Topeng

Topeng
Tindakan Yeeshai dan Brady


__ADS_3

Auristela berangkat Pagi ini. Bahkan belum sempat sarapan. Ia masih emosi tentang kemaren. Baru kemaren Ibunya berani main tangan dengannya. Kalau sampai Ayahnya tau, mampus tuh!. Mengenai pipi Auristela, untungnya Auristela saat malam hari buru-buru mengompresnya dengan es jadi tidak terlalu kelihatan lebamnya.


Baru saja dia akan menaruh tas di kelas, ada 2 orang yang menariknya ke gudang belakang. Ia meronta namun tak dihiraukan.


Auristela menatap tajam kedua orang itu yang ternyata adalah Yeeshai dan Brady. Sungguh menyebalkan!.


"Gak usah so nyeremin!" sindir Yeeshai


Auristela membuang mukanya jengah dan menatap mereka berdua dingin,


"Mau apa?" tanyanya to the point


"Kita mau apa ya, Brad?" ucap Yeeshai malah meledek


"Mancing!" balas Brady ikutan.


"HAHAHA!" tawa keduanya


"Setres!" cibir Aurisela spontan tanpa sadar.


Yeeshai dan Brady yang mendengar itu sontak emosi.


"Ngomong apa lo tadi? Hmmmm," ucap Yeeshai mulai mendekati Auristela.

__ADS_1


Auristela tak bergeming meskipun Yeeshai tepat satu langkah di hadapannya.


"Kalian mau apa? Gak usah basa-basi!"ucap Auristela datar


Yeeshai tersenyum miring lalu menatap Brady di belakangnya, "Whoaaa songong banget dia!" sindirnya


Brady terkekeh, "Kek gak tau aja lo!" ucapnya


"Ah iya gue lupa!" ucap Yeeshai kemudian menatap Auristela lagi.


Yeeshai melipat tangannya di bawah dada sambil masih menatap Auristela seperti menilai.


"Mau lo tu apa sih sebenernya? Ngapain lo sampai jadian sama temen gue?!"


ucap Yeeshai


"Heh! Asal lo tau, kemaren Galen sama Adela- Adelio berantem gara-gara ngerebutin lo!!" ucap Yeeshai sempat hampir salah mengucapkan.


Auristela terkejut mendengar itu. Ia tak menyangka Galen suka padanya dan bahkan berani berantem dengan Adelio.


"Mending lo jauh-jauh dari kita deh! Gara-gara lo, persahabatan kita berempat jadi mecah gini!" tambah Yeeshai


Auristela menatap Yeeshai tepat ke matanya, "Asal lo tau, gue gak ada hubungannya dengan itu. Kalian lah yang egois! Gak mau ngertiin Adelio. Tanpa gue pun kalaupun akan ada cewe juga yang sekarang diposisi gue, pasti hal ini juga akan terjadi. Kaliannya aja yang egois!" ucap Auristela dengan nada yang terdengar sendu.

__ADS_1


Entah kenapa Yeeshai yang mendengarnya dan melihat manik mata Auristela menimbulkan setitik rasa bersalah.


"Kalau cewe lain pasti lebih baik dari lo!" ucapan Brady itu membuat Yeeshai kembali ke tujuan awalnya.


Auristela terkekeh, ia baru menyadari sekarang kalau begitu pentingnya sebuah citra dihadapan orang.


Terkadang terus diam juga tidak baik.


Apalagi jika musuh terus menerus bertindak.


"Jangan asal nilai kalau gak tau kebenarannya. Ingat! Dunia ini penuh topeng."


Setelah mengucapkan kalimat itu Yeeshai dan Brady malah menertawakannya.


Auristela memilih diam tak menghiraukan hingga...


Brak!


Pintu gudang dibuka secara kasar begitu saja dan muncullah sosok Adelio dengan nafas yang memburu.


"Pahlawan dateng juga!" sindir Yeeshai


Adelio mengepalkan tangannya menahan emosi dengan kelakuan dua sahabatnya itu. Awalnya ia bingung melihat tas Aurisela tergeletak di depan kelas dan ia jadi khawatir saat ternyata tas Brady dan Yeeshai sudah berada di kursi. Ia langsung saja berlari untuk mencari mereka.

__ADS_1


"Sekarang kita kasih pilihan ajalah!" ucap Yeeshai disetujui Brady.


Yeeshai menatap Adelio, "Lo pilih Auristela atau kita?"


__ADS_2