Topeng

Topeng
Dukungan


__ADS_3

Tak terasa, besok akan berlangsungkannya lomba OSN yang ditunggu-tunggu. Malam ini Auristela sedang berkumpul bersama Kyra, Clarinta dan Daffin di Ruang keluarga. Daffin memang masih menikmati liburannya di Indonesia. Dia sekarang ini sedang menginap untuk mengantarkan Auristela besok. Awalnya Agler yang akan mengantar, namun


Agler harus ke luar kota karena ada pekerjaan, jadinya Daffin yang menggantikan.


"Harus pagi banget yah Ris berangkatnya?" tanya Daffin yang saat ini duduk di sofa, di tengah-tengah Auristela dan Clarinta.


Auristela yang sedang memangku toples cemilan pun menyahut,


"Iya, Kak! Katanya biar gak kejebak macet, sama mau sarapan pagi bareng, gitu." balasnya


"Masa sih? Tempatnya lebih jauh kali! Di SMA mana sih?"


"SMA Angkasa!"


"Oh! Lumayan agak jauh sih dari SMA Gemilang! Tahun lalu di SMA Galaksi ya?"


"Hmm, denger-denger sih SMA Galaksi takut malu lagi! Kan suka kalah tuh ya! Terus juga SMA Angkasa kan saingan terberat SMA Gemilang, walau lebih unggul SMA Gemilang sih! Nah makanya SMA Angkasa kali ini jadi tuan rumah! Agak aneh sih kalau kaya gitu!"


"Dih denger darimana lo? Diem-diem suka gosip lo!"


Auristela terdiam.


Clarinta memutar bola matanya,


"Ngegosip gimana coba? Temen aja gak punya!" ejek Clarinta


Daffin yang mendengar itu menyentil bibir Clarinta,


"Gak boleh gitu sama Kakak sendiri!"


Clarinta lagi-lagi hanya memutar bola matanya dan mendengus.

__ADS_1


"Ya udah tidur gih! Istirahat biar besok fit!"


Auristela hanya mengangguk mengiyakan lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Daffin menoleh ke arah Clarinta,


"Tidur juga gih! Biar bisa ngasih semangat buat Kakak kamu besok!"


"Dih, Males!"


"Dih, ngapa sih?!"


"Bodo!."


Daffin hanya bisa menghela nafas.:Kakak beradik ini tidak pernah damai, pikirnya.


***


"Bangun Ade! Katanya mau ada OSN hari ini,"


ucap Freya lembut sambil sedikit mengguncangkan lengan Adelard.


Adelard mengerjap, ia bukan tipe anak cowo yang susah jika dibangunkan


"Makasih Ma udah bangunin!" ucapnya dengan suara serak lalu duduk di ujung ranjang.


Mamanya tersenyum lembut, lalu mengelus rambut Adelard


"Udah kewajiban! Sekarang mandi gih, siap-siap, terus shalat, minta do'a agar diberi kelancaran dan hasil yang maksimal nantinya."


"Iya, Ma!" balas Adelard lalu bangkit menuju kamar mandi dan memakai seragamnya di walk in closet.

__ADS_1


Adelard beserta keluarga menunaikan ibadah shalat berjamaah di mushola kecil yang ada di Rumah mereka.


Setelah shalat berjamaah dan berdo'a, kini mereka berempat tengah ada di depan pintu Rumah.


"Beneran gak mau sarapan dulu?" tanya Freya


"Gak Ma! Nanti juga bakal sarapan bareng," jawab Adelard


"Ya udah! Semangat ya! Yang fokus nanti ngerjainnya."


"Iya Ma! Aku minta do'anya!" ucap Adelard sambil menyalami tangan Freya


"Pasti sayang!"


"Semangat ya, Kak!" ucap Adara menyemangati


Adelard terkekeh lalu mengacak rambut Adiknya yang bahkan belum rapih. Sedangkan Adara tidak peduli, sudah biasa.


"Udah ayo! Ditinggal nanti kamu!" ajak Aarav mengingatkan


Adelard hanya mengangguk lalu berpamitan.


Ia memasuki mobil Papanya.


***


Tak jauh beda dengan Adelard, Auristela juga sudah siap, bedanya Auristela tidak mendapat dukungan dari Ibu dan Adiknya. Hanya Ayahnya yang tadi sempat menelfon memberi dukungan.


Ia berangkat bersama Daffin yang sudah stand by di mobilnya.


"Semangat ya! Jangan hilang fokus gara-gara gak dikasih dukungan dari Ibu sama Adek kamu! Tahun lalu kan kamu bisa lewatin itu," pesan Daffin

__ADS_1


Auristela hanya mengangguk.


__ADS_2