
"Itu cowo yang waktu di kantin sama Adara bukan?" tanya Auristela ketika motor mereka berpapasan dengan seorang cowo yang Auristela ketahui cowo yang pernah bersama Adara.
"Iya kayanya! Dia dari arah rumah. Awas aja Adara!" Adelard tampak tak suka
Auristela memukul kecil lengan Adelard, "Jangan kaya gitu! Mereka paling temenan, ga aneh-aneh!"
"Adara ga pernah gitu. Masa baru masuk SMA udah berani pulang dianterin cowo! Mana ini udah sore banget!"
"Jangan negatif gitu! Jangan kaya gitu, Adara udah besar, aku yakin Adara tau batas kok!" Auristela mencoba memberi pengertian. Dia paham Adelard sangat menyayangi Adara, tapi bukan berarti harus mengekang. Lagian Adara juga sudah izin.
Adelard menghela nafas kasar, "Aku biasa sama Adara, Adara hampir gak pernah deket sama cowo. Aku khawatir."
Auristela tersenyum sembari mengelus bulu-bulu Bunny yang berada dipangkuannya,
"Kalau gitu kenapa kamu gak nyari tau tentang cowo itu aja?"
Adelard terdiam, "Ah iya aku gak kepikiran kesana!" balasnya
Auristela terkekeh, "Kamu aneh, padahal aku masih SMA tapi udah kamu deketin!"
"Ya beda lah! Aku kan cowo baik-baik, jadi gak masalah deketin kamu!"
"Lewat jalur tantangan dibilang baik!" sindir Auristela
Adelard berengut, "Jangan dibahas!"
Auristela tertawa, "Selain itu kamu Badboy! Suka bolos lagi! Itu cowo baik, bukan?" tanya Auristela jail
"Tapi kan aku gak macem-macem sama kamu!"
"Mendadak amnesia sama kejadian di depan perpustakaan!"
"Kamu lagi mancing aku yah? Aku gak masalah loh ngelakuinnya di mobil!" Kini balik Adelard yang menjaili Auristela
"Berani?" Auristela menantang
"Siapa takut! Nih, aku tepiin nih mobil, tau rasa kamu!"
Adelard menghentikan mobilnya. Dia mendekati Auristela. Kini hidung keduanya sudah bersentuhan. Mata mereka saling pandang, Adelard mulai memejamkan mata, tinggal beberapa centi lagi dan...
Puk!
"Gak usah macem-macem, ini udah sampe. Aku mau keluar."
Adelard berengut, "Kamu mah, dikit lagi padahal! Malah didorong muka ku!"
Auristela menaikan sebelah alisnya. Sungguh dimata Adelard, tatapan Auristela sekarang padanya benar-benar terlihat menyebalkan.
"Udah ah, aku mau keluar!"
Auristela dengan segera melepas sealtbeatnya dan keluar dari mobil.
Adelard menghela nafas kasar. Namun cowo itu mengikuti Auristela juga.
Keduanya kini telah memasuki rumah.
"Beneran Mama, itu cuman temen. Satu meja sama Adara!"
__ADS_1
Terlihat Adara yang tengah mengoceh pada kedua orangtuanya
"Kok udah boncengan aja? Hayo, tadi izinnya mau daftar eskul dance. Tapi kok lama? Udah gitu tiba-tiba pulang dianter cowo. Abis ngapain? Gak mungkin kan cowo tadi nungguin kamu daftar eskul dance? Lagian daftar eskul dance gak bakal selama ini!" Freya mengoceh panjang lebar dengan tatapan mengintimidasi
Kemampuan introgasi cewe emang gak main-main!.
Adara frustasi. Dia memandang melas ke arah Aarav, "Papaaaaa!"
Aarav terkekeh, "Udah, Ma!"
Freya mendengarnya tak terima, "Tapi, Pa-
"Ada apa nih?" tanya Adelard memotong protesan Freya
Freya seketika langsung semangat, merasa mendapat pendukung. "Ini loh, Ade, Adara tadi pulang diantar cowo! Mencurigakan banget!"
Dalam hati Auristela ingin tertawa. Tingkah Freya benar-benar seperti anak ABG saja.
"Ma, jangan mulai!" Aarav memperingati
Freya cemberut.
Auristela duduk di samping Adara, "Adara, coba kamu cerita. Mama penasaran sekaligus khawatir itu!"
Mata Freya seketika berbinar senang, "Ah, calon mantu Mama emang paling pengertian!"
Aarav yang berada di samping Freya hanya bisa menghela nafas lelah dengan tingkah istrinya itu.
Adelard ikut duduk, di samping Auristela. Ngomong-ngomong sofa yang saat ini mereka duduki di ruang keluarga muat untuk 5 orang. Jadi posisinya Adara berada di tengah.
"Iya, cerita lo! Baru masuk SMA udah deket sama cowo aja!" Adelard berkata dengan sedikit sinis
"Tau nih nyebelin banget, Kak Adelard!" Adara membalas dengan ketus
Adelard menunjuk-nunjuk Adara," Tuh, Ma! Dia berani bales aku, sama Mama mah tadi pasrah-pasrah aja!" adunya. Benar-benar seperti anak kecil.
Adara jengkel. Dia langsung melempar bantal sofa dipangkuannya pada Adelard, "Lo nyebelin!" kesalnya
"Adara yang sopan!" Freya memperingati
"Tuh-tuh dengerin!" Adelard mengompori
"Ade, udah!" Auristela menghela nafas lelah
"Putusin aja tuh, Kak!" kini giliran Adara yang kompor
"Auristela sama Papa aja yuk! Pusing Papa disini ngadepin mereka!" Aarav akhirnya membuka suara
Auristela terkekeh mendengarnya. Sedangkan yang lain memasang wajah tak terima. Lain halnya dengan Freya yang langsung mencubit paha suaminya itu.
"Mending Adara suruh bersih-bersih dulu. Kasian masih pakai baju sekolah. Nanti aja abis makan malam!" Auristela memberi usulan
Adara langsung memeluk Auristela, "Kakak emang terbaik! Mending putus aja sama Kak Ade! Dia nyebelin!"
Mendengar itu Adelard langsung memelototi Adara. "Awas lo ya, gak gue ajak lagi ke mall!"
ancamnya
__ADS_1
Adara yang sudah beranjak, kembali menoleh ke belakang, "Ada Papa wlee!" ejeknya sembari memeletkan lidahnya, lalu kembali berjalan.
"Oke, awas aja ya lo kalau ngerengek minta gue traktir!"
"Bodo amat!"
Auristela dengan segera menarik tangan Adelard untuk beranjak, takut 2 saudara itu berantem lagi.
"Pa, Ma, kita mau ke atas dulu!" pamit Auristela
"Entar makan malam turun yah!" ucap Freya
"Kamarnya jangan ditutup Adelard!" Aarav memperingati
Keduanya hanya mengiyakan, kemudian menyalami keduanya.
Kini keduanya sudah berada di kamar Adelard. Auristela memasukan Bunny ke kandangnya.
"Sini deh, Ris. Lagi pada vc nih! Alay emang!" Adelard mengajak Auristela untuk duduk di sebelahnya.
"Sialan lo, Adelard!" terdengar umpatan Brady diseberang sana
Auristela pun mendekat, duduk di karpet bawah, samping Adelard. Dia ikut bergabung di layar hp Adelard.
"*Wah parah-parah! Ada Auris! Awas macem-macem lo berdua!" ucap Brady heboh
"Adelard sekalinya pacaran mainnya di kamar! Gue kalah!" Pastinya ini Yeeshai yang ngomong.
"Berisik lo berdua!" kali ini Galen berucap dengan ketus
"Iya deh yang lagi panas!" sindir Brady*
"Udah-udah! Otak kalian berdua tuh perlu dibenerin! Gak usah so heboh gitu! Emang udah sering juga! Lupa tuh pintu kamar gak gue tutup kalau ada Auris?!" Adelard menengahi dengan jengkel
"Bisa aja kan?! Takutnya kebelabasan!"
"Yeeshai mulutnya dijaga!" Auristela ikut menyahut
"Iya deh ampun!"
"Entar kita bertiga mau kesana! Jangan lupa camilan!" ucap Brady
Adelard mendengus, "Gak usah ngingetin! Entar juga lo ambil sendiri di dapur!"
"Hehe tau aja lo!"
Adelard mendengus mendengarnya.
"Udah mau Maghrib! Udah dulu ya, entar malam mau kesini juga, 'kan?" Auristela menginterupsi
"Oke deh! Assalamualaikum!"
Akhirnya vc itu berakhir.
...----------------...
TBC
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen and share yah!
See you!