
Auristela tengah duduk dengan Adelio di sampingnya.
"Udah makan?" tanya Adelio
Auristela menoleh, lalu mengangguk. Ia melirik ke arah jam tangannya,
"Nerissa kok lama ya? Nanti Pak Javer nanyain lagi ini," ucap Auristela gelisah
Adelio hendak berucap, namun Pak Javer menghampiri mereka.
"Nerissa belum dateng?" tanya Pak Javer
"Belum, Pak!" jawab Auristela dan Adelio kompak.
"Kalian gak punya nomernya?" tanya Pak Javer menahan kesal
"Engga, Pak!" jawab Auristela
"Kalian gak bikin grup dong artinya!" ucap Pak Javer. Auristela dan Adelio hanya saling pandang. Pak Javer menghela nafas, "nanti kalian bikin grup ya, untuk sementara ini." lanjutnya
"Siap, Pak!" balas Auristela dan Adelio.
Tak lama Nerissa datang. Tanpa banyak basa-basi mereka langsung melakukan Simulasi. Untuk saat ini Nerissa benar-benar harus kompak menjalankan kerjasama.
***
__ADS_1
Akhirnya hari pertarungan tiba. Hari ini tepat dilaksanakannya OSN grup.
Awalnya lomba penyisihan mereka mengerjakan 3 lembaran soal bersama-sama.
Dan akhirnya mereka lolos babak penyisihan.
Setelah istirahat mereka menghadapi babak semi final. Mereka bertarung lagi bertiga di panggung acara. Setelah semi final mereka lolos lagi menghadapi final. Kali ini menghadapi SMA Angkasa, musuh bebuyutan lagi.
Keesokan harinya babak final
"Nerissa, kamu siap mewakili?" tanya Bu Danita
Nerissa tak menjawab, saat ini gadis itu sedang duduk menunduk di kursinya.
"Hey, kenapa?" tanya Bu Danita melihat Nerissa yang tampak lemas.
"Pusing," balas Nerissa masih menundukkan kepalanya
Bu Danita dan Bu Friska langsung menghampiri Nerissa.
"Astagfirallah, gimana ini? Ini udah mau final!" ucap Bu Friska
Pak Javer dan yang lainnya juga ikut bingung, "Auristela, Adelio! Kalian siap jika bertarung cuman berdua?" tanyanya
Auristela dan Adelio saling pandang
__ADS_1
"Saya siap-siap aja, Pak!" ucap Auristela
"Saya juga!" ucap Adelio
Ketiga guru itu menghela nafas, lega dan khawatir bercampur.
"Kalian berdua diskusikan dulu mau bagaimana, Auristela bimbing Adelio ya!" ucap Pak Javer dan diangguki Auristela dan Adelio.
Nerissa dibawa ke UKS sekolah itu oleh Bu Danita dan Bu Friska. Sedangkan Pak Javer menuju ke Panitia untuk mengurus masalah ini.
Auristela dan Adelio menyusun strategi untuk nantinya. Mereka berdoa bersama sebelum akhirnya dipanggil untuk menghadapi final. Mereka awalnya hampir menyerah saat di awal-awal skor mereka tertinggal. Mereka banyak kalah di Biologi. Tapi untungnya di akhir-akhir mereka berdua bisa mengejar.
Dan ya SMA Gemilang juara lagi. Auristela dan Adelio menghela nafas lega lalu bertos ria.
***
Saat ini semuanya sudah sampai di depan gerbang SMA Gemilang. Nerissa sempat ditawarin untuk pulang diantar mobil sekolah saja, namun katanya mau dijemput. Tapi lihatlah sekarang, bahkan Nerissa duduk di halte. Tidak dijemput dan tidak ada kendaraan yang lewat. Ini sudah malam.
Nerissa menchat kawanannya untuk menjemputnya, namun tidak ada yang bisa. Banyak sekali alasan mereka. Menyebalkan sekali!.
"Gue antar aja, Ner," ucap Auristela setelah sekian kali.
Auristela membawa mobil sendiri karena Daffin sudah berangkat lagi ke Aussie, sedangkan Ayahnya juga masih di luar kota. Adelio juga sudah pulang tadi, jadi hanya Auristela yang menemani Nerissa.
"Gak usah!" balas Nerissa judes.
__ADS_1
"Ck! Ayo!" ucap Auristela menarik paksa Nerissa.
Nerissa akhirnya menurut saja, ia sudah lemas. Di mobil Nerissa terus memperhatikan Auristela. Ia merasa salah menilai Kakak kelasnya ini.