
"Sini lo!"
Adelard baru saja akan pulang ke Rumah tapi Galen langsung menariknya begitu saja ke tempat yang sepi di Taman belakang sekolah.
"Maksud lo apaan ha!!" ucap Galen langsung ngegas pada Adelard.
"Dingin-dingin bisa ngegas juga lo!" ucap Adelard kelewat santai
"Gak usah bercanda sialan!!" kesal Galen
Adelard menghembuskan nafasnya. Ia melepas kacamatanya.
"Apaan sih?!" tanya Adelard tampak jengah melihat Galen tampak berapi-api sekarang.
"Maksud lo apa jadian sama Auristela?" tanya Galen dingin
Adelard mengernyitkan alisnya, "Lo kenapa jadi ikut-ikutan Yeeshai sama Brady sih?! Yang gue tau lo itu bisa berfikir dewasa!"
"Lo rebut orang yang gue suka!" ucap Galen
Adelard tidak terkejut, ia juga sudah menyadari itu. Tapi ia hanya tak menyangka Galen bisa marah. Anak itu selalu berfikir dewasa, pasti bisa mengerti. Eh ternyata engga! Emang yah, cinta sedahsyat itu.
"Gue gak rebut!" balas Adelard tenang
"Kenapa harus Auristela?" tanya Galen tak nyambung
__ADS_1
"Pertanyaan bodoh!" cibir Adelard membuat Galen mengepalkan tangannya, "kenapa lo marah kalau gue sama Auristela?" tanya Adelard membalikkan pertanyaan Galen.
Galen terdiam lalu menatap Adelard dingin, "Lo bisa dapetin yang lebih dari dia dengan mudah. Bisa gak kalau kali ini orang yang gue suka jadi milik gue, selama ini orang yang gue suka selalu suka ke lo!" ucap Galen panjang lebar
"Gue gak pernah tertarik sama orang-orang yang lo suka itu dulu! Jadi jangan bawa-bawa Auristela dengan masalah dulu!" ucap Adelard mulai emosi.
"Lo kira gampang orang dingin kaya gue suka sama orang?!"
"Dan apa lo kira gampang, nyamar terus bisa punya Pacar?!"
Galen menggeram, "Lo terlalu berlebihan!" sinis Galen
"Lo egois!" balas Adelard tak mau kalah
Bugh!
Galen memukul rahang Adelard membuat Adelard mundur beberapa langkah.
"Gue udah minta baik-baik ya sama lo!!" kesal Galen
Adelard menatap tajam Galen, "Dan gue juga udah beri lo pengertian dengan baik-baik!" balas Adelard sinis
Galen menendang perut Adelard kencang membuat Adelard mundur lagi, "Lo terlalu menyebalkan!!"
Uhuk!
__ADS_1
Adelard mengeluarkan darah dari mulutnya. Tendangan Galen sungguh bukan main-main.
"Dan lo terlalu kekanakan!" balas Adelard sambil memegangi perutnya dan menghapus darah yang keluar dari mulutnya.
Galen hendak membogem pipi Adelard, namun langsung ditahan oleh Adelard.
Adelard menatapnya tajam, "Jangan bikin gue ngehajar lo sekarang juga!"
Gelen tersenyum miring, "Cih! Gue gak lemah!" ucap Galen menghempaskan tangan Adelard
Adelard menarik kerah Galen, "Cuman demi seorang cewe lo berani hajar sahabat lo sendiri? Bodoh!" umpat Adelard
Galen menendang perut Adelard lagi dengan keras membuat Adelard mundur dan semakin erat memegangi perutnya.
"Gue gak peduli!" sinis Galen, lalu mulai maju dan menghajar Adelard.
Awalnya Adelard hanya berusaha menghindar, namun karena Galen terlalu ganas, terpaksa Adelard melawan sambil menahan sakit di perutnya hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
"STOP!!" teriak Yeeshai menarik Adelard, sedangkan Galen ditarik Brady.
"Apa-apaan nih!" kesal Yeeshai dan Brady. Mereka dari tadi mencari mereka eh malah menemukan mereka yang sedang berantem.
"Gue cabut!" ucap Galen lalu pergi begitu saja.
Adelard pun begitu. Memilih pergi daripada mendengar ocehan Yeeshai dan Brady yang pasti cuman memancing emosi.
__ADS_1