Topeng

Topeng
Kelinci


__ADS_3

Auristela dan Galen sudah sampai di- kediaman keluarga Galen.


"Assalamualaikum, Bunda!" salam Auristela dan Galen bersamaan


Ya, Auristela memang disuruh oleh Bundanya Galen dengan memanggil 'Bunda' bukan 'Tante'.


Indira-Bunda Galen berjalan menghampiri mereka, tidak lupa dengan senyum yang terpampang di wajah cantiknya.


"Waalaikumsalam! Eh ada Auristela!"


balas Indira ramah


Galen mendekati Bundanya, menyalimi tangannya, diikuti Auristela.


"Hallo Bunda, gimana kabarnya?" sapa Auristela sambil menyalami tangan Indira


Indira tersenyum,


"Alhamdulillah baik kok sayang! Kamu sendiri gimana?"


Auristela tersenyum,


"Alhamdulillah baik juga kok, Bun!"


"Syukurlah kalau gitu!"


"Bun, Galen mau ke atas dulu ganti baju!" ucap Galen, lalu menaiki tangga menuju lantai atas, kamarnya.


Auristela dan Indira masih berdiri

__ADS_1


"Mmm Bun, toilet di mana yah? Auristela mau ganti juga, gak enak kalau pakai seragam!" tanya Auristela.


Untungnya Auristela membawa baju ganti, karena niatnya ia memang ingin jalan-jalan setelah pulang sekolah. Tapi malah berakhir disini. Tapi tak masalah. Daripada Auristela harus jalan-jalan sendirian.


"Oh, itu disana! Samping dapur!" balas Indira sambil menunjuk toilet dekat dapur.


Auristela mengangguk, ia berjalan ke arah sana.


Auristela telah selesai mengganti pakaiannya, Auristela keluar dan melangkah ke ruang keluarga. Auristela memang sudah lumayan hafal letak ruangan rumah ini, karena ia pernah diajak keliling oleh Indira, dan jangan lupakan kemampuan menghafal Auristela yang membuatnya hafal walau baru ditunjukan satu kali.


Saat di Ruang keluarga, ia mendapati Indira sudah duduk manis di sofa sedang menonton salah satu acara tv. Ada juga Galen yang sedang memainkan hpnya.


"Gal!" pangilnya


Galen menoleh lalu segera berdiri


"Ayo!" ajaknya.


Auristela membuka pagar dan berjalan ke halaman. Ia langsung saja


memangku seekor kelinci. Entahlah! Padahal ia kesini untuk bermain dengan Aulen, tapi ia lebih suka bermain dengan kelinci-kelinci Galen, menurutnya kelinci Galen itu benar-benar imut, ditambah sudah jinak.


Dan sebenarnya daripada kucing, Auristela memang lebih menyukai kelinci sih.


Auristela memeluk kelinci itu gemas, ia berjalan ke arah Galen.


Galen sedang memberi makan Aulen, sambil mengelus kucing itu, tapi pandangannya menuju Auristela.


Galen memandang Auristela datar, ia tidak suka saat Auristela lebih memilih bermain dengan kelinci itu.

__ADS_1


"Gal, ini kelinci punya lo juga?" tanya Auristela, entahlah Auristela hanya ingin memastikan saja. Karena kelinci yang ia gendong agak berbeda dengan kelinci lainnya.


Baru saja Galen akan menjawab, sebuah teriakan mengintrupsinya


"GALENNNNN, BUNNY MANA? KANGEN GUE!" teriak seorang cowo


Cowo itu sudah berdiri di belakang Galen. Galen menoleh ke belakang,


"Tuh!" tunjuk Galen pada kelinci yang masih digendong Auristela. Auristela sendiri sedang berdiri memperhatikan cowo itu. Cowo itu mengarahkan pandangannya ke arah Auristela


"Adelard yah," tebak Auristela


Adelard mengangguk, yap! Cowo itu adalah Adelard! Adelard menghela nafasnya, untung saja ia tidak menjadi Adelio, bisa barabe nanti.


Tapi Adelard agak tidak suka juga saat


Auristela bermain di rumah Galen, ia merasa kalah dengan sahabatnya ini yang bahkan telah membawa Auristela ke ruimah.


Sebenarnya Adelard kesini bukan karena kelincinya. Ia juga ingin memastikan apa yang Auristela lakukan disini.


Galen mengernyit,


"Kalian kenal?" tanyanya


"Ya, kita pernah ketemu!" balas Auristela


Seketika raut Galen tambah datar dan dingin saja, ia tidak suka. Ditambah maksud Adelard ikut menyusul kesini untuk apa? Masa demi kelinci?


"Eh sini Bunnynya!" ucap Adelard mengambil alih kelinci digendongan Auristela

__ADS_1


"Bunny?" tanya Auristela


"Iya, ini kelinci gue yang dititipin disini!Namanya Bunny!"


__ADS_2