
Brum
Brum
Brum
Suara sebuah mobil mengalihkan perhatian selusuh anak SMA Bangsa Maju, termasuk juga calon siswa/siswi baru.
Keluarlah 5 orang berpengaruh dari dalam mobil tersebut, yang seketika membuat jeritan heboh.
Brady menyugar rambutnya ke belakang, “Gini amat jadi orang ganteng!”
“Pede banget lo gila!” sinis Yeeshai
Galen memutar bola mata malas melihat keduanya lagi-lagi hendak bertengkar.
“Anak barunya bening-bening yah! Sabi lah gue gebet!” ucap Yeeshai dengan mata memandang sekeliling
“Tobat elah!” gerutu Brady
“Tunggu gue nemuin belahan jiwa gue dulu!”
“Halah! Gimana mau nemu, kalau kelakuan lo gini mulu! Kena karma lo mampus!”
Adelard merangkul bahu Auristela, “ Gak usah hirauin tuh 2 curut! Yuk ke kelas!”
Melihat keduanya melangkah duluan, Galen menghela nafas ketika kedua sahabatnya ini masih saja bercekcok
“Lo berdua masih mau disini?”
Sontak keduanya melihat ke arah Adelard dan Auristela yang sudah mulai menjauh.
“Woy lo berdua! Main tinggal-tinggal aja!”
“Pacaran terus!”
Teriak keduanya lalu berlari kecil menyusul Adelard dan Auristela
Galen yang ditinggalkan berdecak kesal dan ikut menyusul.
“Bisa-bisanya gue sahabatan sama mereka berdua!” Adelard bergumam
“Jangan gitu! Gitu-gitu mereka peduli banget sama kamu sampai ngerintangin hubungan kita dulu,” Auristela menyahut
“Jangan dibahas lagi,” Adelard tampak tak suka
“Btw kita dulu keknya drama banget yah. Aku kadang ngerasa pengin ketawa kalau nginget yang dulu-dulu.”
Adelard tersenyum tipis, “Cukup ambil hikmahnya aja.”
Auristela tersenyum tipis menanggapi itu.
Adelard terpesona melihatnya dari samping seperti ini. Dia mendekatkan wajahnya pada telinga Auristela,
“Jangan senyum, Auris. Aku cemburu liat cowo-cowo makin terpesona sama kamu.” bisiknya
Auristela meremang mendengarnya.
“Jangan mesum heh!” sentak Brady menggeplak belakang kepala Adelard
“Au! Sialan lo! Iri aja! Orang cuman bisik-bisik juga! Heran gue sama orang jomblo kaya lo!” kesal Adelard mengusap belakang kepalanya.
Kekesalan Adelard menghilang ketika Auristela mengusap belakang kepalanya.
__ADS_1
Brady yang mendengar cacian Adelard dan melihat adegan itu sontak mendengus. Dengan kesal, dia menarik Auristela untuk berjalan berdampingan dengannya.
Jelas Adelard tak terima. Dia menyusul Brady yang seakan-akan mau membawa kabur Auristela.
Yeeshai geleng-geleng kepala melihat adegan itu. Dia menoleh ke arah Galen yang mukanya benar-benar tak enak dipandang.
“Ada yang panas tapi bukan api!” senandung Yeeshai memanas-manasi
“Bacot!” umpat Galen meninggalkan Yeeshai.
Yeeshai memandang punggung Galen miris, “Kasian amat sahabat ice gue satu itu. Gak pernah suka cewe, sekalinya suka malah sama pacar sahabatnya sendiri.”
Dengan segera Yeeshai menyusul Galen.
___
Sesampainya di kelas, terlihat Brady yang sedang menarik-narik tas Adelard sembari adu mulut dengan cowo itu
“Gak boleh! Lo harus sama gue, Galen atau sama Yeeshai!”
Adelard tak terima, “Terserah gue dong! Masa mau duduk sama pacar sendiri ga boleh!”
“Gak, gak boleh! Dilarang duduk sama Auris! Yang ada Lo pacaran mulu! Kita ke sekolah itu buat belajar, bukan buat pacaran!”
“Apaan dah! Lagian gue juga udah pinter!”
“Songong amat ini anak satu! Gue jamin bakal ada yang rebut posisi nomer 2 lo itu!”
Adelard melotot.
Auristela memijit kepalanya pusing, “Udah, Ade! Mending kamu turutin aja. Lagian aku juga udah biasa duduk sendiri.”
Adelard menghela nafas jengkel.
“Gak bisa gue! Gak ada temen buat bercanda ini mah!” kesal Brady
“Salah sendiri rese!”
Galen dan Yeeshai yang baru memasuki kelas merasa heran dengan Adelard dan Brady yang duduk bersama. Apalagi suasana meja keduanya terasa mencekam. Benar-benar aneh.
“Woaahhh bisa-bisanya kalian satu meja,” ucap Yeeshai, kemudian cowo itu melirik ke arah kursi di samping Auristela yang kosong. Dia mendudukinya, “gue sama Auris aja, gimana?”
Sontak Adelard bangkit dan mendorong-dorong bahu Yeeshai, menyingkirkan cowo itu dari kursi di depannya
“Gak usah mancing-mancing lo! Sana duduk di belakang sama Galen!”
Yeeshai berdecak kesal sembari berdiri, “Dikira ikan apa, mancing-mancing!”
Meski kesal, namun Yeeshai menurut juga duduk dimeja belakang samping Galen.
Setelah duduk, Yeeshai melirik sekilas ke arah Galen yang mulai sibuk dengan Game diponselnya.
Yeeshai memanggil Brady yang sekarang ini sedang jadi obat nyamuk menyaksikan obrolan manis Adelard dan Auristela.
Yeeshai dan Brady mengobrol hal random yang sesekali membuat mereka cekcok.
“Assalamualaikum.”
Sapaan salam itu seketika menghentikan seluruh kegiatan anak-anak kelas 12 MIPA 1 ini.
“Pagi anak-anak. Gimana kabarnya?” sapa seorang guru wanita yang masih terlihat muda
“Alhamdulillah baik, Bu!”
__ADS_1
“Alhamdulillah, syukur deh. Mungkin ada beberapa dari kalian yang udah kenal sama Ibu. Perkenalkan nama Ibu, Maulvi Kalandra. Mengajar mapel Bahasa Indonesia. Kalian bisa panggil Ibu, Ibu Ulvi. Sekarang saya jadi wali kelas kalian.”
“Salam kenal Bu Ulvi!”
Setelah perkenalan singkat itu, anak-anak di suruh memperkenalkan diri. Bukan karena mereka tidak saling kenal. Mereka ini dari kelas 10 tetap satu kelas kecuali Adelard dkk. Dan masih tetap di kelas unggulan. 12 MIPA 1. Dikarenakan Bu Ulvi hanya mengajar kelas 12, dia belum banyak mengenal mereka semua.
Setelah perkenalan, para pengurus kelas sedang sibuk diskusi dengan Bu Ulvi. Sedangkan yang lain memilih asik dengan dunia mereka sendiri.
Setelah Bu Ulvi keluar dari kelas, kelas menjadi free. Anak-anak banyak yang meninggalkan kelas untuk berkeliling melihat-lihat anak-anak baru kelas 10. Begitupun dengan Adelard dkk dan juga Auristela.
Kelimanya sedang berada di kantin saat ini.
“Lard, Ade lo sekolah disini, 'kan?” tanya Brady
“Iya.” Adelard membalas singkat
“Kok tadi gak ikut bareng?” kali ini Yeeshai yang bertanya
“Adara cerita, dia gak mau di kenal sebagai adiknya Adelard. Trauma dia, takut dimanfaatin temen-temennya yang pengin deket sama Adelard.” Auristela menjelaskan.
“Gitu amat cewe!” celetuk Brady
“Eh BTW, gue lihat anak-anak OSIS yang lagi ngurusin MPLS gitu, gue ngerasa gak guna banget. SMA gak ngapa-ngapain. Bolos Mulu kerjaan gue.” ucap Brady
“Gak usah berlagak so nyesel lo!” hardik Yeeshai
“Ck! Lo mah! Gue tuh lagi merenung!”
“Merenung-merenung! Awas aja lo kalau bolos latihan basket lagi! Entar pulang sekolah kita kumpul!”
“Ehe gue lupa Pak ketu udah balik mimpin basket lagi!”
Memang setelah Adelard menyamar, posisi ketua basket digantikan sementara oleh Galen. Namun sekarang balik Adelard yang mengambil alih. Btw, meski mereka suka bikin masalah dan sering bolos, mereka ini adalah bagian inti dari tim basket di sekolah. Mereka banyak meraih kemenangan. Jadi jangan heran kalau sekolah masih mempertahankan mereka. Ditambah ada Adelard dan Galen yang juga mempunyai prestasi akademik yang bagus.
“Lo gak nganggap gue?”
Sontak Brady menoleh ke arah Galen yang menampilkan wajah suram. “Gak gitu elah! Gue sama-sama ngehormati kalian sebagai Ketua basket.”
“Tapi keknya lo lebih takut ke Adelard. Fine, Adelard sebagai ganti udah gantiin posisi lo, gue mau ni anak satu lo kasih hukuman lari keliling lapangan 10 putaran entar!”
“Wahhh gak bisa gitu dong!” Brady jelas tak terima. Apa-apaan itu?!.
Galen mengedikkan bahu acuh, “Biarin, itu juga hukuman Lo karena sering bolos latihan!”
Brady menyesal sungguh. Galen ini, benar-benar. Ice boy itu benar-benar gak bisa disinggung!.
“Rasain lo!” ejek Yeeshai merasa Senang Brady ternistakan
“Maafin gue yang gak bisa bantu, Brad!” ucap Adelard.
“Alasan!” batin Brady berteriak kesal. Brady tau Adelard hanya mempermainkannya saja. Padahal menurut Brady, bisa-bisa saja Adelard membantunya. Emang dasar Adelard sialan!.
“Semangat Brady!” ucap Auristela sembari tersenyum manis
Wajah Brady semakin keruh. Emang dasar pasangan sialan!.
...----------------...
TBC
Gimana untuk pengawalan? Ada yang kangen mereka gak?.
Jangan lupa vote, komen and share yah!.
__ADS_1