Topeng

Topeng
Samar


__ADS_3

Auristela duduk di meja makan bersama Ibu dan Adiknya. Oh ya, Ayahnya sudah berangkat lagi keluar kota tadi malam.


Di sampingnya ada Clarinta dan di depannya Clarinta ada Kyra.


Di tengah suara dentingan sendok dan garpu, Clarinta tiba-tiba berceletuk,


"Bu, coba tadi di kantin anak-anak pada gosipin dia!"


Clarinta benar-benar tidak ada sopan santun dengan Kakaknya sendiri.


Kyra menyeringai, "Oh ya kok bisa?"


Auristela yang merasa akan diperbincangkan hanya memutar bola matanya malas


"Kak Zhafira nyebarin video waktu Auristela lagi marah ke temennya yang minta diajarin!" adu Clarinta


Kyra langsung memusatkan pandangannya ke Auristela,


"Kamu ini! Bener-bener beku hati kamu! Masa temen sendiri mau minta diajarin malah dimarahin! Punya ilmu tuh dibagi! Percuma pinter!!" omel Kyra pada Auristela.


Clarinta menyeringai senang.Ya ia senang karena berhasil mempengaruhi Ibunya untuk benci pada Kakaknya. Ia senang akhirnya ada yang memihaknya di rumah ini,


walau Ayahnya masih kekeuh pada kepercayaannya terhadap Auristela.


Auristela yang masih sibuk dengan Makanannya mendongak, menatap datar Ibunya.


"Ibu gak tau yang sebenarnya," ucap Auristela datar


"Ngebantah lagi kamu! Kenapa sih akhir-akhir ini suka banget gak peduli sama orang?! Udah ngerasa sombong? Udah ngerasa sempurna? Paling hebat?"


"Iya tu, Bu! Udah gitu manfaatin kepercayaan Ayah lagi!" celetuk Clarinta memanasi.

__ADS_1


"Iya! Ini lagi Ayah malah belain dia!


Makin ngelunjak kan ya!"


"Kenapa diem? Gak ngehargai orang ngomong!" tambah Kyra


"Ck! Bales salah diem salah! Dasar!" batin Auristela


Ia meringis, hubungannya dengan Ibunya jadi samar begini.


***


Sekarang ini Adelard dan keluarga sedang makan malam di meja makan.


Suasana hening, hanya terdengar dentingan garpu dan sendok yang saling beradu.


Setelah selesai makan, Adara mulai berceletuk,


"Eh Kak! Sampe kapan Kakak mau nyamar? Males gue berangkat terus pake mobil!" tanya Adara


"Ih! Engga Pa, cuman Adara lebih suka aja kalau make motor sama Kakak!" balas Adara memberengut


Papanya tertawa, "Iya deh!"


"Gaya lo mau berangkat pake motor bareng gue! Giliran sampe gerbang temen lo nyerbu gue juga lo mencak-mencak gak jelas!" balas Adelard


"Ya lo nya sih so kegantengan! Kan guenya enek! Banyak yang deketin gue juga, pada nanya-nanya lo, nitip coklat lah! Bunga lah! Surat lah! Kan sebel gue!"


Adelard tertawa "Resiko punya Kakak ganteng!" pedenya


"Cuih!"

__ADS_1


"Adara gak boleh gitu!" tegur Freya


Adara makin memberengut,


"Iya-iya! Kak! Kapan?" tanya Adara lagi


"Baru juga seminggu! Tantangannya juga 3 bulan!"


"LAMA BANGET ANJIR!!" seru Adara


"Adara!!" tegur Freya tajam dan Adara hanya cengengesan. Sedangkan Aarav dan Adelard hanya geleng-geleng kepala.


Setelah makan malam selesai, Freya dan pembantunya merapikan meja makan. Sedangkan Aarav dan Adelard memilih ke kamar. Dan Adara mengikuti Adelard ke kamar.


***


Adelard menuju balkon, duduk pada sofa yang ada disitu. Ia menyender dan memejamkan matanya menikmati angin malam.


Adara duduk di sampingnya. Adelard yang merasa akan keberadaan Adara membuka mata dan melirik ke Adiknya yang sekarang sedang memandanginya.


"Kenapa lo ngikutin gue? Sampe mandangin gue gitu amat. Lo kena Brother complex yah?!" celetuk Adelard ngaco


Adara langsung saja manggeplak kepala Kakaknya itu kencang. Membuat Adelard meringis.


"Sialan lo! Amit-amit!" kesal Adara


"Ya lo aneh mandang gue gitu banget! Kan gue jadi mikir macem-macem!"


"Ck!"


"Nyamarnya gimana? Udah nemu yang tulus?" tanya Adara

__ADS_1


Adelard menghela nafas


"Masih Samar!".


__ADS_2