
"Gue bener-bener gak nyangka sama kejadian tadi pagi!" Brady membuka obrolan
Saat ini mereka berlima kecuali Galen sedang berada di kantin.
"Gue apalagi. Baru kali ini digituin!" Auristela menyahut
"Wajar sih, lo cantik!" Yeeshai yang masih asik dengan hp nya ikut nimbrung
"Gak usah ngincer cewe gue lo!" Adelard menyahut memperingati
"Ya elah posesif amat. Gue kan cuman ngomong kenyataan!" Yeeshai membalas santai
"Emang SMP lo gak pernah digituin, Ris?" Brady mengalihkan pembicaraan. Daripada terjadi baku hantam.
Auris menyeruput minumannya, "Ya kalau sekedar suka, terus ngasih surat, hadiah, bunga, sama coklat mah sering. Tapi gak sampe diserbu kaya tadi!"
Adelard menatap Auristela terkejut, "Beneran gitu? Kamu terima gak?!"
Auristela menatap Adelard aneh, "Ya terimalah, lumayan. Lagian gak semuanya aku nikmatin. Kadang suka aku bagi ke temen kelas atau Clarin!"
Adelard menghela nafas, "Keknya entar itu bakal kejadian deh! Jangan lupa lokernya selalu kamu kunci! Harus pokoknya!"
Auristela memakan makanannya santai, "Iya-iya! Lagian aku juga gak terlalu suka coklat!"
Brady yang sedari tadi tampak bosan menyaksikan obrolan kedua sepasang kekasih itu, kini mulai tertarik.
"Beneran lo gak suka coklat?" tanyanya penasaran.
Aneh gak sih? Padahal coklat itu kan makanan yang banyak disukai para cewe.
Auristela mengangguk dengan mulut penuh. Dia menelan makanannya sedikit kesusahan, "Beneran deh, gue mah malah enek kalau makan coklat!" ucapnya sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf 'V'
"Gak percaya gue! Cewe-cewe gue aja seneng banget kalau dikasih coklat! Silverqueen deh! Gak mungkin lo gak suka sama tuh coklat!"
kini Yeeshai yang berkomentar
Auristela terkekeh, "Kalau itu mah beda!" ucapnya
"Tuh kan!"
Brady dan Yeeshai berucap bersamaan dengan sedikit heboh
"Apaan sih! Gue suka karena ada kacangnya! I like nut!" Auristela membalas
"Halahhh sama aja! Ujungnya lo suka juga sama tuh coklat!" Yeeshai menyahut
"Gak percayaan banget! Just info nih yah, kalau gue dikasih pilihan antara keju atau coklat, gue pasti bakal pilih keju!"
"Asin gitu lo suka?" Brady menatap Auristela tak percaya
Auristela mengangguk, "Bahkan gue sanggup nyemilin keju yang kata orang-orang asin gitu!"
"Aneh lo! Kenapa lo gak suka coklat?"
kini giliran Yeeshai yang bertanya
"Kan udah gue bilang, gue enek makan coklat. Ada beberapa coklat yang menurut gue terlalu manis dan itu gak enak! Gue males sama makanan yang terlalu manis gitu!"
"Nah ini lagi malah gak suka manis! Bener-bener aneh dah lu mah!"
__ADS_1
"Udah-udah! Ngapain jadi bahas gituan! Terserah cewe gue dong dia mau suka apa. Komen aja lo berdua!" Adelard menengahi
"Masalahnya cewe lu aneh!"
"Gue gak aneh yah!" Auristela menyahut tak terima dengan ucapan Yeeshai
"Ya kan, kesukaan lo beda aja sama cewe-cewe gue!" Yeeshai membela diri
"Itu bukan berarti aneh! Emang gitu Auris. Mungkin karena lo belum jumpai sesuatu yang beda kaya Auris." Adelard menengahi lagi
"Iya deh cewenya Adelard yang paling beda. Yang paling spesial. Yang paling sempurna!" Yeeshai mencibir
Auristela melempar sedotan pada Yeeshai, "Sebel banget! Gak ilang-ilang mulut cabenya!"
"Tampar aja, Ris!" Brady mengompori
"Daripada tampar, kenapa gak lo cium aja pakai bibir lo itu! Gue jamin gue bakal langsung manis ke lo!"
Yeeshai benar-benar!
"Sialan lo! Mau gue hajar!" Adelard menodongkan sendoknya pada Yeeshai
Yeeshai malah tertawa, "Belum pernah yah?" godanya
Seketika pipi Auristela memerah. Brady yang melihatnya sontak heboh
"Wah-wah gak nyangka gue! Ternyata kalian udah pernah, ekhem!"
Auristela semakin malu saja. Dia menyedot minuman Adelard untuk meredakan panasnya.
Bukannya reda, Brady malah semakin menggodanya
"Tuh, tuh! Sedotan bekas Adelard padahal!"
Keduanya tertawa.
Yeeshai melirik Auristela, menaik-turunkan alisnya, "Dia kasar, gak?"
Pipi Auristela semakin merah.
Puk!
Dengan tanpa perasaan Adelard melemparkan sendoknya ke dahi Yeeshai
Yeeshai mengelus dahinya, "Sialan lo! Gak berperi kebestian lo mah!"
"Najis alay!" hardik Brady
Yeeshai mendengus jengkel. Dia mengangkat hpnya, mengecek, apakah dahinya merah atau tidak.
"Sialan lo Adelard, dahi mulus gue!" Yeeshai masih saja mendumel
"Eh, eh bentar. Itu ngapain Lais nyamperin Adek lo, Lard?" ucap Brady memandang ke meja Adara
Sontak pandangan yang lain mengikuti arah pandang Brady.
Adelard mengeraskan rahangnya, "Awas aja kalau dia berani deketin Adek gue!" ucapnya
Yeeshai mengerutkan dahinya, "Lah itu udah deketin dodol!"
__ADS_1
Adelard menatap tajam Yeeshai membuat cowo itu langsung tak berani komen, meski didalam hati menggerutu.
"Salah gue dimana coba?!" batin Yeeshai
"Keknya mau pdkt!" celetuk Brady
"Gak gue restuin pokoknya!"
"Gak perlu mikir restu-restuan! Langsung kita hajar aja! Berani banget deketin Adek kita!"
"Adek gue!"
"Sama aja!"
"Udah jangan berantem! Ade, gak mau nyamperin kesana? Adara gak nyaman itu!"
"Gak, entar ngamuk si Adara. Lagian udah biasa dia mah dideketin gitu. Tau aja Lais yang cantik!"
"Keturunan Bapak lo emang gak ada yang gagal!" Brady berkomentar
"Jelas!" Adelard membalas dengan bangga
"Gue gak bayangin anak kalian berdua bakal gimana!" Yeeshai ikut nimbrung
"Gak usah bahas anak!" Auristela menggeplak lengan Yeeshai sebal. Dia malas kalau nantinya akan digoda lagi. Tenang saja, Yeeshai sudah jinak, gak akan marah meski Auristela memukulnya sekalipun.
"Iya-iya! Diem nih gue! Heran, salah mulu!" gerutu Yeeshai
Brady tertawa, "Udah deh mending lo urusin para mainan baru lo itu! Daritadi bunyi mulu hp lo! Pusing gue dengernya! Silent ngapa!"
"Ah, iya!" Seperti mendapat pencerahan, kini Yeeshai kembali asik dengan hpnya. Ralat, Asrama putrinya maksudnya. Hahaha. Skip!
Brady memutar bola matanya malas dengan kelakuan Playboy satu itu.
"Eh, eh, Lais ngamuk, Ade!" Auristela heboh melihat Lais yang menggebrak meja
Adelard seketika ikut was-was, apalagi kini dia melihat Lais hendak menampar Adara. Hampir saja dia akan menghampiri mereka, namun Galen yang tiba-tiba muncul langsung menghajar Lais. Adelard menghela nafas lega, begitupun dengan ketiganya.
Kini mereka berempat hanya menyaksikan keganasan Galen menghajar Lais. Ingin sekali Auristela memeluk Adara yang tampak syok itu. Namun Adelard melarangnya. Adelard percaya Adara baik-baik saja.
"Gila si Galen kaya punya dendam sama Lais!" Brady berkomentar
"Gue juga ngerasa mereka emang kaya punya masalah!" Adelard menyahut
Yeeshai mencoba memperhatikan Galen dan Lais, "Mungkin perasaan kita aja! Jangan terlalu berlebihan!"
Kini mereka memfokuskan pandangan pada Galen yang berjalan ke arah mereka. Mereka mencoba melihat keadaan Adara. Melihat Adara yang mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja, kini mereka merasa lega.
"Makasih udah nolongin Adek gue!" Adelard berucap ketika Galen sudah duduk.
"Sans!" Galen membalas singkat sembari meminum minumannya yang memang sudah dipesankan oleh mereka.
Btw Galen tadi ada urusan, jadinya tidak ikut bergabung bersama mereka sedari awal.
...----------------...
TBC
Di season satu gak digambarkan tentang kedekatan mereka, jadi diseason dua aku mau nunjukin kedekatan mereka. Terutama Auristela dengan Yeeshai dan Brady. Tapi bukan berarti aku lebih fokus ke mereka yah. Nantikan aja kisah Adelard dan Auristela di part-part selanjutnya! Pantengin terus yah!
__ADS_1
See you!
Jangan lupa Vote , komen, like and share yah!