Topeng

Topeng
Topeng 1


__ADS_3

Auristela berjalan di koridor, ia menuju ke toilet. Di toilet ia mendapati dua geng cewe.


Yang satu geng dari anak cewe kelasnya, jumlahnya 4 dan yang satu gengnya Clarinta Adiknya sendiri, tapi hanya 2 orang.


Antar Ketua geng bertos ria.


"Eh kemaren gimana, Cla?" tanya Zhafira-teman sekelas Auristela.


"Berhasil dong, Kak!" balas Clarinta


"Wihh mantep lu!"


"Tau gak Kak, mereka makin benci sama Kakak gue! Apalagi waktu mereka tau gue tuh Adiknya!"


Dan semuanya tertawa


"Anjirr banget lo!"


Auristela menatap mereka datar, dalam hati ia merapalkan kata untuk bersabar. Mendengar percakapan mereka mengingatkannya akan kejadian kemarin.


Flashback on


Auristela hendak menuju ke kantin, tapi di depan kantin ia bertemu dengan Adiknya itu yang sedang membawa Cup Minuman.


Tiba-tiba Adiknya itu menyeringai padanya, ia mengernyit bingung.


Lalu ia kaget saat tiba-tiba Adiknya itu menyiram bajunya yang bagian depan dengan Minuman tadi.

__ADS_1


Lalu seketika raut wajahnya berubah datar, saat tiba-tiba Adiknya itu dengan sengajanya menjatuhkan dirinya sendiri disertai meringis dengan suara yang sengaja dikeraskan. Sontak itu membuat anak-anak yang ada di sekitaran itu bergerombol mengelilinginya.


Dan ya, Adiknya mulai berdrama, dan ya sorakan demi sorakan, cacian demi cacian terlontar untuknya. ia hanya masih menampilkan raut datarnya. Ia tidak peduli. Citranya memang sudah tidak baik. Ia memilih pergi meninggalkan kerumunan.


Dan ya, sorakan mengiringi kepergiannya.


"Gadis berhati batu"


Itu kalimat julukannya. Ia hanya tersenyum kecut lalu menampilkan muka datar tidak pedulinya.


Kadang ia berfikir, apakah orang-orang itu bodoh? Mereka mengatainya gadis berhati batu. Kalau mereka bilang gitu, untuk apa mereka masih saja mencacinya? Bukannya dengan mencacinya ya sama aja tidak berguna?! Aneh! Mereka malah uring-uringan sendiri saat cacian mereka tidak diladeni.


Flashback off.


Mereka berenam merasa diperhatikan. Mereka menengok ke arah Auristela, dan ya mereka langsung menyeringai semua. Mereka menghampiri Auristela, dan salah satu dari mereka teman Adiknya-Nerissa


"Hai! Gimana kemaren?" tanya Zhafira


mengejek


"Pasti menyenangkan dong, Kak!" sahut Clarinta


"Menyesakkan maksudnya!"sahut Faranisa


Semuanya tertawa


"Pasti sakit banget dong digituin Adek sendiri!" sahut Keysa mengejek

__ADS_1


"Pantes dah tuh dikatain gadis gak punya hati!" ucap Davina


Lalu semuanya kembali tertawa.


Auristela hanya memandang mereka datar, ia biarkan saja mereka! Dasar orang syirik!


Zhafira maju, mencekram dagunya. ia sontak menepis tangan itu, tapi tangan itu semakin menguatkan cengkeramannya.


"Akhirnya gue bisa juga jatuhin lo!"


ucap Zhafira


Dan ya, Auristela hanya menanggapi dengan muka datar.


"Makanya gak usah sok bersinar!Tercemarkan nama lo sekarang! Gak ada lagi yang nyanjung- nyanjung lo!


Mereka semua sekarang jatuhin lo!


Senang rasanya sekarang lo udah gak bisa lagi bahagia dan senyum lebar ke mereka semua.Yang ada hanya muka datar, acuh, gak peduli!


Kedataran lo membuat semua gosip-gosip dan drama-drama kita semua di sini terhadap lo berhasil! Good!" ucap Zhafira lalu melepaskan cengkramannya dengan kasar.


"Seorang gadis penuh senyuman dan kepedulian harus tertutup Topeng kesombongan penuh gosip-gosip tentang dingin dan acuhnya dirinya!" ucap Zhafira menyeringai lalu keluar dengan menabrak bahu Auristela dengan sengaja, lalu diikuti yang lain.


Terakhir Clarinta menyeringai padanya dan menabrak bahunya lebih keras dari yang lainnya sampai membuatnya sedikit terhuyung.


Auristela menghelas nafasnya Sabar!

__ADS_1


__ADS_2