Topeng

Topeng
Jalan-jalan 3A


__ADS_3

Saat ini 3A(Adelard, Auristela dan Adara) sedang makan di Cafe tadi sambil sekali-sekali ngobrol-ngobrol.


"Eh, Kak! Kakak beneran gak kenal sama Kakak aku ini?" tanya Adara


Dia juga sudah sempat berkenalan dengan Auristela.


Auristela menoleh, lalu menatap Adelard kemudian menggeleng,


"Engga!" jawabnya jujur dengan muka kelewat polos yang membuat Adelard gemas bercampur kesal.


Adara cekikikan, "Katanya lo Most Wanted! Princeboynya sekolah! Kok Kak Auris gak kenal lo?" ejeknya


Adelard mendengus sebal. Padahal tadi ia sempat was-was saat Auristela bertanya tidak asing melihat wajah dan postur tubuhnya. Ia sudah panas dingin. Eh ternyata yang dimaksud itu 'Adelard' bukan 'Adelio'. Ia lega, tapi ada rasa kesal juga saat Auristela tidak mengenalnya sebagai 'Adelard'.


"Lo yang suka diteriakin cewe-cewe itu yah?" tanya Auristela


Sebenarnya Auristela tau Adelard, karena banyak yang membicarakan cowo itu. Dia pun pernah melihat wajah Adelard. Hanya saja dia lupa.


Adelard tersenyum bangga sambil mengangguk.


"Gila tuh! F**ans-fans lo pada kehilangan lo tuh! Kenapa pindah?"


"Halah Fans sialan! Gue masih disitu, cuman jadi cupu aja!" batin Adelard


"Disuruh Papa!"


"Bu Friska juga kangen lo tuh, harusnya lo ikut OSN Kimia sama gue, tapi karena lo pindah, diganti deh sama anak baru!"


"Oh ya? Gitu yah!" balas Adelard


Ia gagu sendiri. Ternyata rasanya nyamar gini yah.

__ADS_1


Mereka diam lagi, lalu Auristela kembali bertanya. Entahlah, ia jadi banyak tanya sekarang. Bukan tipenya sekali. Apalagi sikapnya yang normal-normal saja dengan Adelard.


"Lo kok biasa aja sama gue? Lo gak tau rumor gue di sekolah?"


Adelard tersedak, buru-buru ia minum, membuat Auristela bingung.


Adara juga ikut bingung, karena dia tidak mengerti.


"Oh itu! Tau! Tapi gue lihat-lihat lo sekarang, kayanya ya lo gak kaya yang dibicarain dirumor itu!"


Auristela tersenyum,ia tidak menyangka mantan Princeboy sekolahnya bisa menilainya baik.


"Jalan-jalan yuk, Kak!" ajak Adara pada keduanya


Adelard mengangguk


"Eh astaga gue lupa! Gue ada janji mau belajar bareng temen gue!" seru Auristela


"Lo janjian jam berapa?"


"Jam 9!"


Adelard melirik jam tangannya


"Ini mah udah jam sebelasan! Paling udah pulang orangnya!"


Auristela melotot


"Yah gimana dong, gue gak enak!"


"Ya udahlah ya, besok lo tinggal minta maaf terus jelasin, pasti dia ngerti lah ya!"

__ADS_1


"Iya, Kak! Udah, ayo jalan aja!"


Akhirnya setelah dipikir-pikir, Auristela memilih menganggukan kepalanya.


***


Akhirnya mereka jalan-jalan, tapi tidak jauh-jauh, masih di Mall ini.


"Kak, Kakak cantik banget tau gak!" puji Adara yang memang sedari tadi mengagumi wajah Auristela


Auristela terkekeh, "Lo juga gak kalah cantik kok!"


Mereka menonton film action. Membuat Adelard mengetahui satu fakta lagi tentang Auristela yang tidak hanya suka film kartun, tapi juga film action.


Mereka kemudian bermain basket di time zone. Karena Adara memakai rok, dia tidak ikut main.


Auristela main dengan Adelard.


Auristela memutar tubuh menghindari Adelard yang akan mengambil bolanya. Adelard berdiri di belakang Auristela, menggapai-gapai bola itu, hingga tiba-tiba kaki Auristela tersandung sepatunya sendiri, menyebabkan bola itu lepas, dan badannya hampir saja terjungkal ke depan jika Adelard tidak menangkapnya.


Posisi mereka saat ini sangat dekat, seperti Adelard tengah memeluk Auristela dari belakang. Kepala Adelard berada di bahu Auristela, sedangkan tangan kanannya melingkar berada di depan perut Auristela.


Adelard menengok ke samping, begitupun Auristela. Mereka jadi saling pandang sekarang.


Deg!


Entah kenapa jantung keduanya berdecak kencang sekarang.


Dan Auristela merasa tak asing dengan netra Adelard saat ini.


Tanpa mereka sadari, Adara mengabadikan momen mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2