bersama cowo itu. Apa akan terulang lagi?Entahlah.

__ADS_1


***


Waktu telah habis, Auristela keluar dari Ruangan itu sambil membawa soal OSN yang memang diberikan untuk para peserta.


Auristela melirik cowo tadi. Cowo tadi juga ikut meliriknya lalu sedikit menyeringai,


"Kita ketemu lagi! Semoga kali ini gue yang menang Auristela Chalondra," ucap cowo itu penuh penekanan.


Auristela hanya mengangkat sebelah alisnya, malas menghadapi cowo di depannya.


Auristela dan Adelio berbincang sedikit mengenai OSN tadi, sambil menunggu pengumuman.


Setelah agak lumayan lama, pembawa acara mengumumkan ketiga peraih peringkat teratas. Namun mereka hanya mengambil dua peringkat teratas untuk masuk ke babak final.

__ADS_1


"Untuk OSN Kimia tahun ini peringkat tiga teratas di raih oleh SMA Permata. Selamat untuk SMA Permata, tapi sayang sekali tidak bisa mengikuti sesi final. Tapi tetap semangat jadi lebih baik lagi!. Selanjutnya dua peringkat teratas diraih oleh SMA Gemilang dan SMA Galaksi. Untuk sementara SMA Galaksi memimpin."


Riuh tepuk tangan dan helaan nafas kecewa mewarnai suasana. Adelio nampak sedikit kecewa walaupun bisa masuk final.


Auristela yang menyadari itu menepuk bahu Adelio.


"Udah gak papa! Ini cuman babak awal, lo harus bisa kalahin SMA Galaksi dibabak terakhir! Biarin mereka sombong dulu!"


Adelio hanya mengangguk.


"Yang dibilang Auristela benar Adelio! Kamu harus optimis! Jangan mengaku kalah sebelum bertanding!" ucap Pak Javer menyemangati sambil menepuk-nepuk bahu Adelio.


"Kami memilih kamu bukan tanpa alasan Adelio! Kami yakin pada kamu! Jadi jangan kecewakan kami," pesan Bu Friska ikut menyemangati.

__ADS_1


"Untuk OSN Fisika lagi-lagi tiga peringkat teratas diraih oleh SMA Galaksi, SMA Angkasa dan SMA Gemilang! Lagi-lagi SMA Angkasa dan SMA Gemilang akan bertarung dibabak final dengan peserta yang sama juga!Kita lihat nanti siapa yang akan menang. Apakah SMA Gemilang bisa mempertahankan gelar juaranya?" ucap sang pembawa acara lagi.


Auristela tanpa sengaja melirik murid SMA Angkasa tadi yang kini sedang menyeringai ke arahnya, penuh dendam. Sepertinya seru. Akan ada pembalasan yang sepertinya akan dilakukan cowo itu nantinya. Dan apa Auristela mau kalah begitu saja? Tentu tidak! Lihat saja siapa yang akan menang kali ini.


__ADS_2