Topeng

Topeng
Teriang-iang


__ADS_3

Jika disisi lain Adelard alias Adelio sedang belajar untuk persiapan besok. Lain halnya dengan Auristela yang kini tengah tersenyum-senyum sendiri kek orang bego.


Auristela tengah menggulir foto-foto dalam hpnya. Ia tanpa sadar tersenyum melihat foto-foto tadi siang saat bersama Adelio.


"Baru kali ini gue ngerasa seneng banget bisa jalan bareng cowo selain sama Zayyan! Cowo cupu ternyata gak buruk banget! Malahan ngerasa kaya beda! Caranya dia tuh sederhana! Dan gue ngerasa bebas berekspresi dan bercerita. Astaga! Gak mungkin kan ya kalau gue kepincut sama cowo cupu?! Bisa diketawain Zayyan gue!" batin Auristela heran dengan dirinya sendiri


"Ekhem!"


Auristela seketika gelagapan. Ia mendongak menatap siapa yang tengah memergokinya.


Seketika ia berbinar dan segera beranjak dan memeluk orang itu.


"Ayah! Kapan pulang ih!" seru Auristela


Agler terkekeh,


"Tadi siang!" balasnya


"Kok aku gak tau?" tanya Auristela polos. Mungkin jika ia seperti ini di sekolah mana ada deh yang percaya kalau ia dijuluki gadis berhati batu. Orang aslinya manja gini.


"Kan kamunya pergi! Katanya belajar buat persiapan OSN yah?"


"Hmm iya! Biasalah Yah, ketunjuk lagi!" jawab Auristela menunduk. Entahlah, ia jadi keinget kebersamaannya tadi bersama Adelio.


Agler yang melihat Putrinya tampak berbeda ketika ditanyai seperti itu pun heran. Lalu ia tersenyum menggoda,


"Partnernya cowo ya?!" godanya


Auristela seketika mendongak

__ADS_1


"Kok Ayah tau?"


Agler terkekeh,


"Ya kamunya malu-malu gitu! Hayoo suka ya sama cowonya!"


Seketika wajah Auristela merona,


"Ih engga! Ayah apaan sih! So tau banget!"


"Masa? Tuh pipinya merah gitu!"


Seketika Auristela menutupi pipinya.


"Ih engga! Apaan!"


Agler terkekeh,


Auristela memberengut, tapi akhirnya ia menuntun Ayahnya duduk di ujung ranjang miliknya. Ia membuka hpnya lalu menyerahkan pada Ayahnya. Agler mengernyit saat melihat foto itu.


"Ayah kira lebih ganteng dari Zayyan," ucapnya


Auristela terdiam


"Emang salah ya Yah kalau misalnya cowonya cupu? Hati kan gak ada yang tau. Mau sesempurna apapun Zayyan kalau misalnya hati aku milih ke dia, mau gimana lagi?" ucap Auristela tanpa sadar.


Seketika Agler menoleh ke arah Putrinya


"Jadi kamu beneran suka sama dia?!" kagetnya

__ADS_1


Seketika Auristela menyadari apa yang ia katakan tadi. Ia jadi gelagapan sendiri.


"Eh engga! Maksudnya kan ya kalau kita mau suka sama orang kan yang nentuin hati kita, bukan gimana sempurnanya seseorang yang pantas kita sukai!"


Agler memandang lekat Putrinya itu yang malah membuat Auristela makin gelagapan.


"Gak papa kok kalau kamu suka sama dia. Lagian Ayah juga bangga kok kamu ternyata gak pilih-pilih!" godanya


"Serah Ayah deh lah!" balas Auristela memilih menyudahi pembahasan ini saja.


Agler hanya terkekeh. Lalu ia memandangi foto ini lagi,


"Eh katanya kamu tadi belajar. Kok malah main ke Taman?" tanyanya mengintimidasi


"Itu tadi ngerasanya udah cukup, Yah. Tinggal besok persiapin buat simulasi OSN sama guru pembimbing! Lagian sekalian refreshing dikit!" balas Auristela tenang.


"Refreshing apa kencan?" goda Agler lagi


"Apaan sih Ayah! Orang cuman main-main doang!"


"Hahaha! Main-main tapi malah jadi teriang-iang, bukannya belajar buat besok."


Auristela mengerucutkan bibirnya,


"Tau ah! Ayah nyebelin!" kesalnya.


Agler lagi-lagi terkekeh. Ia beranjak, mengacak rambut Putrinya itu


"Ya udah! Belajar atau gak langsung tidur, jangan mikirin dia mulu!" godanya

__ADS_1


"AYAH IH!" kesal Auristela


"HAHAHA!".


__ADS_2