
Adelard kesiangan hari ini. Mana jam pertama ada ulangan harian lagi.
Adelard keluar Rumah, ia mengecek jam di hpnya,
"Ck! Kalau udah jam segini ngangkot mana sempet! Belum lagi entar jalan sama nunggu angkotnya!"
Adelard kelimpungan, sedangkan Adara dan Papanya sedang berada di dalam mobil. Mereka hendak melaju, Papanya membuka jendela mobil.
"Adelard! Sini naik! Udah mau telatkan? Gak mungkin kamu naik motor, kan?" ajak Aarav
Adelard berfikir sebentar
"Udahlah Kak ayok!" sahut Adara
Adelard pun duduk di kursi belakang bersama Adara, sedangkan di depan ada Papanya dan supirnya.
"Untung aja Papa hari ini berangkatnya agak siang! Kalau gak bisa telat kamu!" ucap Aarav
"Gak ada meeting, Pa?" tanya Adelard
"Engga!"
"Tapi gimana yah kalau nanti anak-anak lihat Adelard diantar pake mobil!" celetuk Adelard
"Kakak ni! Bukannya mikir telatnya malah mikir kebongkarannya!" kesal Adara
Adelard hanya mendengus.
"Gue berhenti di halte deket sekolah aja apa ya?" gumamnya yang masih bisa didengar
"Gak gak gak! Apa-apaan! Ini udah mepet!" marah Aarav
"Nan-"
__ADS_1
"Kamu mau uang jajan bulan ini Papa potong?!"
"Ck! Iya!" balas Adelard lesu.
Sekarang Adelard pasrah saja dengan apa yang terjadi nanti.
***
Kini mobil sudah berada di depan gerbang sekolah. 5 menit lagi bel.Tapi entah mengapa murid-murid yang belum masuk atau pun yang baru masuk menatap penasaran dan kagum ke arah gerbang.
Adelio lupa, wajar saja karena memang Adelard tidak pernah ke sekolah naik mobil. Untunglah, dengan begitu ia tidak repot.
Adelio turun, dan semua murid menatapnya kaget. Adelio tidak menghiraukan itu, ia buru-buru ke koridor.
"Gila itu si cupu mobilnya keren bener!"
"Halah belum tentu itu mobilnya!"
"Iya! Mana mungkin itu mobilnya! Bukannya biasanya dia naik angkot?!"
"Hahaha iya paling!"
Ejek-ejekan terdengar untuk Adelio.
Adelio tidak peduli, ia bodo amat.
Untungnya mereka tidak curiga, hanya semakin mengejek saja.
Baru saja Adelio akan berbelok di koridor, 4 anak cowo menariknya ke taman belakang sekolah dan mendorongnya ke pohon dengan kasar.
"Wah wah, akhirnya gue bisa bully lo juga!" ucap Elard
"Iya tuh! Mana pengawal lo itu?" ejek Lais
__ADS_1
Adelio hanya diam, lalu Elard mendekatinya
"Oh ya bukannya lo tadi naik mobil mewah yah?" ucap Elard
"Itu mobil Ayah lo atau majikan lo?!"
ejek Taksa
"Udah lah cek aja El! Siapa tau duitnya banyak!" celetuk Gio
"Wah bener tuh!" dukung Lais
Elard menyeringai ke arah Adelio,
Adelio mencoba menahan emosinya.
Teman-teman Elard mulai menarik tasnya dan mengobrak-abrik tasnya. Tapi tidak menemukan apapun. Dan akhirnya membuang tasnya sembarang.
Elard mengecek saku-sakunya, hingga ia menemukan dompet di saku celananya. Adelio was-was; Disitu banyak tersimpan sejumlah uang 100 ribuan.
Saat dompet itu dibuka dan ya...
"Ck! Dompet apaan nih isinya ginian!"
kesal Elard
"HA?!!" semuanya kaget
Adelio bingung,
"Oh ya, tadi Papa kan sempet minjem dompet. Apa ini rencana Papa?" batin Adelio
"Ck! Karena lo miskin, gimana kalau kita bully aja!" ucap Elard
__ADS_1
"Ya tuh! Mumpung gak ada Yeeshai yang nempel mulu!" ucap Taksa
Mereka mulai membully Adelio dari memberi pukulan, mencorat-coret bajunya, dan terakhir menginjak kacamatanya. Adelio pasrah saja. Ia menunduk takut ketahuan. Mereka pergi, Adelio menatap mereka menahan emosi. Ia bersumpah setelah urusannya selesai, ia akan membalas perbuatan mereka dengan lebih kejam.